Hai kenalin nama ku Thania 🙂 Aku duduk di kelas 1 SMP🙂
Aku mempunyai sahabat bernama Kaila dan Naila😋, kami sering selalu bersama🙂 yah seperti: ke kantin bareng, main bareng, jalan bareng, ngobrol bareng tapi terkadang ngobrol kita ini omongin orang lain 😅😂, satu orang mau buang air kecil semua ke toilet 🙃🤣, nah ini nih yang tak sama bareng sahabat menyukai seorang lelaki atau biasa kita sebut doi 😆😉.
Aku suka sama Jery
Kaila suka sama Riki
Naila suka sama Rifal
Doi kami ini sahabatan juga 😆🙃, kalau jam istirahat saya dan sahabat saya ke kantin dulu, kalau udah ke kantin baru deh kita nonton doi di lapangan basket 😘😋, dulu kami tidak begitu suka dengan basket tapi karna pandangan pertama yang kami lihat di doi, jadinya kita suka basket deh, tapi kalau doi kita yang main basket yah pastinya kita usahain tidak telat nontonnya 😊😎.
Cuman sayang doi kami itu tidak tau kalau kami suka padanya! yah sebenarnya kami mau ungkapkan isi hati kami ke doi kita cuman yah gengsi ajah karna kita cewek ntar apa kata teman kita kalau cewek yang ungkapkan isi hati 🤓.
Doi kita itu bersebelahan sama kelas kita aku dan sahabatku kelas 7.2 dan doi kelas 7.1 😋 terkadang kalau guru tidak masuk kelas kami selalu lewat ke kelasnya 😆, yah sampai teman satu kelas doi kita nanyain: kamu kenapa sih lewat mulu depan kelas ku? tapi kami jawabnya alasan karna mana mungkin kita jawabnya jujur yekan? 😘
Skip...
Sampai suatu ketika saking penasarannya kapan ultah doi kami, aku dan sahabatku nyari IG nya, yah tapi dia tak cantumkan no hp-nya 🙃, kami pun follow akun doi kami, sampai teman satu carteran doi kami bilang sama kami: kau follow Jerry, Riki, Rifal? jawab kami: Emmm Kaila yang klik follow Jery, Aku nggak sengaja follow Riki, dan Naila follow Rifal, terus teman satu carteran doi kamipun percaya. Tapi sebenarnya kami yang dari dalam hati yang langsung follow, tapi kami nuduh-nuduh 🙃😂.
Kami selalu saja bertemu. Ntah kenapa hari demi hari doi kami sering menatap kami juga, yah bukannya kita kegeeran yah tapi perasaan dan kenyataan yang kami lihat emang bener! Kami langsung salting sendiri, yah boleh di kata jantung kita itu berdebar lebih kencang pada saat doi kita itu masuk di dalam kelas kita 😣 rasanya ingin sapa cuman mulut ini tak bisa berkata apa-apa cuman jantung yang ada reaksinya 😃.
Pada saat ekskul
Saya, Naila dan Kaila beda ekskul, cuman Naila dan Kaila yang sama ekskulnya.
kalau aku ekskul paduan suara, Naila dan Kaila ekskul karate, Jery ekskul futsal, Riki dan Rifal ekskul voli.
Nah ekskul paduan suara dan ekskul futsal itu dekat jaraknya, tapi kalau ekskul paduan suara dan ekskul voli itu jauh jaraknya, tapi ekskul karate dan ekskul voli jaraknya itu dekat.
Pada saat jam ekskul di situlah kami berpisah sama sahabat kita itu. Yah cuman aku dan Jery ajah yang berpisah dengan sahabat. Kalau ekskul paduan suara itu biasanya ada jam istirahatnya, nah biasa aku dan teman ekskul aku pergi ke lapangan futsal untuk nonton, yah dalam hati aku, aku menyemangati Jery, tapi kalau teman aku lihat sih aku cuman diam ajah nggak dukung siapa-siapa 😅😆.
Pada saat ekskul selesai, aku cepat-cepat menuju ke tempat ekskul Naila dan Kaila, sama juga dengan Jery dia langsung menuju ke tempat ekskul Riki dan Rifal, di saat itulah biasa aku jalan berada di belakang Jery, atau berada di sisi yang sama, tapi kita tidak saling bicara 😞💔
Skip...
Pada saat itu aku dan sahabat aku, Jery dan sahabatnya Jery bersamaan menuju ke pintu gerbang bareng 🙂, biasa terjadi tatapan yang begitu cepat, yah kalau aku di tatap sama Jery biasa aku langsung melihat ke arah lain, karna kalau aku di tatap sama laki-laki entah kenapa aku jadi yah gitulah pasti kalian paham, nah biasa Naila dan Kaila negur aku katanya: Nia tatapan kamu jangan gitu, ntar di sangkanya kamu ketus banget sama Jery. Di situ aku berfikir aku nggak bisa mentapi matanya karna biasa kebawa suasana 🙃.
Tapi Naila dan Kaila sama-sama menatap doinya begitu juga dengan doinya yang menatap kembali tatapan itu. Yah biasa juga doi kami tertawa karna tingkah laku kami 😳
Skip...
Sampai pada saat udah pengambilan ijazah SMP sekolah kami tak pernah saling menyapa, ngobrol, atau saling senyum💔.
Tapi aku malah menyesal karna: kenapa nggak dari dulu aku usahakan sapa dia, saling bicara, kalau dia tatap aku juga akan tatap, yah aku cuman bisa tatap dia dari jarak jauh saja🙂 dan bukan dari dekat lagi 💔😩, dan tidak bisa melihat senyumannya dia lagi yang terukir di wajahnya. Karna aku tak berani bicara sama dia, padahal aku tau dia orangnya bisa di ajak bicara, tapi yah sudahlah mungkin itu yang terbaik antara aku dan dia!🙂
Dahlah, ini akan kupastikan tak akan ku ulangi lagi!
Kisah ku ini tak akan ku ulangi di SMA, kalau di SMA aku akan lebih mudah tersenyum, bisa menatap wajahnya, dan paling terpenting bisa ngobrol sama dia. Agar aku tak akan menyesal untuk kedua kalinya🙂.
Terima kasih buat kamu yang sudah membaca kisah Thania 😘😍🔥
Jangan lupa;
❤Like
😍Komen
Mampir di novel chat story aku 🙂😎