Ketika kau tertidur lelap melepas segala penat di hati, wajahmu terlihat sangat lelah. Seharian kamu bekerja untuk memberikan nafkah istri dan anakmu.
Rasa lelah dan ngantuk tak jadi alasan untuk kamu bermalas-malasan, biar pun kamu kelelahan seharian bekerja namun kamu masih menyempatkan waktu untuk membantu pekerjaan ku di rumah.
Kau rela bangun pagi untuk mencucikan baju istri dan anakmu, entah bersih atau tidak yang penting niatmu bembantu meringankan pekerjaanku di rumah.
Kau memang suami idaman, kasih sayangmu begitu tulus kepada diriku dan kepada anakmu.
Semoga Allah Swt selalu melindungimu di mana pun kamu berada, diberikan kesehatan dan panjang umur. Hidup bahagia bersama istri dan anakmu.
Suatu ketika aku mengeluh soal keuangan, kamu selalu memberikan ketegaran dan kesabaran pada diriku. Kau menguatkan diriku dari berbagai masalah, kau melindungi diriku dan anakmu.
Kasih sayangmu sepanjang masa, aku mencintaimu dengan segenap jiwa.
Setialah sampai akhir hayatmu, jaga diriku dan anakmu selama-lamanya.
Maafkan diriku, belum bisa menjadi istri yang solekha. Namun sebisa mungkin aku akan berusaha untuk memperbaiki sikapku yang sering kasar padamu.
Terimakasih atas semuanya...
Doaku selalu menyertaimu
Suamiku...