Judul Cerpen : Kebaikan Berujung Malapetaka
Tema : Kecewa
Genre : Teen
Penulis : Yuni Ayu Izma
Semenjak mewabahnya virus baru yang dikenal dengan sebutan Covid-19. Semua pihak sekolah maupun kampus memberlakukan kuliah daring dari rumah masing-masing. Yunma Gemini merupakan mahasiswi Ilmu komunikasi Semester 6, ia selalu mematuhi peraturan kampus dan protokol kesehatan dari pemerintah. Begitupun, dengan teman seperjuangannya yang mengikuti keinginan pihak kampus. Walaupun, teman seperjuangannya sering berkumpul untuk mengerjakan tugas kampus bersama-sama dan tidak mengajak Yunma karena ia anak rumahan. Yunma tidak mempermasalahkan itu, yang terpenting ia dapat berusaha untuk memahami semua materi yang diberikan oleh dosen pengampu. Yunma tidak ingin seperti teman seperjuangannya yang saling mengharapkan tanpa mencoba terlebih dahulu. Yunma terbilang mahasiswi yang baik hati dan ikhlas memberikan masukan kepada teman-temannya yang tidak mengerti mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh dosen pengampu.
Yunma yang telah menyelesaikan sholat Asar di rumah minimalisnya, ia mendengar bunyi notifikasi pesan masuk dari layar ponselnya. Yunma menaruh mukenah dan sajadah yang ia kenakan tadi berada di atas lemari kaca, ia melangkahkan kakinya menuju ke arah meja belajarnya. Di atas meja belajar itulah Yunma selalu menyimpan ponselnya dan beberapa buku kampus.
Yunma mengambil ponsel di atas meja dan ia membuka pesan masuk dari ponselnya.
"Fika." gumam Yunma pelan. Ia menyerhitkan keningnya saat melihat nama kontak teman di kampus yang menurutnya jarang sekali ia mendapatkan pesan masuk darinya. Mengingat, temannya itu kalau ada butuh saja mau menemuinya.
Fika : " Yunma, kamu udah selesai belum laporan magang?"
Yunma : "Belum."
Fika : "Aku mau bertanya mengenai laporan magang itu sampai bab berapa kah?"
Yunma : "Kalo tidak salah kata Bu Raya bilang laporan magang itu dari Bab 1 latar belakang, Bab 2 Tinjauan pustaka dan Bab 3 pembahasan. Tapi, aku tidak tahu ada perubahan atau tidak karena kan di kampus Perjuangan kita update terus, hehehe..."
Setelah melakukan magang kuliah kerja komunikasi selama 3 bulan, mereka harus mengerjakan laporan magang dengan tepat waktu. Yunma yang terbilang wanita bertanggung jawab dan disiplin. Tanpa disuruh oleh dosen pengampu, ia telah mengerjakan laporan magang sampai selesai. Tetapi, Yunma bukanlah wanita yang bodoh dan mudah dimanfaatkan. Ia sengaja mengaku bahwa ia belum selesai karena ia tidak ingin seperti dulu yang ternyata dimanfaatkan oleh teman-temannya untuk mengerjakan tugasnya secara gratis. Jika Yunma tidak mau maka ia akan dimusuhi oleh teman sekelasnya. Tidak adil bukan? Dari Kebaikan Berujung Malapetaka bagi diri Yunma. Yunma tidak ingin seperti itu. Ia belajar dari pengalaman terpahitnya dan tidak heran kalau Yunma mengaku belum selesai karena ia ingin melihat adakah teman-temannya bersikap rajin seperti dirinya? Yunma masih membalas pesan dari Fika. Hingga ia mendengar ada suara wanita yang memanggil namanya dari luar rumah.
Yunma menaruh ponselnya di atas meja dan ia melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu depan rumah. Yunma menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu dan ia melihat Nayla sedang berdiri di depannya.
"Nayla, tumben sekali ia ke rumahku. Sepertinya, ada keperluan penting. Sehingga ia rela ke rumah minimalisku. Kalau tidak ada mana mau Nayla menginjakkan kakinya di lantai rumah minimalisku." kata Yunma dalam hati, ia ingat dengan jelas penghinaan yang dilontarkan oleh Nayla kepadanya.
Yunma menepis pikiran kotor itu dan ia tersenyum manis di depan Nayla.
"Nayra, mari masuk ke dalam rumahku. Sekalian, aku buatkan minuman untukmu," ucap Yunma menawar Nayra agar masuk ke dalam rumahnya.
"Okey." Nayra berjalan masuk ke dalam rumah minimalis Yunma dan Yunma mengikuti langkah kaki Nayra dari arah belakang.
Di dalam ruang tamu, Nayra telah duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Yunma.
"Maaf mengganggu waktumu, kedatanganku kemari ingin mengajakmu mengerjakan laporan magang bersama-sama. Yunma, aku tahu kamu pasti mengerti struktur penulisan yang baik dan benar. Tolong, bantu kami yang malas dan bodoh ini untuk mengerjakan laporan magang dengan benar," ucap Nayra menatap sendu ke arah Yunma.
Yunma yang mendengar semua ucapan dari Nayra, kebaikan hatinya muncul dan dengan senang hati mau menolongnya.
"Hm... Baiklah, aku setuju dan ajak teman-teman yang lain agar kita bisa bersama-sama mengerjakan laporan magang itu dengan cepat selesai." sahut Yunma mantap.
Betapa mulianya hati seorang Yunma terhadap Nayra, walaupun, berkali-kali Yunma difitnah dan dijatuhkan oleh mulut kotor Nayra. Yunma tetap memaafkannya. Entah setan apa yang merasuki tubuh Nayra, selalu membenci kehadiran Yunma tanpa alasan yang jelas.
" Yunma, aku mendapat informasi dari sekretaris dosen pengampu, ia memberikan format laporan magang kepadaku. Coba deh kamu lihat, pasti kamu tahu kan cara merangkai kata yang baik." Nayra menyerahkan ponselnya kepada Yunma dan Yunma mengambil ponsel itu. Ia melihat format laporan magang dalam bentuk Microsoft office word.
Nayra melihat Yunma dengan tatapan binggung saat membuka satu persatu format laporan magang itu. Yunma mengalihkan pandangannya dari layar ponsel menuju ke arah wajah Nayra. Ia mengangkat layar ponsel itu di depan Nayra.
"Ini benaran format laporan magang, kok ada lima bab? Bukankah Bu Raya pernah bilang kalau laporan magang itu hanya tiga bab saja. Tapi kok jadi begini?" tanya Yunma menatap heran ke arah Nayra.
Nayra tampak berpikir keras dan ia berusaha menyakinkan Yunma tentang hal itu.
"Inilah format laporan itu, kalau kamu tidak percaya aku bisa kok buka hasil chat pesan aku dengan sekretaris Bu Raya." Nayra langsung menarik ponselnya dari genggaman tangan Yunma. Yunma menahan tangan Nayra agar Nayra duduk di tempatnya.
"Tidak usah, aku percaya kok sama kamu." sahut Yunma menatap dalam ke arah Nayra.
"Terima kasih sudah mempercayaiku, Yunma. Aku boleh minta tolong sebarkan format laporan magang ini di dalam grub gak? Aku belum masuk ke dalam grub kelas karena aku baru saja mengganti nomor ponselku," ucap Nayra dengan penuh harap.
Yunma menghela nafas sejenak, ia mengangguk setuju dengan permintaan dari Nayra. Yunma mencari daftar nomor dirinya di ponsel Nayra dan dikirimkannya semua format laporan magang itu ke dalam pesan pribadinya.
Setelah itu, Yunma menyerahkan ponsel milik Nayra dan ia tampak mendengar keluh kesah Nayra mengenai laporan magang kuliah kerja itu. Nayra pamit undur diri di hadapan Yunma dan ia berpesan kepada Yunma agar tidak lupa mengirimkan pesan itu. Yunma menatap kepergian Nayra dan ia berjalan menuju ke arah ruang kamarnya. Yunma langsung mengirimkan format laporan magang di grub kelasnya.
Semua teman tampak senang karena Yunma memberikan format laporan magang. Begitupun, Yunma ikutan senang karena dapat meringankan beban teman-temannya. Selain itu, ia tidak bersusah payah lagi menjelaskan mengenai laporan magang itu. Beginilah di masa Pandemi Covid-19, semua serba daring dalam pembelajaran.
Yunma membuka layar laptopnya di atas meja belajar dan ia mulai mengecek laporan magangnya. Kemudian, ia melihat pedoman format data dari Nayra dan miliknya. Sangat jauh berbeda, Yunma pun terlihat pusing tujuh keliling.
Drt... Drt...
Yunma menoleh ke arah layar ponselnya, ia melihat ada notifikasi panggilan masuk dari grub kelasnya. Yunma mengambil ponsel itu dan ia menggeserkan tombol hijau untuk menerima panggilan masuk dari ponselnya.
"Hallo!" ucap Yunma.
Bukannya menjawab penuturan dari Yunma, 4 teman kampusnya langsung menyerangnya.
" Yunma, apa maksudmu mengirimkan format laporan yang salah?" ucap Dila.
"Kok ada lima bab? Kamu asal kirim data ke grub agar semua laporan kami salah kan," sahut Redo.
"Kamu ingin balas dendam atas semua perbuatan kami yang tidak mengajakmu," balas Sira.
"Punya mulut kan? Coba jelaskan yang sebenarnya?" ucap Nila mulai bertanya kepada Yunma.
Yunma yang mendengar semua ucapan dari teman-temannya, ia tampak terkejut dengan kebaikannya berujung malapetaka. Selain itu, ada notifikasi pesan masuk dari sekretaris Bu Raya agar menghapus semua pesan berisi format laporan magang di grub kelasnya.
"A-aku tidak bermaksud untuk mencelakai kalian, aku hanya berbuat baik agar kalian mengerti tata cara penulisan Laporan magang itu." sahut Yunma terbata-bata. Bagaimana bisa begini? Yunma yang percaya sepenuhnya dengan Nayra dan kebaikan hatinya untuk menolong teman-temannya agar cepat selesai. Malahan ia kena imbasnya atas perbuatan jahat Nayra.
"Kami tidak percaya dengan kamu lagi! Awas kamu ya kalo ketemu! Kami akan membuat hidupmu menderita." balas Sira dan langsung menutup sambungan panggilan secara sepihak.
Yunma langsung menjatuhkan diri di atas lantai dan ia menangis sejadi-jadinya.
"Kamu jahat! Apa salahku Nayra? Kurang apa aku berbuat baik padamu? Kenapa kebaikan berujung malapetaka untukku?" lirih Yunma pelan.
"Tuhan, aku mohon bantu hambamu yang teraniaya ini. Aku berbuat baik tetapi kebaikan berujung malapeta untukku. Tuhan, beri hidayah kepada orang-orang yang menyakitiku agar mereka sadar atas perbuatannya itu salah." Yunma berdoa tulus kepada Tuhan agar tidak ada kesalahpahaman lagi diantara kebaikannya yang dapat berujung malapeta.
#Tamat