Nafasku tersengal-sengal, detak jantungku tak beraturan. Kondisi tubuhku yang basah kuyub dan penuh luka tak ku hiraukan lagi.. aku harus bisa segera menjauh dari monster mengerikan bermata satu itu. Entahlah dunia macam apa yang sudah kumasuki ini, semuanya nampak mengerikan dan menjijikkan.
Sudah satu minggu aku tersesat disini, dan belum kutemukan jalan keluarnya. Aku hanya memakan sisa bekalku untuk bertahan hidup selama seminggu ini. Dan sekarang aku sudah tak punya apa-apa lagi untuk bisa dimakan, bagaimana aku bisa bertahan hidup disini? Dengan terus dikejar monster-monster itu setiap saat, bagaimana lagi aku bisa bertahan? Kekuatan darimana.
Tubuhku yang sudah kian lemah terduduk begitu saja pada lubang bekas pijakan kaki monster bermata satu itu. Hah.. aku tak menyangka jika salah masuk kedalam gua di dalam hutan saat kemping bersama kawan-kawanku, bisa membawaku ke dalam dunia monster seperti ini.
Dunia yang penuh dengan lendir berwarna kecoklatan milik moster-monster bermata satu, bergigi runcing, nafasnya sangat bau, tak ada tumbuhan yang bisa dimakan. Semua hewan yang ada bentuknya sangat aneh, ada ikan berkaki tiga dan berjalan diatas lendir dan memakan lendir-lendir yang berceceran, ada badak berekor burung dan terbang, bahkan ada burung memiliki ekor ikan dan berenang pada danau lumpur. Ah sepertinya itu lendir bukannya lumpur.
Aku sudah tak tahan lagi berada disini.. tapi kenapa aku tak mati juga? Apa sebaiknya aku menyerah dan menjadi makanan bagi para monster itu saja agar tak merasakan semua ini lagi? Tidak..tidak! Aku sangat jijik dengan lendir dan bau nafasnya, tapi bagaimana juga caranya untuk pergi dari sini? Aku ingin pulang. Aku ingin kembali pada ibuku, memakan sup jamur hangat dan meminum susu buatannya yang kadang tak ku sukai. Tapi setidaknya itu lebih baik daripada berada disini.
Aku kembali menyeret kakiku yang pincang akibat keseleo terjatuh dalam lubang tadi, aku harus mencari tempat persembunyian untuk mengamankan diri juga berfikir.
Aku menahan nafas saat salah satu monster itu melewati batu tempatku bersembunyi, matanya yang sebesar ban truk tronton itu mengintip di sela bebatuan. Nafasnya terasa berembus mengibaskan pakaianku, aku benar-benar tak bisa membayangkan jika tertangkap pleh mereka dan harus menjadi santapannya. Rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya, tapi tidak mungkin karena itu sama saja dengan aku bunuh diri karena akan membuat para monster itu mengetahui keberadaanku.
Bagaimana caranya aku keluar dari sini?
Apa yang harus aku lakukan agar bisa segera pergi dari sini dan kembali ke duniaku?
Apakah aku harus meminta bantuan pada iron man, superman, moster inc, Boboiboy, Gundala atau siapa? Dan bagaimana caranya?
Cepatlah bantu aku berfikir sebelum aku berhasil di temukan dan menjadi mangsa dari monster menyeramkan itu.
Aaaaaaa...." aku menjerit sekencangnya saat merasakan ada yang menyeret lenganku, tapi sosok itu pun langsung membekap mulutku hingga tak dapat lagi mengeluarkan suara.
Apakah ini pertanda bahwa aku akan selamat, ataukah merupakan akhir dari kisahku dan menjadi waktu tibanya kematianku.
Aku hanya bisa pasrah..