Perkenalkan namaku adalah Irfandi, aku juga mempunyai saudara kembar bernama Arfani.
Aku berkenalan dengan mahasiswa bernama Titah di media sosial (Facebook), dia membuat aku nyaman dan dia sungguh berbeda dari perempuan yang pernah dekat dengan ku, dia membuat aku jatuh cinta lagi setelah aku putus dari mantan pacarku.
Umur kami berbeda empat tahun, ya saya akui dia lebih tua dariku.
Dia baik, jujur, setia, dan bisa menerima aku apa adanya, tidak memandang pekerjaan ku yang hanya tukang ojek online.
Purwokerto
Di rumah Irfandi,
Di kamar Irfandi dan Arfani..
"Hadeh..", Irfandi mengeluh pada dirinya sendiri.
"Sampeyan punapa Fandi?"
(Kamu kenapa Fandi?), tanya Arfani.
"Inyong kesel Fani"
(Saya capek Fani), jawab Irfandi.
"Kesel punapa Fandi?"
(Capek kenapa Fandi?), tanya Arfani lagi.
"Inyong mencari pacar saking wingi ugi sampeyan tau punapa ingkang terjadi sedaya putri melihat inyong namung sebagai ojek online kemawon ugi sampeyan ugi tau Fani saben putri ingkang inyong pacari namung menginginkan bucal inyong kemawon"
(Saya mencari pacar dari kemarin dan kamu tau apa yang terjadi semua perempuan melihat saya cuma sebagai ojek online saja dan kamu juga tau Fani setiap perempuan yang saya pacari hanya menginginkan buang saya saja), jawab Irfandi lagi.
"Maksute sampeyan niku matre ta Fandi?"
(Maksudnya kamu itu matre Fandi?), tanya Arfani lagi.
"Inggih Fani.."
(Iya Fani), jawab Irfandi.
"Sing sabar, sing legowo Fandi, gusti Allah uwis mempersiapkan wadon sing lewih apik, saka wingi"
(Yang sabar, yang ikhlas Fandi, gusti Allah sudah mempersiapkan perempuan yang lebih baik, dari kemarin)
"Sampeyan bener Fani, eh hp ne inyong moni"
(Kamu benar Fani, eh hpnya saya bunyi)
"Ana sing order ojek sampeyan?"
(Ada yang order ojek kamu?), tanya Fani.
"Ora ono, Facebook"
(Gak ada, Facebook), jawab Irfandi.
"Oh Facebook sampeyan, sapa, bocah udu?"
(Oh Facebook kamu, siapa, bocah bukan?), tanya Fani lagi.
"Udu Fani, ana sing njaluk konfirmasi pertemanan nang Facebook e inyong"
(Bukan Fani, ada yang minta konfirmasi pertemanan di Facebook nya saya), jawab Irfandi lagi.
"Lanang, wandon?"
(Laki-laki, perempuan?), tanya Arfani lagi.
"Wadon.."
(Perempuan..), jawab Irfandi.
"Oh.., ayu ora Fandi?"
(Oh.., cantik gak Fandi?), tanya Arfani lagi.
"Sik tak deleng sik nggih profil e"
(Sebentar ku lihat dulu ya profilnya), jawab Irfandi lagi.
"Inggih Fandi"
(Iya Fandi), seru Arfani.
25 menit lagi..
Masih di kamar Irfandi dan Arfani..
"Kepriwe Fandi?"
(Bagaimana Fandi?), tanya Arfani.
"Ayu.."
(Cantik..), jawab Irfandi.
"Mana njajal inyong deleng"
(Mana coba saya lihat)
"Kiye loh Fani"
(Ini loh Fani)
"Wah inggih nggih ayu banget"
(Wah iya ya cantik sekali)
"Eh panjenenganipun chat inyong loh.."
(Eh kamu chat aku loh..)
"Nggih wis nang wales chat e"
(Ya sudah di balas chatnya)
"Inggih, kiye anyar kepingin inyong wales chat e"
(Iya, ini baru mau saya balas chatnya)
Bandung
Di rumah Titah,
Di kamar Titah..
"Duh yang ini susah banget sih, chat kak Fira saja deh..", Titah mengeluh saat mengerjakan tugas kuliah nya.
Di ruang tv..
"Yo.."
"Inggih pak"
(Iya pak)
"Titah pundi?"
(Titah mana?), tanya pak Krisna.
"Boten mangertos kula pak, cobi takon mas Renal wae pak"
(Gak ngerti saya pak, coba tanya mas Renal saja pak), jawab Tiyo.
"Nal.."
"Muhun pak.."
(Iya pak..)
"Titah timanten?"
(Titah dimana?), tanya pak Krisna lagi.
"Teuing pak, tina tadi kuring teu melihat Titah timanten"
(Entah pak, dari tadi saya tidak melihat Titah dimana), jawab Renal.
"Hadeh.. Eta anak timanten nya, yo doja cari ka imah na Fitroh atau Fira meureun aya di ditu"
(Itu anak dimana ya, Yo coba cari ke rumah nya Fitroh atau Fira mungkin ada di sana), pinta pak Krisna.
"Ulah pak ulah"
(Jangan pak jangan)
"Pamaksudanna anjeun teh kumaha nal?"
(Maksudnya kamu bagaimana nal?), tanya pak Krisna.
"Pamaksudanna abdi, Fira eta teh kabogoh na Tiyo, pak, ajeng bukan na cari Titah timanten malah kabogohan sarua Fira deui pak.."
(Maksudnya saya, Fira itu pacarnya Tiyo, pak, nanti bukannya cari Titah malah pacaran sama Fira lagi pak..), jawab Renal.
"Oh muhun nya, leres naon kata anjeun nal.."
(Oh iya ya, benar apa kata kamu nal)
"Nya atos lamun kitu, Yo, Yo.."
(Ya sudah kalau gitu, Yo, Yo..)
"Muhun pak, aya naon?"
(Iya pak, ada apa?), tanya Tiyo.
"Anjeun ulah ka imah na Fira, ka imah na Fitroh wae, nal.."
(Kamu jangan ke rumah nya Fira, ke rumah nya Fitroh saja, nal..)
"Muhun pak.."
(Iya pak..)
"Anjeun wae nya nu ka imah na Fira"
(Kamu saja ya yang ke rumah nya Fira)
"Naha abdi pak?"
(Kok saya pak?), tanya Renal.
"Pan anjeun nu ngomong tadi lamun ulah Tiyo nu ka imah na Fira, nal"
(Kan kamu yang ngomong tadi kalau jangan Tiyo yang ke rumah nya Fira, nal), jawab pak Krisna.
Di kamar Titah lagi..
Percakapan Titah dan Fira lewat messenger.
"Assalamu'alaikum kak Fira..", Titah memberikan salam pada Fira.
"Wa'alaikumussalam adeq ipar hehe..", Fira menjawab salam dari Titah.
"Ada yang mau aku tanyakan nih"
"Tanya apa?", tanya Fira.
"Soal nomer sembilan kak.."
"Kakak ke rumah deh nanti, kakak lagi di jalan nih.."
"Oke, aku tunggu ya"
"Oke adik ipar.."
"Assalamu'alaikum kakak ipar", Titah memberikan salam pada Fira.
"Wa'alaikumussalam adeq ipar", Fira menjawab salam dari Titah.
**
Di ruang tv lagi..
"Nal.."
"Muhun pak.."
(Iya pak..)
"Gancang.."
(Cepat..)
"Muhun pak, pilari konci motor baheula"
(Iya pak, cari kunci motor dulu)
"Nya atos gancang nya, atos wengi ieu sieun Titah kunaon-kunaon"
(Ya sudah cepat ya, sudah malam ini takut Titah kenapa-kenapa)
"Muhun pak.."
(Iya pak..)
Di depan rumah..
"Assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada mang Udin.
"Wa'alaikumussalam", mang Udin menjawab salam dari Fira.
"Eh den cantik Fira"
"Muhun mang.."
(Iya mang..)
"Mangga asup"
(silahkan masuk)
"Muhun mang"
(Iya mang)
Di kamar Titah lagi..
"Facebook, siapa ya?", Titah bertanya-tanya.
Di ruang tv lagi..
"Emm pak.."
"Naon nal?"
(Apa nal?), tanya pak Krisna.
"Henteu usah ka imah na Fira deh.."
(Tidak usah ke rumah nya Fira deh..), jawab Renal.
"Lah kunaon?"
(Lah kenapa?), tanya pak Krisna lagi.
"Eta Fira na di tukang bapa"
(Itu Fira nya di belakang bapak), jawab Renal lagi.
"Oh, eh neng baru om mau kirim Renal ke rumah untuk bertanya sama kamu, Titah sama kamu apa enggak"
"Titah ada di rumah kok om, di kamar tadi barusan messenger Fira"
"Oh gitu, ya sudah kalau begitu Yo, nal.."
"Muhun pak.."
(Iya pak..)
"Henteu usah ka imah na Fitroh atawa Fira, Titah aya di rumah jeung aya di kamar"
(Tidak usah ke rumah nya Fitroh atau Fira, Titah ada di rumah dan ada di kamar)
"Oh nya atos lamun kitu"
(Oh ya sudah kalau gitu)
"Maaf om sebelumnya, assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada pak Krisna.
"Iya tidak apa-apa, wa'alaikumussalam", pak Krisna menjawab salam dari Fira.
"Mau ketemu Titah kan, langsung saja ke kamarnya, Fira"
"Oh muhun om, punten"
(Oh iya om, permisi)
"Muhun, mangga"
(Iya, silahkan)
Di kamar Titah lagi..
"Assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada Titah.
"Wa'alaikumussalam", Titah menjawab salam dari Fira.
"Tah.."
"Asup teh Fira"
(Masuk kak Fira)
"Muhun.."
(Iya..)
"Soal nu manten tah?"
(Soal yang mana tah?), tanya Fira.
"Soal nu ieu teh.."
(Soal yang ini kak..), jawab Titah.
"Ok, kakak jelaskan ke kamu ya"
"Muhun teh.."
(Iya kak..)
Satu jam kemudian..
Masih di kamar Titah..
"Alhamdulillah"
"Selesai.."
"Nah sekarang kamu sudah paham kan tah?", tanya Fira.
"Sudah, terimakasih ya kak", jawab Titah.
"Muhun duanana"
(Iya sama-sama)
"Nya atos lamun kitu teteh pamit wangsul nya"
(Ya sudah kalau gitu kakak pamit pulang ya)
"Muhun teh.., abdi anteur wangsul nya"
(Iya kak.., saya antar pulang ya)
"Muhun tah.."
(Iya tah..)
"Antos sakedap nya abdi pilari konci motor abdi baheula"
(Tunggu sebentar ya saya cari kunci motor saya dulu)
"Muhun tah.."
(Iya tah..)
Di ruang tv lagi..
"Nduk.."
(Nak..)
"Nggih bude.."
(Ya bude..)
"Kresa dhateng pundi?"
(Mau kemana?), tanya bu Sari.
"Ndherekne mbak Fira, bude.."
(Antar mbak Fira, bude..), jawab Titah.
"Mboten perlu tah.."
(Tidak usah tah..)
"Lah kenapa?", tanya Titah.
"Mas Iyo yang antar", jawab Tiyo.
"Oh ya sudah, gimana kak?", tanya Titah lagi.
"Ya sudah tidak apa tah, ya sudah tante, semua, saya pamit, assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada semua yang ada di ruang tv.
"Wa'alaikumussalam", semua yang ada di ruang tv menjawab salam dari Fira.
"Ya sudah deh.."
"Mau kemana?", tanya pak Krisna.
"Ke kamar lagi pakde", jawab Titah.
"Oh.."
"Ya.."
Di kamar Titah lagi..
"Hp dimana ya, oh ini dia, ada messenger, di balas, balas juga ah..", Titah mencari hpnya dan mendapatkan pesan dari messenger.
**
Percakapan Titah dan Irfandi lewat messenger.
"Hai..", Titah menyapa Irfandi.
"Walaikumsalam", Irfandi menjawab salam dari Titah.
"Assalamu'alaikum maaf ya mas sebelumnya salam kenal", Titah meminta maaf pada Irfandi dan memberikan salam pada Irfandi.
"Hehe ok gak apa-apa, salam kenal juga"
"Saya asli Kediri, tinggal di Bogor, mas nya?", tanya Titah.
"Saya Purwokerto, tinggal di Purwokerto", jawab Irfandi.
"Oh, asmane sinten nggih, ngapura sadurunge?"
(Oh, namanya siapa ya, maaf sebelumnya?), tanya Titah lagi.
"Irfandi, nek panjenengan?"
(Irfandi, kalau kamu), tanya Irfandi juga.
"Kawula Titah"
(Saya Titah), jawab Titah.
"Umur pinten"
(Umur berapa?), tanya Irfandi lagi.
"Anyar kalih puluh enem, panjenengan?"
(Baru dua puluh enam, kamu?), tanya Titah juga.
"Baru dua puluh dua, lagi ngapain?", tanya Irfandi juga.
"Lagi tiduran saja mas, mas nya sendiri?", tanya Titah lagi.
"Lagi duduk saja nih, sama siapa nih?", tanya Irfandi juga.
"Sendiri mas", jawab Titah lagi.
"Oo yaya hehe"
"Kamu single apa janda?", tanya Irfandi lagi.
"Single, belum menikah, Maaf mas nya?", tanya Titah juga.
"Ooo yaya.."
"Iya.."
"Sudah makan belum?", tanya Irfandi.
"Belum mas, mas nya sendiri?", tanya Titah juga.
"Alhamdulillah sudah, kenapa belum?", tanya Irfandi lagi.
"Habis ngerjain tugas kuliah mas.., ini baru mau makan", jawab Titah lagi.
"Oo yaya,, masih kuliah toh?", tanya Irfandi lagi.
"Nggih mas"
(Ya mas), jawab Titah lagi.
"Mantep hehe.."
"Maaf mas sebelumnya boleh minta nomer wa nya?", tanya Titah.
"Boleh", jawab Irfandi.
"Boleh di tes mas ini nomer saya +62815xxxxxxx", Titah memberikan nomer hpnya pada Irfandi.
"Oke nanti saya tes", seru Irfandi.
"Di tunggu mas.."
**
Masih di kamar Titah..
"Makan dulu ah.."
Di dapur..
"Den Titah.."
"Muhun mang Udin"
(Iya mang Udin)
"Tuang baheula, kuring taruh di meja tuang nya den.."
(Makan dulu, saya taruh di meja makan ya den..)
"Muhun mang.."
(Iya mang..)
Di meja makan..
"Mang.."
"Muhun den Tiyo"
(Iya den Tiyo)
"Kanggo saha?"
(Untuk siapa?), tanya Tiyo.
"Kanggo den Titah, tacan kulem"
(Untuk den Titah, belum tidur), jawab mang Udin.
"Oh..", seru Tiyo.
Di dapur lagi..
"Nduk.."
"Nggih pakde"
(Ya pakde)
"Dhahar rumiyen ampun ngantos padharan panjenengan kosong ugi lambung panjenengan kumat"
(Makan dulu jangan sampai perutmu kosong dan lambungmu kumat)
"Nuwun pakde, menika enggal kresa dhahar"
(Iya pakde, ini baru mau makan)
"Nuwun sampun ngrika dhahar telas punika sare nuwun"
(Iya sudah sana makan habis itu tidur ya)
"Hp ku bunyi, siapa ya, nomer siapa ini ya?", Titah bertanya-tanya sambil melihat hpnya.
Di meja makan lagi..
"Den Titah.."
"Muhun mang.."
(Iya mang..)
"Ieu tuang wengi na atos kuring siapkan di meja tuang nya"
(Ini makan malamnya sudah saya siapkan di meja makan ya)
"Oh nya, haturnuhun nya mang"
(Oh ya, terimakasih ya mang)
"Muhun den duanana"
(Iya den sama-sama)
**
Percakapan Titah dan Irfandi lewat whatsapp.
"Assalamu'alaikum", Irfandi memberikan salam pada Titah.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh", Titah menjawab salam dari Irfandi.
"Apunten saderunge menika sinten nuwun"
(Maaf sebelumnya ini siapa ya?), tanya Titah.
"Kawula Irfandi ingkang teng facebook wau"
(Saya Irfandi yang di facebook tadi), jawab Irfandi.
"Oh nggih mas Irfandi, kawula simpan rumiyen nuwun nomer e"
(Oh ya mas Irfandi, saya simpan dulu ya nomernya)
"Iya, lagi ngapain?", tanya Irfandi.
"Lagi makan, masnya?", tanya Titah juga.
"Sama dong..", jawab Irfandi.
"Iya hehe.."
**
Masih di meja makan..
"Eh Yo.."
"Nggih mas Pras.."
"Sesuk dadi ke omah mbah kakung yang neng solo?"
(Besok jadi ke rumah mbah kakung yang di solo?), tanya Tiyo.
"Dadi Yo.."
(Jadi Yo..), jawab Pras.
"Oh, mas.."
"Punapa?"
(Kenapa?), tanya Pras.
"Punika mriksa rayi timur kita , Titah esem-esem piyambak kados punika"
(Itu lihat adik kecil kita,Titah senyum-senyum sendiri seperti itu), jawab Tiyo.
"Iya ya, emm kesana yuk"
"Yuk.."
"Alhamdulillah sudah kenyang, lanjut chat ah di kamar"
"Hayo..", Tiyo dan Pras memergoki Titah yang ada di dapur sambil senyum-senyum sendiri.
"Cie siapa tuh..", Pras mengejek Titah.
"Iih kepo dah, mang, tolong ya"
"Muhun den.."
(Iya den..)
Keesokan harinya..
Purwokerto
Di rumah Irfandi,
Di depan rumah..
"Fani.."
"Inggih bu"
(Iya bu)
"Fandi pundi?"
(Fandi mana?), tanya ibu Irfandi.
"Wau teng kamar, emange mboten wonten teng kamar bu?"
(Tadi di kamar, memangnya tidak ada di kamar bu?), tanya Arfani juga.
"Mboten wonten Fani"
(Tidak ada Fani), jawab ibu Irfandi.
"Haha..", Irfandi tertawa sendiri sambil chat dengan Titah.
"Nah itu suaranya bu"
Bandung
Di kampus Titah (Institut Teknologi Bandung),
Di kelas Titah..
"Tah, kamu sudah mengerjakan tugas belum?", tanya Ridwan.
"Sudah dong, haha..", jawab Titah yang sedang chat dengan Irfandi.
"Hadeh.., adiknya Tiyo dan Pras kenapa lagi", keluh Ridwan yang melihat Titah sedang senyum-senyum sendiri sambil chat dengan Irfandi.
Di kelas Tiyo..
"Mas.."
"Iya.."
"Renal mana?", tanya Tiyo.
"Ah elu kaya gak kenal dia saja, Renal kan ikut-ikutan Titah sekarang alias bucin hehe..", jawab Pras.
"Eeh tunggu sebentar, Titah kan jomblo, gak punya pacar, gimana caranya dia bucin lagi"
"Yah gak peka nih, kan kemarin kita lihat sendiri kalau Titah senyum-senyum di dapur, tadi juga di meja makan pas pada sarapan, Titah fokusnya kemana coba?", tanya Pras.
"Ke hp, bukan ke sarapan", jawab Tiyo.
"Nah.., itu tau, dan tandanya apa coba?", tanya Pras lagi.
"Bucin lagi, oh iya ya..", jawab Tiyo lagi.
"Hadeh.., dari tadi kemana saja Yo..", keluh Pras.
"Nah itu dia, mas Pras dan mas Tiyo.."
"Ada yang manggil mas"
"Iya siapa ya?", tanya Pras.
"Teuing.."
(Entah..), jawab Tiyo.