"Eh rona,apa kabar?" tanya seorang cowok bernama yosi
Rona melirik yosi hanya tersenyum kecil lalu melanjutkan membaca buku yang dibawanya.lalu
yosi mengulurkan tangannya
Yosi "kenalan lagi"
Rona "hah?"
Yosi "wah parah sih lo lupa sama gue"ketus yosi
Yosi adalah teman smp rona, mereka cukup dekat namun saat kelas 2smp rona pindah sekolah karena keluarganya pindah rumah keluar kota jadi terpaksa rona pun harus pikut pindah sekolah.
Rona sudah cukup lama tidak bertemu yosi,mereka bahkan lost contacts karena kesibukan mereka masing masing.sampai sekarang mereka kuliah entah takdir atau apa mereka bertemu kembali disalah satu halte di jakarta.
Yosi "gue yosi temen smp lo"
Rona terdiam sejenak memandang wajah yosi dalam dalam kemudian..
Rona "yosi andrean?"
Yosi "nah itu lo inget" ucap yosi nepok bahu rona pelan
Yosi "btw lo balik jakarta lagi?" lanjut yosi
Rona "iya nih gue ambil kuliah di jakarta"jawab rona
Yosi "ahh bagus deh"
Keesokan harinya rona bangun pukul 05:30 karena ada kuliah pagi,dia mengotak ngatik handphone nya sebelum pergi mandi. Setelah selesai mandi rona langsung merapikan diri dan berdandan tipis,lalu makan.
Pipp pippp pipppp
Terdengar suara klakson mobil reni sahabat rona yang membuat rona bangkit dari meja makan.
Rona "gue belom beres makan" ucap rona sedikit teriak didepan pintu
Reni "ayo cepetan kita udah mau telat rona"
rona "yaudah gue ambil tas gue dulu"
"tunggu 5 menit" lanjutnya
Setelah sampai diparkiran kampus rona terdiam membisu melihat mantan kekasihnya setelah 5 bulan menghindar,bagai mana tidak mereka pacaran hambir 1 tahun dan suga yang memutuskan hubungannya tanpa sebab yang membuat rona benar benar patah hati.
Rona lari untuk menghindari suga namun saat didepan pintu masuk kampus rona gagal menghindar dari suga karena suga lewat jalan yang berlawanan sehingga mereka berpapasan muka.
Suga "gapapa?" tanya suga melihat rona terengah-engah karena berlari
Suga "maaf gue rona" lanjut suga dengan muka merasa bersalah
Rona hanya menunduk tak berani menatap suga.
Saat dikelas reni terheran melihat sikap rona yang berubah setelah turun dari mobil tadi,rona terlihat murung padahal pas berangkat dia ceria seperti biasanya. Reni terus menatap heran rona...
"Oke sekarang waktunya istirahat,kita lanjutkan lagi pelajarannya nanti" ucap bu astri sambil membereskan buku lalu pergi keluar kelas.
Rona bergegas keluar kelas bersama reni menuju kantin, pas lagi makan tiba tiba saja rona dikagetkan melihat seorang yang duduk di hadapannya. Ya suga! tiba tiba saja dia duduk di hadapan rona.
kringg kringg kringgg
Bel berbunyi saatnya pulang.rona yang biasanya pulang bareng reni kali ini dia memilih untuk naik busway sendiri, entah apa yang ada dipikiran rona hingga dia tidak pokus melihat jalan sampai akhirnya
bruukkkkk
Mobil Ayla putih menabrak rona dengan kecepatan tinggi yang membuat rona terpental lumayan jauh.
"Ada kecelakaan tolong panggil ambulance"
"tolonggg ada kecelakaan"
"Wah ini parah harus segera dibawa ke rumah sakit" ucap orang orang yang ada di sekitar kejadian
Rona "renii,tolong telepon dia" ucap rona setengah sadar
Sore pukul 16:40 rona sadar dari pingsannya,
Suga "Dok rona sadar dok" ucap suga sedikit teriak memanggil dokter sambil terus memegang tangan rona.
Rona "ka kamu ngapain disini ga"ucap rona
Suga "cerintanya panjang nanti aku ceritakan"balas suga mengusap lembut kepala rona
rona hanya terdiam dan meneteskan air matanya
"gue pernah minta sama tuhan supaya tuhan kasih orang yang sayang sama gue dan bikin gue bahagia dan lo pun dateng,tapi sayangnya gue lupa minta sama tuhan buat kirim lo selamanya bukan cuma hadir sesaat lalu pergi." Ucap rona dalam hati
Suga "kamu kenapa nangis?" tanya suga mengusap air mata rona
Rona "aku ga ngerti apa mau kamu ga" ucap rona berurai air mata
Rona "mau kamu apa? aku gabisa diginiin terus,aku juga punya perasaan"lanjutnya
seketika suga memeluk rona dengan sangat erat.
Suga "maafin aku rona, sebenarnya aku juga gabisa tanpa kamu"
Rona "lalu? potong rona
Suga menatap rona dengan penuh perasaan
Suga "aku masih sayang sama kamu aku emng
brengsek, pecundang,gatau malu.tapi aku
gabisa hidup tanpa kamu.maafin aku"ucap
suga berkaca kaca.