Zahra Abigail Renata
seorang gadis yg mempunyai kepribadian ganda, dia gadis cerdas. sering di beri julukan gadis pendiam dan jarang berinteraksi secara sosial, dan jarang dia jadi bahan pembicaraan di tempat nya bekerja.
Zahra adalah gadis yg introvert, dia lebih suka dalam kesendirian dan intropeksi daripada harus bersosialisasi. Zahra juga sering di bilang gadis es, karena sikap dingin nya kepada semua orang, dia tak mau ambil pusing soal perkataan oeang tentang nya.
Pagi itu zahra pergi bekerja seperti biasa nya, di kantor dia lebih memilih memisahkan diri nya di kerumunan orang, dan mangkanya dari itu dia menjadi bahan pembicaraan di tempat nya bekerja.
"dia zahra abigail renata kan?, gadis yg selalu menyendiri dan pendiam itu kan?, kudengar dia adalah gadis yg pintar bahkan bisa di bilang jenius." kata salah satu pegawai kantor itu.
"benar, dia juga di juluki wanita es karena dia sangat lah pendiam sekali." jawab salah satu pegawai kantor itu.
zahra i don't give a shit akan hal itu, jujur dia adalah tipe orang yg lebih memetingkan diri nya sendiri ketibang orang lain.
pagi itu zahra bekerja seperti biasanya di meja milik nya, sunyi di meja nya hanya ada suara ketikan keyboard untuk nya mengetik data-data di kantornya itu.
"Zahra, bos ingin bertemu denganmu." kata salah satu senior di kantornya itu, ya!, zahra adalah junior di kantornya, tetapi karena kepintaran dan kejeniusan nya dia sudah seperti para seniornya.
Di jawab nya dengan anggukan lalui pergi meninggalkan senior nya itu.
"huh, gadis itu dingin dan pendiam sekali sih." ucap senior nya itu mengata-ngatai nya dari kejauhan.
di ruangan bos nya, terduduk seorang pria di hadapannya, lelaki muda berselan jas di hadapan nya, dia duduk di hadapan nya dengan wajah datar.
"Zahra Abigail Renata benar?." ucap nya bertanya kepada zahra.
"iya." ucap nya singkat dengan wajah datar milik nya.
"wow, kamu gadis yg introvert ya?." tanya nya semakin penasaran dengan gadis yg ada di hadapan nya.
tak di jawab dan tak bergeming, sunyi hanya ada suara ketukan jari tangan dari bos atau ceo kantor perusahaan itu.
"Ahh,, ternyata benar ya, haha. kamu gadis yg menarik." ucapnya dengan ketawa agar membuyarkan kesunyian di ruangan nya.
pria itu adalah Ardian Mahadewa Syahputra, ceo yg terkenal ramah dan penuh dengan senyuman berbeda dengan ceo yg lain kan??.
"aku mendapat kabar kalau kamu adalah gadis yg genius, aku bisa liat dari wajah mu, haha." ucapnya dengan ketawa.
tak di jawab, hening begitu saja...
"Zahra... apakah kau masih mengingatku?." tanya nya.
zahra terlihat mengingat nya, dan pada akhirnya dia sadar, dan mulai terkejut.
"kau!, Ardian!." teriak nya kaget.
"haha, ternyata kamu bisa terkejut juga ya." ucapnya sembari tertawa.
Bagaimana tidak, zahra pernah menyukai ardian, walau zahra tipikal orang yg introvert dan lebih suka menyendiri tetapi dia juga manusia biasa yg bisa menyukai seseorang. Dia tidak bisa menyimpan wajah terkejut nya itu.
"hai zahra apa kabar?. haha ternyata kamu masih seperti dlu ya pendiam dan introvert orng nya.." ucap ardian kepada zahra.
glek!
Zahra menelan ludah nya kasar, ternyata orang yg di hadapan nya adalah teman sekolah nya dlu, terlebih lagi orang yg pernah dia sukai.
"zahra aku ingin bertanya kepada mu.. apa boleh?." ucapnya mulai serius. dan di jawab oleh anggukan zahra.
"apakah kau sudah mempunyai kekasih?." bertanya ardian kepada zahra.
"blm." di jawab nya singkat, tetapi jujur dari hati nya yg paling terdalam hatinya benar-benar berdebar tak karuwan.
"maukah kau menjadi kekasihku, zahra?." ucapnya mendadak.
DEG...DEG...DEG...
suara detak jantung milik zahra, dia benar-benar kaget dengan pertanyaan ardian barusan.
"aku tau ini sangat lah mengagetkan mu, tetapi sejak dlu aku sudah menyukai mu tetapi aku tidak tau caranya mendekati mu dengan sikap mu yg introvert itu." ucapnya secara rinci kepada zahra.
Zahra masih mematung, diantara lain hatinya senang tetapi dia tidak tau harus menjawab apa.
tiba-tiba ardian berdiri dari duduk nya dan berlutut di hadapan zahra.
"apakah kamu mau menjadi kekasih ku, zahra?." ucapan nya sukses membuat hati zahra luluh dan akhirnya menerima nya sebagai kekasih dia.
"iya" jawab zahra dengan senyuman nya, baru kali ini dia tersenyum lebar di hadapan orang yg dia suka.
"terima kasih zahra." memeluk zahra dan memberikan nya bunga mawar berwarna merah. mereka saling berbagi senyuman.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
3 bulan berlalu...
hubungan zahra dan ardian sejauh ini baik sekali, dan zahra pun mulai terbuka apalagi dengan ardian. dia tidak lagi di juluki sebagai gadis yg banyak diam dan juga dingin.
"selamat pagi semua." sapa zahra dengan tersenyum.
rekan kerja nya binggung dengan perubahan sikapnya,agak sedikit canggung menurut mereka.
seperti biasanya zahra menemui ardian di ruang milik nya, semua pegawai kantor tau jika zahra adalah kekasih bos, zahra meminta izin kepada ardian ingin keluar sebentar, awalnya di larang oleh ardian tetapi karena mawar memohon dan pada akhirnya di setujui oleh ardian.
"ardian, boleh aku keluar sebntr?." tanya zahra
"tidak!, kau mau kemana dengan siapa? dengan pria?." bertanya panjang lebar kepada zahra.
"tidak, aku hanya ingin keluar sebentr sja, aku ingin mencari udara segar." ucap zahra.
ardian akhirnya menyerah dan membiarkan zahra pergi menyikmati udara segar, namun tampa aba-aba zahra langsung mencium pipi ardian sambil tersenyum lalu pergi, dan.tidak lupa mengucapkan terima kasih.
"terima kasih ardianku." ucapnya sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan ardian yg masih mematung itu.
sekilas ardin meraba pipi nya yg di cium oleh zahra, lalu senyum tersungkir di wajah tampan milik nya.
di jalan zahra tersenyum bahagia, dia ingin membelikan sesuatu untuk ardian nya. dia pergi kesebuah mall di dekat kota, dia melihat-lihat hadiah yg cocok untuk ardian. beberapa lama dia mencari dan akhirnya dia menemukan hadiah yg tepat untuk ardian.
Sebuah jam dia pilih untuk kekasih nya itu, dia tersenyum membayangkan wajah tampan milik ardian kekasihnya.
setelah itu dia pulang, karena dia mendapatkan sms dari ardian kekasih nya agar segera pulang, karena hari pun sudah sedikit gelap.
di kamar zahra menulis sebuat surat untuk ardian, surat dan kotak jam tangan yg dia beli tadi, dia menulis surat itu sampai tengah malam sampai diri nya tertidur di meja bekerja nya.
keesokan nya, kebetulan hari itu adalah hari sabtu dan otomatis dia libur, dia memberi sms kepada ardian untuk bertemu di sebuah taman..
di perjalanannya terlihat senyum seorang zahra, membayangkan wajah kekasih nya ardian terkejut dengan hadiah yg dia berikan, namun di tengah jalan karena terlalu senang dia tak melihat ada sebuah truk besar mengarah ke arah nya. Dan...
BRAKKK!
sementara itu di taman sudah ada seorang pria tengah menunggu kekasih nya, pria itu siapa lagi kalau bukan ardian kekasih zahra, dia menunggu di kursi taman sambil memegang sebuat bucket mawar dan handphone milik nya, dia mengirimi beberapa sms kepada zahra namun tak di jawab oleh zahra.
Rasa khawatir kian menyelimuti diri nya, dia berkali-kali menelpon zahra, berkali-kali dia menghubungi nya ponsel milik zahra tidak dapat di hubungi.
Ting...
bunyi ponsel milik nya, dia buru-buru melihat nya berharap sms dari zahra, namun nihil ternyata itu bukan dari zahra melainkan berita dari internet bahwa ada seorang gadis terabrak oleh truk.
dia langsung terkejut, tatapan mata nya kini panik. berharap gadis itu bukan lah zahra.
dia menyetir mobil nya ke lokasi kecelakaan itu, dia mengebut tak peduli apapun yg hanya di pikiran nya adalah satu yaitu zahra.
"Zahra, Kumohon jangan sampai terjadi sesuatu dengan mu." ucapnya panik, panik yg tidak di buat-buat oleh nya. dia benar-benar panik sekarang.
sesampai nya di lokasi, terlihat ada banyak darah dimana-mana, garis polisi dan kerumunan orang menghalangi pandangan nya, dia menerobos semua orang yg ada di sana.
"Minggir!." teriak nya.
"maaf pak anda di larang melewati garis polisi ini." kata salah satu polisi yg bertugas di sana.
"minggir!, aku mau lihat. " menerobos masuk.
deg!
gadis berwajah putih pucat dan di penuhi dengan darah lemah tak berdaya, ardian terkejut melihat nya.
"ZAHRAAA!." teriak nya dan menghampiri nya.
"Zahra ini aku sayang tolong bangun, jangan membuat ku panik, ayo bangun, jangan berpura-pura tidur dari ku zahra." kata nya dengan air mata yg sudah menghujani pipi nya.
"tuan, maaf apakah anda keluarga korban?." tanya seorang polisi wanita.
"iya, saya kekasih nya." tanya nya tak berpaling dia masih menatap wajah yg kian memucat itu. memeluk nya dan mencium kening nya.
"maaf tuan, mayat ini akan segera kami bawa kerumah sakit." deg! mendengar kata mayat itu ardian langsung membulatkan mata tak percaya.
"tidak!, ini mimpikan!?, zahra bangun jangan tinggalkan aku!, zahra sayang ayo bangun jangan tinggalkan aku seorang diri di dunia ini." teriak nya kepada zahra, namun nihil tak ada respon sama sekali dari zahra, dan zahra sudah di nyatakan tewas.
"tuan, sepertinya ini ada barang korban ini, ini sebuah kita dan surat seperti nya untuk tuan." kata polisi wanita.
ardian menerima dan membaca surat itu, dia menangis saat membaca nya.
To: Ardian Mahadewa syahputra
"Ardian, ini hadiah untuk mu hanya jam tangan biasa dari ku harga nya jga tak seberapa, tetapi mohon kamu terima ya!, aku membeli nya kemarin, hehe maaf membohongi mu, aku sebenar nya tak menyari angin saja aku jga mencari hadiah untuk mu dan aku menemukan jam tangan, semoga kamu menyukainya ya, aahh,,, dan aku ingin jujur kepada mu, sebenar nya sejak di bangku sekolah akhir aku juga menyukai mu tapi karena kamu tau kepribadian ku yg introvert ini, aku jadi tak bisa jujur kepada mu, sejujurnya aku ingin mengatakan nya waktu itu tetapi aku tak Punya keberanian hehe, tetapi aku sangat bahagia sekarang karena aku bertemu dengan mu dan bahkan aku jauh lebih bahagia saat kamu mengatakan bahkan kamu juga menyukai ku!. terima kasih ardian atas semua perhatian mu kepada ku. i love you so much!, ku harap kau menyukai hadiah ku -Zahra-"
ardian menangis sambil memeluk dan menciumi wajah zahra yg sudah pucat dan dingin itu.
saat pemakaman zahra, ardian meminta maaf kepada orang tua zahra karena dia tak bisa melindungi zahra, dia merasa bersalah akan semua ini. namun keluarga zahra hanya berbicara "ini adalah takdir tuhan, jadi jangan salahkan diri ku ardian.
semua penyelayat sudah pergi kerumah mereka masing-masing begitupun keluarga zahra, namun tidak dengan ardian
"maafkan aku zahra, aku blm bisa melindungi mu, alu membawakan mawar merah kesukaan mu, mawar pertama dan terakhir untuk mu. Selamat tinggal zahra semoga kamu berbahagia di sana." ucap ardian ke makam milik zahra.
dia mencium nisan dan berpamit pulang.
"zahra, aku pulang, maaf aku tidak bisa melindungi mu, semoga berbahagia di sana sekali lagi, aku mencintai mu zahra." ucapnya kembali mengulangi kata-kata nya.
dia masuk kedalam mobil miliknya dan pergi dari makam milik zahra.
"zahra aku benar-benar mencintai mu, selamat tinggal sayang." ucapnya dalam hati.
END-
maaf jika ada kata-kata yg kurang...
By:xxzznryni11
Semoga kalian suka😉.