ini kisah nyata ku di mana semua kejadian ini aku alami sendiri..
seperti biasa aku pulang kerja jam lima sore,dari siang aku sudah merasa badan ku agak sedikit demam yang membuat ku tidak bersemangat bekerja hari ini.
sampai di rumah jam sudah menunjukkan pukul setengah enam aku bergegas mandi,setelah mandi aku langsung, setelah mandi aku langsung rebahan di kasur tipis kosanku.kegiatan seperti itu yang selalu aku lakukan setiap hari.
entah mengapa di ibukota yang begitu ramai aku selalu kesepian,bahkan teman satu kamar pun aku tidak punya,dulu aku tinggal di kosan sebelah cuma aku tidak tahan karena panas dan sirkulasi udara yang buruk membuat kamar terasa seperti dekat dengan api.
akhirnya aku pindah aku mengajak teman temanku yang satu kamar Awal nya mereka mau tapi setelah melihat kamar kosan yang baru mereka tidak mau menurut mereka kamar ku menyeramkan.
tapi aku tidak melihat hal yang aneh,bagiku kamar ini jauh lebih baik dari kamar sebelumnya.walaupun temanku tidak ikut aku tetap pindah walaupun aku harus membayar kamar lebih mahal karena ngekos sendiri.aku punya pacar yang sering aku ajak ke kosan ku, karena kosan ku cukup bebas, tidak ada larangan berkunjung bagi siapapun.
tapi akhir akhir ini pacar ku tidak pernah menelepon atau pun berkunjung,aku mencoba mendatangi nya dan menanyakan kenapa dia tidak pernah mampir ke kosan ku,tapi dia selalu mengelak dan mengatakan bahwa dia sedang sibuk.hingga suatu hari aku mendatangi tempat kerja nya.
"sayang"panggil ku
dia hanya melihat ke arah ku sekilas dan melanjutkan pekerjaan nya,dan aku tau dia hanya pura pura sibuk karena aku tau jam segini waktu nya dia pulang.
aku sudah tidak tahan karena penasaran ada apa dengan nya sudah hampir satu bulan tidak pernah menelepon atau ke kosan padahal biasanya tiap malam Minggu dia selalu datang ke kosanku.
aku liat dia berbisik dengan temannya.
"tunggu aku kita pulang bersama"ucapnya.
hatiku senang sekali aku berharap semua baik baik saja seperti sebelumnya.
"kita bicara di taman aja"ajaknya setelah keluar dari area pertokoan tempat kami bekerja.aku hanya mengikuti langkahnya dan duduk di bangku di sekitar taman itu.
"bukankah kita masih pacaran"ucapnya.
aku bingung apa maksud dari ucapannya.
"maksud kamu gimana,aku ga ngerti"ucapku
aku liat dia menghela napas.
"mari kita putus"ucapnya
aku terkejut dengar ucapannya,
"kenapa, bukan kah hubungan kita baik baik aja"ucapku dengan suara bergetar,aku tidak menyangka dia akan mengatakan semua ini.
"kita sudah pacaran 2 tahun,dan itu bukan waktu yang sebentar"lanjut ku sambil menahan air mata ku.
"apa kau pikir aku juga mau memutuskan hubungan ini kalau tidak ada sebabnya,kamu yang menghianati hubungan ini bukan aku"ucapnya aku melihat ada kekesalan di mata nya, tidak bukan kesal lebih ke marah yaa aku melihat kemarahan di matanya,
"tolong jelaskan padaku ada apa sebenarnya, jujur aku bingung dengan semua ini"ucapku aku menahan diri untuk tidak menangis atau marah padanya.
"kamu ingat kamu menelepon ku dan menanyakan kenapa aku tidak datang"ucapnya
aku mengangguk aku ingat pulang kerja aku langsung mandi dan menunggu nya sambil rebahan,tapi dia tidak kunjung datang hingga aku terbangun dan jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"jam enam aku datang ke kosan kamu dan apa yang aku lihat,kamu sedang tidur bersama seorang pria,dan pria itu sedang mencium mu"ucapnya sambil menghela napas.
jedeeeer...
aku terkejut bukan main apa yang dia katakan,aku tatap kedua matanya tapi tidak ada kebohongan,
"apa yang kamu katakan sayang aku di kosan menunggumu dan aku tidak sengaja ketiduran,dan kamu tau sendiri aku tidak punya teman cowok kan"ucapku meyakinkan walaupun aku sendiri bingung pria,pria siap yang ada di kamarku tidak mungkin penghuni kamar sebelah.
"dia bukan penghuni kosan situ aku hapal wajah semua orang di situ karena aku sering berbincang dengan mereka"ujarnya
aku stres memikirkan semua ini,sampai terbersit di pikiran ku.kalau ini hanyalah akal-akalan nya saja ingin mengakhiri hubungan ini.
"apa ini hanya alasan mu saja,biar hubungan kita berakhir"ucap ku.ya, hanya ini alasan yang masuk akal bagiku,kenapa tidak bilang langsung saja kalau kamu ingin mengakhiri hubungan ini, tidak usah bilang aku berselingkuh dengan pria yang aku sendiri tidak tau siapa pria itu"ucapku panjang lebar.
aku pun pergi meninggalkan dia yang mungkin masih shock akan kata kataku.
akupun pulang perduli s***t*n lah pikirku, kalau dia putus ya putus aja, walaupun sedih juga sih karena dua tahun bukan lah waktu yang sebentar.
begitu sampai kosan aku langsung melempar tas
ku dan meringkuk di kasur tipis sambil menangis.
hingga aku tertidur.
oh iya kenalin nama ku sila usiaku 18 tahun aku bekerja di proyek Pasar s****n.cuus balik lagi ke cerita guys
tanpa sadar aku tertidur,aku membuka mataku kala ada seseorang yang sedang mengelus rambut ku.
aku mengerjab bingung siapa orang ini pikirku,
"papih apa Kaka cantik sudah bangun"terdengar suara kecil yang tidak lama seorang anak balita muncul menghampiri kami,ya kami aku dan pria yang tadi mengelus rambut ku.
aku memandangi pria dan anak kecil tersebut bergantian,dari wajah keduanya yang terlihat mirip aku yakin mereka memang ayah dan anak seperti tadi dia memanggil nya papih.
aku bangun dari tidur ku dan ku liat sekeliling,aku merasa asing dengan tempat ini.
"ini di mana" tanya ku
"Kaka Kaka ada di rumah ku"jawab anak balita itu.
pria itu hanya tersenyum sambil menatapku pria dengan wajah oriental begitu pun anak itu,tapi aku merasa agak aneh wajah keduanya seperti mungkin pucat lebih tepat menggambarkannya.
dan satu lagi di saat tidak ada yang berbicara, suasana sedikit mencekam dan seperti tidak ada kehidupan Sama sekali.
"Kaka mau ikut aku ga"suara balita itu memecahkan lamunanku.
"kemana"kataku sambil tersenyum dan mengelus rambut panjang balita itu.
"oh ya siapa namanya"lanjutku lagi
"Audrey,tapi papih memanggil ku Mey Mey"jawabnya sambil tersenyum.
"baiklah Mey Mey ayo sayang mau ngajak Kaka kemana"ajakku
dia menggenggam tangan ku,aku tersentak dan hampir menghempaskan pegangan tangannya,untung aku masih bisa mengendalikan diri, bagaimana tidak terkejut tangan nya sangat dingin seperti habis berendam di air.
Mey Mey membawaku keluar dari rumahnya,dan keanehan pun terjadi lagi.
begitu membuka pintu aku melihat sekeliling dengan heran,aku melihat rumah rumah yang terbuat dari kayu dan atapnya yg dari ijuk kaung (pohon aren).dan rumah nya ada agak tinggi jadi harus menaiki tangga kecil untuk menuju pintu.
suasananya sangat ramai kalau di lihat banyak nya anak anak kecil yang sedang bermain dan para wanita yang sedang duduk di tangga depan rumah masing-masing.tapi aneh nya terasa sepi tidak ada suara apapun dan kala itu seperti senja entah aku tidak melihat jam berapa sekarang.tapi perkiraan ku sekitar jam setengah enam soalnya tidak terlihat matahari, langit seperti redup.mey Mey membawaku menuju ke tempat anak anak yang sedang bermain.aku melewati ibu ibu yang sedang duduk di depan pintu dan ingin menyapanya tapi aku urungkan soalnya dia seperti enggan melihatku.begitu tiba di tempat anak anak bermain Mey Mey langsung bergabung dan bermain bersama.
"Mey Kaka kembali ke rumah yaah,Kaka tunggu di rumah aja"ucap ku pada Mey Mey aku pun berlalu setelah melihat Mey Mey mengangguk kan kepalanya.
akupun kembali berniat ke rumah tadi,tapi aku bingung yang mana rumah nya sampai akhirnya Mey Mey menggenggam tangan ku,aku tersenyum dan kami pun pulang.dirumah aku melihat sudah tersedia aneka makanan,dan kami pun makan bersama.
setelah makan aku dan pria itu duduk di ruang tamu.aku ga sadar kalau rumah di dalam dan luar berbeda di dalam rumah seperti pada umumnya.ada ruang tamu dan dinding nya terbuat tembok selayaknya rumah biasa bercat putih,aku bermain bersama Mey Mey dan papih nya hanya duduk sambil memandangi kami lebih tepat nya memandangiku.dia jarang sekali bicara hanya tersenyum,dan menjawab bila Mey Mey atau aku bertanya.
aku memandangi Mey Mey dan merasa aneh aku melihat Mey Mey seperti lebih pucat dari pada tadi,aku memegang kening nya tapi badanya tidak panas malah lebih dingin seperti kita memegang air.
"aku mau keluar sebentar"ucap Mey Mey sambil berlalu dengan cepat.
pria itu menghampiri ku dan mengulurkan tangannya
"kita belum berkenalan secara resmi"katanya sambil tersenyum.
"Johan"lanjutnya lagi .
aku menyambut uluran tangan nya sila ucap ku sambil tersenyum.
"apa kamu senang di sini"katanya
"hmm lumayan"kataku.
di sini tenang damai dan aku merasa betah di sini
"kamu boleh tinggal disini selama nya"ujarnya sambil tersenyum
"benarkah"ucapku.
dia mengangguk kan kepalanya,aku tatap wajah pria yang duduk di sampingku ini.wajah yang tampan walaupun agak pucat.tanpa sadar dia sudah mendekat ke arah ku yang seperti terhipnotis terus menatap ke arah nya.
dia mendekat kan wajah nya ke wajahku,aku memejamkan mata saat kurasakan hidupnya menggesek hidungku,aku sama sekali tidak merasakan hembusan nafasnya.tapi aku tidak menyadari itu aku hanya fokus pada wajah yang sudah dekat dengan wajahku.aku memejamkan mata saat aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku, dingin itu yang kurasakan,tapi tiba tiba
"jangaaaann..."teriak Mey Mey kencang sambil mendorong tubuhku.
aku seperti di hempas oleh kekuatan besar yang menyebabkan aku terbangun dengan terengah-engah,aku mendengar gedoran di pintu.
aku diam aku bingung ada di mana ini.aku baru ingat ini adalah kosanku.
lalu.....kemana pria dan anak tadi dan rumah nya.
dog dog dog
terdengar kembali pintu di gedor dari luar,aku menghampiri pintu dan membukanya.terlihat beberapa orang menatapku.
"mba apa mba baik baik saja"kata wanita paruh baya sambil menatap ku
aku tersenyum dan menjawab,"saya baik baik saja Bu terimakasih"jawabku.
"baiklah mba kalau tidak apa apa kami khawatir karena mba sudah dua hari ga keluar kamar,kami takut mba sakit"ujar ibu tadi .
"baiklah ayo kita pergi,mari mbak"lanjutnya
aku hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepala.
aku kembali menutup pintu dan duduk sambil memikirkan apa yang terjadi,
aku teringat pria dan Mey Mey, jujur aku merindukan mereka, padahal aku sudah bisa berpikir dan tau apa yang terjadi.
"Mey Mey,Johan bisakah kalian datang,aku kesepian tolong jemput aku lagi....
_the and_