Di sebuah rumah yang megah hiduplah sebuah keluarga yang beranggotakan sang Ayah bernama Adnan Llerayne, sang Ibu bernama Auristela Allisya Llerayne dan kakak beradik perempuan, sang kakak bernama Gacy Llerayne, dan sang adik Fredellya Llerayne. Mereka adalah keluarga yang harmonis, namun ada suatu kejadian mengerikan yang mendatangi keluarga itu. Ini adalah kisah tentang Fredellya yang berusaha bertahan hidup dari sang kakak yang adalah psikopat, Gacy Llerayne.
Kakaknya adalah seorang psikopat, dan adiknya kakinya cacat dari lahir. Suatu hari sang adik mau bertanya sesuatu pada si kakak, lalu ia pergi ke kamar kakaknya dengan menggunakan kruknya, namun ia melihat kakaknya sedang menyiksa dan hendak membunuh kucing jalanan yang tadi pagi sempat Fredell lihat di depan rumahnya. Fredell tentu saja terkejut dan hendak pergi namun Gacy sudah melihat kehadiran Fredell di depan pintu kamarnya, Gacy pun tanpa berpikir panjang berlari ke arah adiknya dan hendak mencekiknya, namun Fredell berusaha berlari, tetapi dengan kakinya yang cacat tentu saja ia tertangkap dan akhirnya kakaknya mencekiknya dan menusuk perut Fredell dengan cutter yang ada di kantong bajunya, untungnya ayah mereka hendak ke kamar Gacy. Jadi Gacy pun panik dan lari entah kemana, Ayahnya terkejut melihat Fredell yang sudah sekarat tergeletak berlumuran darah di lantai dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Fredell untungnya selamat, dan setelah siuman bukannya istirahat melainkan ia terus memikirkan bagaimana caranya untuk melaporkan kakaknya ke polisi, karena kakaknya Gacy yang menjaga dia 24 jam di rumah sakit, Gacy takut adiknya melaporkan dia ke orang tuanya atau ke polisi (Gacy sudah umur 29 Tahun, jadi bisa masuk penjara). Fredellya tidak bercerita kepada orang tuanya karena ia dari dulu selalu merasa tidak terlalu diperhatikan oleh orang tuanya, ia merasa orang tuanya lebih baik kepada kakaknya dan walaupun kakaknya yang salah ia yang selalu disalahkan.
2 bulan kemudian Fredell pun sembuh dan beberapa minggu setelah itu untuk merayakan kesembuhannya ia mengajak teman-temannya untuk berenang, walaupun ia hanya bisa melihat teman-temannya berenang, karena kakinya cacat. Karena Fredell takut bosan ia membawa anjing peliharaan kesayangannya dengannya. Di saat Fredell hendak pergi kakaknya memanggilnya dan berkata “Aku akan ikut”, Fredell yang sudah tahu sifat psikopat kakaknya pun tidak berani menolaknya. Setelah sampai di waterpark Fredell dan teman-temannya pun sempat berbincang-bincang, setelah itu teman-temannya pergi ke ruang ganti untuk berganti baju renang. Saat itu juga Gacy mengancam fredell untuk tidak melaporkan apa yang dilihatnya malam itu di kamar kakaknya dengan anjing kesayangan Fredell yang telah direbut oleh Gacy, Gacy mengancam akan melempar anjingnya kedalam kolam renang karena setahu Gacy anjing itu tidak bisa berenang, sama seperti saat anjing itu masih kecil, padahal anjingnya sudah dilatih oleh adiknya untuk berenang. Fredell mengiyakan ancaman itu, namun kata yang dikatakan dengan hatinya berbeda, dalam hati Fredellya ia berkata untuk segera melaporkan kakaknya ke polisi saat kakaknya lengah.
Saat teman-temannya balik mereka langsung berenang, Gacy yang sedari kecil sangat suka melihat orang berenang pun lengah dan tidak memperhatikan adiknya lagi. Ya, ini sebenarnya adalah salah satu rencana Fredellya, ia dengan cepat langsung menelepon polisi. Beberapa menit kemudian polisi datang dan semua teman-temannya terkejut dan langsung menghentikan aktivitasnya dan segera datang ke Fredell untuk mendengar apa yang terjadi, sang kakak yang panik pun menggendong anjing adiknya dan melemparnya ke dalam kolam renang privat yang sudah di sewa oleh adiknya (Keluarga kakak adik ini orang kaya), tentu saja bisa berenang dan akhirnya karena anjingnya bisa berenang kakaknya pun lompat ke kolam dan menekan anjing itu agar kepalanya tenggelam. Fredell khawatir, tetapi tiba-tiba kakaknya terlihat seperti tercekik sesuatu dan tenggelam, lalu anjingnya pun berenang kembali ke Fredellya. Ada satu dari polisi-polisi yang datang hendak menolong Gacy namun dicegah oleh Fredellya. Fredell berkata “Kakak bisa begitu karena racun yang ada di kalung anjingku, orang yang terkena air kolam ini sekarang akan menjadi seperti kakak”. Untungnya tidak ada korban lain selain Gacy si psikopat.
Namun dimana Fredell mendapatkan racun itu? Rupanya saat Fredell sekarat, ada seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Fredell ia tidak membantu Fredell saat itu karena ia tidak berani melawan Gacy karena tubuhnya yang lemah dari kecil namun ia memiliki otak yang sangat cerdas, anak laki-laki itu bernama Michiavelly Cavan yang adalah seorang ilmuwan hebat, ialah yang membuatkan racun yang dipakai Fredell untuk kakaknya dia membuat agar plastik dari bungkusan racunnya dapat meleleh jika dimasukan kedalam air sepenuhnya, ia juga yang memberi rencana kepada Fredell untuk pergi ke waterpark dan mengajak teman-temannya agar Gacy tidak curiga. Namun mengapa ilmuwan hebat itu ada dirumah Fredellya? Itu semua karena Cavan pernah menjadi korban dari kegilaan Gacy.
Saat Cavan berumur 8 Tahun, orang tua Cavan dibunuh oleh Gacy (Saat itu Gacy masih berumur 17 Tahun) karena saat itu Gacy habis mabuk-mabukan dengan teman-temannya di sebuah rumah makam dan Ibu Cavan saat itu adalah pemiliknya dan menasehati Gacy dan teman-temannya agar tidak mabuk-mabukan dan cepat pulang, namu Gacy mala marah-marah dan akhirnya mereka pulang. Namun saat malam hari Gacy kembali ke rumah makan Ibunya Cavan dengan membawa sebuah pisau yang tumpul, dan masuk ke dalam kamar orang tua Cavan dan menusuk kedua orang tua itu secara bergantian hingga Cavan terbangun mendengar suara jeritan orang tuanya, Cavan pun melihat hal mengerikan itu dan membeku di tempat, lalu Gacy melihat ke arah Cavan dan tersenyum lalu tertawa dengan sangat kencang dan mengerikan, tiba-tiba ia bangkit dan lari ke arah Cavan dengan kecepatan maksimum Cavan yang kaget langsung berlari, namun karena tubuhnya yang lemah ia terjatuh dan terengah-engah sementara Gacy sudah ada di belakangnya dan hendak menusuk Cavan dengan pisau tumpulnya, lalu JLEBB… yang tertusuk bukanlah Cavan melainkan Ibunya yang berusaha berjalan dari kamarnya menuju anaknya dan ia pun berhasil menyelamatkan anaknya, saat sekarat ia berkata dengan terbata-bata ”Nak… la..larilah sejauh mu..ngkin..” Itulah kata-kata terakhirnya.
Akhirnya Cavan lari sambil meneteskan air matanya, sementara Gacy sudah terlelap dalam “Kesenangannya” menusuk-nusuk Ibu Cavan di lantai yang dingin itu menggunakan pisau tumpulnya, tidak berhenti disitu saat melihat Ibu Cavan sudah tiada ia malah tertawa dengan girangnya dan berjalan menuju Aya Cavan dan melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan kepada Ibunya Cavan. Lalu Cavan pun ditampung di Panti Asuhan. Cavan belajar dengan giat dan berusaha dengan sepenuh hati untuk mencapai cita-citanya yang dulu ia pernah ceritakan kepada mendiang orang tuanya, dan akhirnya ia sudah sukses menjadi ilmuwan termuda di negara ia tinggal, Fibonesia (Nama negara buatan Author 😁😂) Cavan mencari-cari Gacy dan akhirnya ia menemukan rumah keluarga Gacy yaitu keluarga Llerayne (Saat itu Cavan berumur 16 Tahun) dan sejak saat itu ia mengawasi atau bisa dibilang memata-matai Gacy hingga ia berumur 20 Tahun (Sekarang). Ia mencari-cari celah dan akhirnya ia mendapatkan kesempatan besar dengan bekerja sama dengan Fredell itulah sebabnya ia ada di rumah keluarga Llerayne.
Kembali lagi saat di kolam renang, karena perbuatan Fredellya dan Cavan termasuk pembunuhan berencana, jadi mereka berdua ditahan untuk beberapa jam di kantor polisi hingga orang tua atau wali mereka datang, akhirnya kedua orang tua Fredellya datang dan berbincang sebentar dengan polisi tentang kasus ini. Namun mereka menentang untuk memberi Fredell dan Cavan hukuman karena sebenarnya orang tua Fredell tau bahwa Gacy adalah seorang psikopat, saat Gacy masih kecil kelakuannya memang sudah kasar seperti menyakiti hewan, selalu merasa benar, manipulatif, suka berbohong, bahkan ia pernah mencolok mata teman sekelasnya dengan pensil, untung saja temannya itu tidak apa-apa. Gacy juga pernah dibawa ke psikolog dan sudah tidak melakukan hal-hal seperti tadi lagi hingga sekarang, namun ternyata itu semua hanyalah tipuan belaka dari Gacy agar tidak dicurigai. Orang tuanya Fredell dan Gacy sebenarnya sangat sayang kepada mereka berdua tanpa membandingkan satu sama lain, namun saat Fredellya masih bayi, orang tuanya tentu selalu memperhatikan Fredell karena bayi merupakan makhluk hidup yang masih rentan, namun Gacy iri dan mencoba melukai Fredell yang masih bayi dan Gacy lah penyebab Fredell menjadi cacat sejak bayi, jadi sejak saat itu orang tuanya takut Gacy melukai Fredellya lagi makanya mereka kelihatan lebih memperhatikan Gacy, padahal mereka memperhatikan keduanya dengan seimbang. Jadi akhirnya Fredellya dan Cavan dibebaskan dari hukuman dan ternyata kasus pembunuhan orang tua Cavan pernah di buka dan karena pelakunya tidak kunjung ketemu mereka menutup kasusnya dan membukanya lagi setelah 12 tahun berlalu, karena pelakunya sudah ketemu. Ya, kalian benar pelakunya adalah Gacy. -Tamat-