Aku Tinia umur ku saat ini udah 17 tahun ini adalah kisah penulisnya yaitu sarviani. Ini benar benar kisah nyata aku. Hari ini aku teringat dengan masa masa ku saat di SMP aku sekolah di pedesaan dan paling dekat dengan rumah ku. Waktu itu aku kelas 9.
Aku sekelas dengan Yasirudin. aku sekelas dengan nya cuman satu kali yaitu kelas 9 doang. Dan di awal aku kelas 9 aku di sambut dengan beberapa kejadian yang gak aku mengerti. Aku duduk di depan Yasirudin dan aku merasa ada yang melihat ku tapi aku tidak berani sama sekali menengok ke belakang. Dan saat beberapa hari tempat duduk ku di belakang pojok kanan dan Yasir ada di depan kiri.
Yang mengherankan waktu aku bercanda dengan Riska yang Duduk di samping aku setelah itu terdengar suara "di dekatin didekati" dan semua orang melihat ke Yasir yang jalannya menuju ke tempat duduk aku. karna aku malu tertunduk melihat ke samping dan ternyata Yasir berdiri di samping ku dan melihat ke luar jendela. Saat itu yang ku rasah hanya bingung dan tidak mengerti apa maksud Yasir ke aku. Dan waktu itu Yasir duduk di meja temannya aku mendengar "yakin kamu suka dengan nya?" aku semakin bingung siapa yang ia maksud.
Beberapa Minggu kami ulangan PPKN. guru menyuruh ku duduk dengan Yasirudin dan Slamet aku dan Yasir duduk di pinggir, slamet tengah. waktu itu aku melihat nya sangat serius mengerjakan ulangan dan membelakangi aku dan Slamet. tentu saja aku senang melihatnya sangat semangat seperti itu. jadi aku sangat sangat tidak fokus memikirkan nya.
hingga udah selesai kami menukarkan kertas kami di satu meja itu. dan tidak aku sangka dia nilai nya lumayan rendah tidak seperti biasa nya. aku bingung apakah dia gugup?
Yasir itu sebenarnya pintar sekali saat kami di suruh mengerjakan 1 soal fisika dan siapa yang sudah selesai langsung di periksa oleh guru. waktu itu dia maju duluan dan jawabannya selesai. karna aku tidak tau aku bertanya " siapa yang maju duluan". teman aku menjawab " Yasir "
ouw hebat ya dia itu yang terfikir di otak ku. di waktu lain kami praktek masak nunged lele dan yang aku herankan. dia minta ke orang lain dia memaksa tapi kalo dengan ku dia tidak memaksa sama sekali.
" minta tin?" Yasir
"gak mau ini punyaku"aku
dia langsung pergi begitu saja padahal tadi dia minta ke orang lain sangat memaksa.
" iya iya ini!" aku.
aku melohatnya tersenyum manis sekali.
sangat mengherankan kenapa aku tidak pernah 1 kelompok dengannya. aku satu kelompok dengannya hanya sekali. dan waktu itu aku cewek sendirian makanya aku sangat santai tidak berfikir apapun. aku mendengar temannya berkata " jangan di apa apain loh sir!" mereka semua seperti tau gimana perasaan nya Yasir dan aku tidak mengetahuinya sama sekali. mereka semua tertawa terbahak bahak saat itu.
di waktu aku hampir lulus aku aku melihat Yasir bercanda dengan temannya. asik sekali aku hanya memandang nya diam diam. saat ia duduk di samping ku jantung ku berdegup kencang. waktu itu temanya sangat sangat mengejeknya tambah malu aku waktu itu. tiba tiba teman aku dari kamar mandi ia berkata " Damar tin itu Damar cie" teman ku.
"apa dia bukan siapa siapa ku" aku sangat mengecas sekali dan berdebat tentang mantan gebetan itu. aku melihat Yasir sangat sangat lesu sekali.dia menunduk seperti sangat lemas dan kecewa.
pertanyaan ku hanya 1 apa kah dia suka dengan ku?