Air mataku tak terbendung ketika melihat orang yang kucintai bersama orang lain.
Air mataku tak terbendung ketika orang yang ku anggap sahabat tidak memperdulikan ku.
Air mataku tak terbendung ketika ada yang mengingatkan ku tentang masa laluku yang tidak bisa ku rubah.
Mencoba untuk mengatasi masalah, tetapi nyali dan niat menciut saat masalah itu sudah di depan mata. Berbohong demi menyenangkan orang lain. Memendam semua masalah sendiri, menahan rasa sakit sendiri. Tetap tersenyum lebar, di balik masalah yang membuat hati teriris.
Tabah lah hatiku yang remuk ini. Tak apa jika aku tidak dicintai orang lain, setidaknya ada yang masih mengingat ku hidup.