"pemeriksaan hari ini sudah selesai yah" ucap seorang dokter.dokter iti pun pergi meninggalkan seorang gadis kecil sendirian di dalam kamar rawan inap.
gadis itu duduk di pnggir kasur nya, lalu dia melompat turun dan berkata.
"jalan-jalan ahhh"
melewati koridor rumah sakit, tercium aroma obat-obatan yang kental.dokter berlalu lalang, suster yang berjalan membawa dokumen, atau pengunjung rumah sakit juga dia temui.
sampai akhirnya, gadia kecil itu sampai di taman rumah sakit.tempat yanb asri namun sepi.tidak ada seorang pun disana kecuali seorang anak laki-laki yang duduk diam disana.
gadis kecil itu pun mendatanginya.
"hei, kamu ngapain disini?" tanyanya
"duduklah" jawab anak laki-laki
"oooh" dan gadis itu pun duduk di samping sang anak laki-laki.
"eh eh eh, kamu kenapa di rumah sakit?" tanya sang gadia kecil polos.
"ya karena sakit lah.masa ada orang sehat ke rumah sakit" jawab anak laki-laki.
"tapi ka, dokter ku itu sehat, kenapa kok dia ke rumah sakit setiap hari padahal tidak sakit?" tanya lagi sang gadis kecil.
"karena itu adalah kewajibannya" jawab anak laki-laki
"kenapa kok jadi kewajibannya?" tanya lagi si gadis kecil.
"karena dia bekerja sebagai dokter makanya itu jadi kewajibannya" jawab sang anak laki-laki.
"kenapa?" tanya gadis kecil.
"karena itu adalah profesinya" jawab anak laki-laki.
"kenapa?" tanya lagi dan lagi gadis kecil.
"kau ini banyak tanya pula" karena kesal, anak laki-laki pun mengakhiri pertanyaan sang gadis kecil.
"ooh hehe namanya kepo kan" dan mereka pun diam selama beberapa saat sampai sang gadis kecil kembali bertanya.
"oh iya, nama mu siapa?" tanya nya
"Ken" jawab singkat Ken.
"kalo aku Ellie, salam kenal yah" ucap Ellie disertai senyum cerianya.
"hm"
setelah pertemuan itu, Ellie dan Ken cukup sering bertemu dan bermain bersama.
terkadang Ellie suka mengerjai Ken, terkadang mereka mendengarkan lagu, mereka juga suka berkeliling rumah sakit.
setelah beberapa minggu, waktu Ellie untuk pulang pun tiba.dia sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, meski begitu dia tetap setiap hari pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Ken.
tidak disangka, hari sudah berganti bulan, dan bulan bergantj tahun.sekarang sudah 1 tahun mereka berteman.
di suatu hari yang cerah, di taman rumah sakit mereka berada, Ellie bertanya.
"hei Ken, kok kamu gak keluar keluar dari rumah sakit sih?" tanya Ellie.
"kamu sakit apa?" sambungnya lagi.
"rahasia dong" jawab Ken.
"ish gak asik ah" dan mereka pun diam sambil memandang langit biru cerah.
"hei El" panggil Ken.
"hm?"{Ellie}
"jika suatu hari aku mati, kau bagaimana?" {Ken}
"jangan ngomong gitu dong!! kita kan bakal berteman selamanya sampe kambing bisa terbang yakan!!" ucap Ellie sedikit ngamuk ke Ken.
"iya sih tapi 'jika'. 'jika' suatu hari nanti aku mati kau bagaimana?" tanya Ken lagi.
Ellie diam sejenak, sambil memandang biru nya langit dia berkata.
"semua makhluk hidup pasti akan mati, yang membedakan hanya waktu.tapi kalo Ken pergi lebih dulu sebelum aku tentu saja aku akan sedih.lagi pula Ken kan teman ku.yakan" jawab Ellie sambil tersenyum cerah.
di mata Ken, bahkan langit pun tidak bisa mengalahkan cerahnya senyuman Ellie.
Ken tersenyum lalu berkata.
"terima kas-" tapi sebelum berhasil meznyelesaikan perkataannya, Ken merasakan sakit yang teramat sangat pada dirinya.
UHUK!
dia pun memuntahkan seteguk darah sampai sebelum dia limbung dan tubuhnya terjatuh ke samping.
"Ken? KEN?! KEEEEN!!!" para dokter dan suster yang mendengaf teriakan Ellie pun langsung berlari menghampiri dua anak kecil itu.
Ken langsung saja dibawa menuju Unit Gawat Darurat.
Ellie yang tidak di perbolehkan masuk hanya bisa menunggu di luar seraya berdoa kepada yang Maha Kuasa untuk keselamatan Ken.
tidak berselang lama orang tua Ken pun datang.mereka juga ikut menunggu dan berdoa.
pada saat seperti ini, kita tau, betapa lemahnya diri kita di hadapan Sang Maha Kuasa.
=beberapa hari kemudian=
Ellie pergi lagi mengunjungi Ken.di dalam ruangan dimana ada berbagai alat penunjang hidup dan alat pendeteksi jantung berada, di antara itu ada Ken yang sedang terbaring nyenyak.
Ellie masuk ke dalam lalu duduk di samping Ken dalam diam.
tidak di sangka, Ken memanggil nama Ellie.
"Ell....ie" dengan suara seraknya dia mencoba menggapai Ellie dengan tangannya yang bergetar.
"Ken? KEN?! ka-kau sudah sadar! aku- aku akan memanggil dokter" baru saja ingin beranjak pergi Ken menahan Ellie.
"Ken?"
"Ellie..te..rima..kasih...dan..sampai...jum...pa...la..gi.." dengan senyuman lemah, tangan Ken pun terjatuh dan alat pendeteksi jantung berbunyi.
TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT.....
nafas Ken terhenti, untuk selamanya.
"Ken? Ken? ka-kau kenapa? tidak...TIDAK!! KEN?!BANGUN KEN!! ARRRRGGGGHHHHH KEN HUHUHU!!" mendengar suara tangisan pilu, para suster yang sedang melewati ruangan itu pun masuk, melihat tubuh Ken yang sudah tak bernyawa dan Ellie yang hanya bisa menangis pilu di sampingnya sambil memegang telapan tangan temannya itu.
'terima kasih dan sampai jumpa'
kata-kata terakhir Ken, yang akan selalu terpatri dalam diri Ellie.
sampai jumpa lagi, teman ku