Raina adalah seorang siswi SMA akhir yang kini disibukkan dengan banyak ujian. Meskipun banyak ujian, ia terlihat sangat santai seolah-olah tidak ada beban hidup yang membayangi.
Seperti saat ini jika di hari libur kebanyakan temannya sibuk belajar ia malah sibuk maraton drama. Hal itu sampai membuat ibunya geleng-geleng dan mengucap istighfar berulangkali.
"MA! Laptop Raina kok diambil sih!" protes Raina
"Kamu ini ya sebulan lagi ada UTBK-SBMPTN malah leha-leha nonton drakor!"
"Aduh Ma! sebulan itu masih lama biasanya Raina belajar nya kan pake cara SKS (sistem kebut semalam)" jawab Raina santai.
"SKS gundul mu! pesaing mu itu ribuan! pokoknya laptop dan hp mu mama sita! gaada drakor ataupun streaming MV"
"Hih! Mama kok gitu sih! kalau gak dikembalikan Raina pergi dari rumah loh!" ucap Raina menakut-nakuti.
"Pergi aja nanti jadi gembel mama gk peduli" jawab Mama final lalu meninggalkan Raina dalam keadaan kesal.
Setelah mama pergi Raina segera mengambil beberapa style pakaian lalu dimasukkan kedalam ranselnya.
"Raina pergi beneran wlee..awas aja kalau mama nyariin" gerutu Raina.
Setelah semua perlengkapan oke, ia langsung mengendap-endap keluar dari jendela kamarnya, pokoknya ia harus pergi tanpa meninggalkan jejak.
Tik..tik..tik..
Saat ditengah perjalanan tiba-tiba hujan mengguyur mulanya gerimis tapi semkain lama jadi deras. Mau tak mau Raina harus meneduh. Ia berdiri di depan ruko tua sambil memeluk dirinya sendiri akibat hawa dingin.
"Ck.. simulasi jadi gembel beneran aku" gerutunya.
Hujan memang membuat suasana jadi tentram entah sejak kapan Raina sudah melamun memandangi hujan, seakan-akan ia terhipnotis.
Entahlah tiba-tiba Raina merasa suara dan jatuhnya rintik hujan seakan-akan melambat dan menggema. Pandangannya juga mulai buram lalu menggelap.
"eugh" Raina menggeliat, suara gaduh membuat nya bangun. Setelah 100 % sadar ia segera berdiri dan melihat lingkungan sekitar.
"Yaampun, aku ketiduran di emper toko? mana dilihatin banyak orang juga! kan jadi malu dikira orang gembel" ucap nya pelan. Ia merasa tidak nyaman karena pandangan orang sekitar menatap nya prihatin.
"Ini ada uang untuk mbak, buat makan ya" ucap wanita paruh baya yg tiba tiba memberinya uang. ia hanya meringis pasrah.
"Aku harus pulang! marahnya ditunda aja, gengsi disingkirkan bentar"
Ia berjalan menuju rumah sambil menatap sekeliling nya yang terlihat sedikit berbeda atau hanya perasaan nya saja?
TOK..TOK..TOK...
"MAAAA, Bukain pintunya Raina cantik pulang" Teriaknya sambil menggedor-gedor pintu. Tidak ada sautan.
GUBRAK...BRAK..BRAK
"MAMA, BUKAIN DONG PINTUNYA"
Ceklek...
Pintu terbuka, tanpa babibu Raina langsung memeluk mamanya.
"Ma, maafin Raina deh kemarin udah simulasi jadi gembel rasanya gak enak"
EHM!
"Saya bukan mama mu" Raina yang mendengar itu langsung mendorong orang yang dikira mamanya.
Raina syok! sampai matanya melotot.
"Heh! Kamu siapa? berani-beraninya masuk rumah orang!" protes Raina
"Saya pemilik rumah ini nona"
"Gundulmu, Mama saya yg punya!"
Lelaki itu mengernyit kan dahinya karena merasa heran dengan gadis di depannya. Masa pagi-pagi dia sudah ketemu orang gembel? gila? pertanda baik atau buruk?
~BERSAMBUNG~
RAMAIKAN KAWAN :)