Dia Haera Sheryl Lee. Gadis biasa dengan wajah pas pasan. Usiaku 11 tahun. Ini kisah Eryl saat bertemu hantu kecil. Dan mengukir beberapa kisah dengannya.
Malam itu, Eryl duduk dan menangis di tempat sepi yang dekat dengan Rumah kayu kecil Eryl. Kalian tak perlu tau penyebab Eryl menangis.
Setelah sekian lama aku menagis, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dari depan. Gadis kecil itu bergaun putih dan berambut sedada terurai.
" Hay kak. Kenapa kakak menangis ? " Tanyanya lirih dengan suara anak kecil.
Aku mendongak memandang wajah gadis itu. Wajah cantik tetapi pucat. Aku mengusap air mataku.
"Ya, Tak apa.Ahh,,,Ini sudah malam kenapa kamu disini ? " Jawabku mengalihkan pembicaraan.
" Hmm,dari dulu berada disini " Dia menjawab pertanyaanku dengan lirih.
Aku meresapi kata-katanya. `Hah,,, dari dulu ? Di tempat sepi dekat hutan seperti ini ? Dimana orangtuanya ? Apakah dia tinggal sendirian, tapi dimana rumahnya ? `
"Apakah kau tinggal sendirian ?" Tanyaku lagi.
" Ya "
"Kalau begitu, apakah kau mau tinggal bersamaku dan menjadi temanku"
"Ya" Jawabnya singkat.
Setelah itupun ia selalu bersamaku. Tetapi saat kutawari makan. Gadis kecil itu selalu berkata bahwa ia sudah makan. Dan selalu memakai pakaian putih. Aku pun tak curiga akan hal itu, itu adalah kehendaknya.
•°•
Hari hari berlalu. Setiap pagi Eryl selalu kepasar. Kali ini Eryl akan mengajaknya.
"Arin, aku akan mengajakmu pergi kepasar. Apakah kau mau ikut ? "
"Ya"
Hantu gadis kecil itu bernama Itja Aerlryn / Ica Aelryn. Eryl memang memanggilnya Arin karena lebih mudah. Saat ia ditanya ′ Dimana orang tuamu ?` Ia hanya menjawab ' Buang ' saja.
" Kalau begitu ayo pergi !" Ucap Eryl dengan semangat.
Eryl selalu bercengkrama dengan Arin. Tanpa sadar Eryl sudah sampai di pasar. Eryl menawarkan beberapa barang ke Arin. Apakah dia ingin beli ini, apa dia menyukai ini, Aku akan belikan itu lah beberapa omongan Eryl pada Arin. Dia hanya menggelengkan kepala sambil berkata 'Tidak' .
Orang orang menatap Eryl aneh. Mengapa gadis remaja itu berbicara sendiri, itulah yang ada dibenak mereka.
Sampai seorang pedagang bertanya.
"Nak, Kau berbicara dengan siapa ?" Tanya Pedagang itu.
" Dengan Arin " Ucap Eryl sambil menunjuk ke arah Arin.
" Dimana ? " Ibu ibu itu bertanya dengan ekspresi bingung.
" Ini "
"Hah,, Tidak ada apapun disitu." Ucap salah satu ibu ibu itu.
Setelah selesai perdebatan dengan orang pasar, Eryl baru menyadari bahwa Arin adalah sosok hantu kecil.
Tetapi Eryl tak mempermasalahkan itu. Ia tetap bersama Arin , tak mempermasalahkan Arin itu siapa.
Beberapa bulan telah berlalu,Eryl mengalami banyak kejadian yang susah diceritakan tetapi ia tak memperdulikannya. Eryl sangat menyayangi Arin. Arin telah diperkenalkan oleh keluarga Eryl dengan memasuki raga Eryl.
Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi Eryl. Arin akan pergi meninggalkan Eryl. Dihadapan keluarga Eryl yang telah mengenali Arin. Arin memasuki raga Eryl atas seizin Eryl. Ia menghabiskan beberapa jam dengan keluarga Eryl .
Arin lalu mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga Eryl. Arin memeluk keluarga Eryl dengan tangis. Arin pergi dan mungkin untuk selama-lamanya.
Setelah Arin mengembalikan raga Eryl kepada Eryl. Eryl segera tersadar. Eryl menatap kepergian Arin dengan tangisan.
Arwah Arin membalikkan badan dan memeluk Sheryl untuk terakhir kalinya lalu berbalik pergi
"Aku pergi, kak eyl. Aku pergi semua"
Eryl berlari keluar rumah.
" Itja Aerlryn semoga kau bahagia dan tenang disana. Kami menyayangimu. Tenanglah disana gadis kecil. Aku sangat menyayangimu "
Eryl menangis sedih setelah itu. Semua tangisan ia luapkan. Berjam-jam ia menangis.
" Aaariiiiinnn, Aku menyayangimu." Teriak Eryl kencang.
Selama ini, Arin lah yang menyelesaikan masalah keluarganya. Arinlah yang menjelaskan kepada keluarganya bahwa Eryl tidak bersalah. Keluarganya pun menyayangi Arin.
Hari ini hari terburuk bagi Eryl. Hari dimana Eryl merasa itu semua adalah mimpi. Hari dimana ia tak dapat menerima kenyataan, Bahwa sang hantu kecil, Itja Aerlryn pergi untuk selamanya disana. Ditempat yang indah.
Eryl telah menyelesaikan misinya untuk menenangkan arwah Ica. Eryl menyeka air matanya.
" Selamat Jalan Itja Aerlryn "
........................
(Islly & Artje)
Cerpen Horor Pertamaku
Wajar begini. He...he...he...