Apa yang pertama kali kalian bayangkan saat hujan turun..? yaa saat hujan turun aku selalu membayangkan masa kecilku bermain hujan bersama kedua kakakku berlari kesana kemari betapa hal sederhana yang sudah cukup membuat bahagia untuk anak2 seusiaku pada saat itu.
Hujan selalu mengingatkan aku tentang sebuah pengalaman yang begitu indah namun terasa sesak nafas jika di ceritakan..suatu saat aku dan kedua kakakku sakit bersamaan dan ibuku membawa kami berobat ke puskesmas..hanya dengan Sedikit rupiah yang ibuku miliki bahkan bisa di bilang hanya cukup untuk membayar obat saja..namun ibuku selalu berusaha tersenyum di depan kami anak anaknya.ibuku tidak pernah sekalipun menunjukan rasa sedihnya ataupun mengeluh..mungkin usiaku pada saat itu 5tahun tapi aku paham betul dengan apa yang ibuku rasakan..di dalam hatiku menginginkan sebuah jajanan tapi aku sadar dengan uang yang ibuku miliki dan akupun mengurungkan niatku..aku duduk di sebuah kursi antrian dan pandanganku tertuju pada dua pohon jeruk nipis yang begitu subur begitu rimbun dan buahnya begitu banyak..indah sekali terlihat begitu cantik dan segar karena tertiup angin dan hujan pada saat itu..hingga tanpa sadar aku berbisik di dalam hati *jeruk nipis meskipun terlihat segar namun kamu begitu asam dan tidak bisa di makan begitu saja..kamu hanya bisa di gunakan sebagai bumbu atau minuman tapi yang pasti harus di tambahkan gula atau mungkin madu* dan juga hujan kamu membuatku sedih seakan tahu bahwa di dalam hatiku menangis melihat perjuangan dan pengorbanan seorang ibu..yang dengan setianya selalu ada untuk anak anaknya dalam keadaan apapun yang selalu sabar menghadapi segala ujian dan cobaan dalam hidup..ibu entah dari sudut surga mana engkau di ciptakan mengapa hatimu begitu lembut begitu lapang begitu baik begitu sabar dan juga ikhlas..ibu saat aku kecil aku pernah bermimpi menjadi seorang penulis dan aku bercita2 ingin menulis sebuah buku yang menceritakan tentang kita..ibu sungguh ini rahasia besar yang tidak satu orangpun ketahui..tapi dengan takdir yang menuntunku kini menjadi seorang ibu rumah tangga bukan seorang penulis namun tidak menyurutkanku untuk menulis sedikit kisah tentang kita..ibu tahukah ibu saat pertama kali aku hidup berjauhan dari ibu di usiaku 16tahun aku begitu tersiksa bahkan aku selalu menangis di malam hari..dan di saat langit terlihat mendung aku sangat takut dan aku selalu berdoa jangan hujan hari ini..jangan hujan hari ini ya Allah..itulah doaku karena di saat hujan turun aku merasa sedih mengingat tentang kita tentang kebersamaan kita..dan baru aku sadari ternyata ibu pun memiliki kesamaan denganku..ibu juga risau di saat hujan turun selalu menghawatirkan suamiku menantu ibu..ibu khawatir jika hujan turun suamiku di jalan belum sampai di tempat kerja ataupun belum sampai di rumah..sungguh ikatan batin seorang ibu terhadap anaknya begitu nyata bukan..?ibu terimakasih atas segalanya untukku terimakasih atas semua nasehat serta doa ibu yg tidak pernah putus untukku sungguh aku beruntung memilikimu..semoga Allah selalu menjagamu ibu dan tetaplah bahagia..akan aku pastikan kebahagiaan ibu di hari tua apapun akan aku lakukan semampuku sebisaku..ibu bersabarlah sebentar lagi semua itu menjadi nyata..Biarkan rasa asam jeruk nipis tetap berada di sana di pohon nya di tempatnya meskipun ia pernah menjadi bumbu dan rasa asam di kehidupanku akan aku tambahkan satu tetes madu sebagai penawarnya..dan biarkan hujan turun sekarang aku tidak akan merasa sesedih dulu karena sekarang aku tidak lagi sendiri ibu..sekarang ada suamiku yang menemani dan anakku cucu kesayangan ibu..ibu terimakasih sedari aku kecil ibu selalu berdoa dan berharap agar kelak aku dewasa menemukan jodoh yg tepat seperti yang ibu harapkan dan doa ibu di kabulkan..terimakasih ibu terimakasih ya Allah...