hai...
aku mau cerita tentang dua sahabat
namun kini mereka tak bersama lagi.
so...jadi gini..
dulu,sekitar 6 tahun yang lalu mungkin
mereka ini pada awal mereka tidak disekolah yang sama
mereka berbeda sekolah
(btw,ini waktu mereka sd)
sebut mereka sebagai si 'A' dan si 'B'
jadi dulu si 'B' ini masih kelas 4 sd
nah itu waktu di pertengahan semester
jadi waktu pertengahan semester itu
si 'B' kan lagi duduk anteng di kelasnya
terus guru masuk,dan ada murid lain juga yang masuk
guru bilang dia itu anak baru disana
si' 'B' biasa aja.
sebut anak baru ini si 'A'
si 'A' memperkenalkan diri di depan kelas
dan setelah itu dia duduk di bangku yang kosong
di hari itu masih gak ada apa²
namun beberapa hari/minggu lah ya
si 'A' ini lagi main sama teman sebangku si 'B'
nah waktu itu teman sebangku si 'B' ngajak si 'B' buat ikutan main
si 'B' nurut² aja,soalnya si 'B' itu dulunya anaknya pendiam banget dan pemalu gitu jadi ya dia nurut ² aja.
jadi mainnya kan si 'B' harus ke meja nya si 'A' ya
jadi ya si 'B' datengin tuh mejanya si 'A'
dan disitulah awal mereka kenalan,terus mulai ngobrol bareng.
dan beberapa minggu setelah itu
mereka sering main bareng.
(aku skip disaat mereka udah kelas 5 ya)
saat mereka kelas 5
mereka makin sering bareng
dikelas mereka duduk sebangku
setiap istirahat mereka juga bareng
waktu diluar sekolah mereka sering main bareng kayak main ke taman,ke warnet,ya gitu gitu lah.
nah langsung intinya ya..
jadi waktu itu kan mereka lagi main karet.
sama satu temen lagi,ya sebut dia si 'D'.
nah waktu di tengah permainan
si 'B' sama si 'D' ini.
niat mau ngerjain si 'A' dengan cara sembunyi.
dan si 'A' pergi karena gak liat si 'B' dan si 'D'
nah terus si 'B' ikut pulang ke rumah si 'D' nih
disana mereka main hp.
mereka chatingan sama si 'A'
dan bodohnya si 'B' dia malah ngetik kata "jamet".
bodoh gak sih?bodoh banget tau.
nah disitu si 'A' bener² marah.
masalah nya selama mereka bareng tuh si 'A' baik banget sama si 'B'
bodoh si 'B' ada pikiran buat ketik kata "jamet" itu.
namun itu sudah terjadi,mau diapain?.
jadi mereka mulai lost contact.
si 'B' bener² artiin itu sebagai candaan,kata "jamet" sebagai candaan.
ia tak benar² tahun arti kata "jamet" ini,atau sesensitif nya kata "jamet".
namun ya,si 'B' tak berpikir kalo si 'A' bakal semarah itu.
sampai sekarang si 'B' mencoba mencari kontak si 'A'
namun ya tidak berhasil.
ia hanya ingin meminta maaf
kejadian hari dimana perpisahan itu terjadi selalu tergiang di kepala si 'B'
jadi dia mencari si 'A',supaya mungkin setelah mendengar kalo si 'A' sudah memaafkan dia,si 'B' akan lebih tenang.
.
.
.