Aku hanyalah seorang penunggu waktu, yang senantiasa ada disini untuk menyambut kedatanganmu. Aku tidaklah kuat sebab aku pun dapat terjatuh dalam penungguan ini, dan aku tak lemah pula sebab ku masih tetap ada disini menunggumu.
Aku hanyalah seorang penunggu waktu, yang suatu hari kan melayu. Tak peduli sekuat apa semangatku dalam menunggumu, aku tetaplah memiliki batas.
Saat tubuh ini telah rapuh hingga tak sanggup berdiri, ku kan berhenti menunggu. Sebab ku yakin saat itu kau pasti kan datang padaku. Dan dengan senyuman bahagia ku kan menyambutmu.
Kematianku.
# # # #
Tamat.