Dari tanah kematian, bayangan hitam muncul diiringi dengan kekuatan jahat yang sangat kuat. Kekuatan yang berasal dari alam iblis ini berasal dari lahirnya seorang pangeran Iblis yang kuat nan tangguh.
21 abad semenjak tumbuhnya anak iblis itu menjadi seorang remaja bertanduk yang tampan. Bersekolah di asrama Iblis beriringan dengan iblis tingkat bawah lainnya.
Dia menyebut dirinya sebagai Satan. Saat ini jati dirinya adalah untuk mencari kedua orang tuanya yang menghilang saat dia di lahirkan. Tekadnya yang sungguh-sungguh itu membuat dirinya menjadi salah satu siswa terbaik di kelasnya dengan rank tertinggi.
Satan awalnya tidak memiliki seorang teman, namun semenjak datangnya siswi baru beberapa tahun yang lalu. Kini dirinya memiliki satu orang teman, perempuan itulah yang menjadi temannya. Dia bernama karma.
Setiap harinya Karma selalu menyapa Satan di depan sekolah. Tetapi sapaan tidak di anggap Satan, dia selalu mengelak dan pergi menjauhi karma.
Karma yang merupakan gadis yang selalu penasaran akan pria misterius, akhirnya dia semakin berapi untuk menguak jati diri Satan sebenarnya.
Merasakan dirinya selalu di untit oleh gadis itu. Satan semakin waspada akan tingkahnya di sekolah maupun di rumah. Sedari awal, Satan memang sudah menyadari kalau ada yang aneh dari gadis itu.
Semakin hari, Satan semakin tertup kepada siapapun. Hari-hari di sekolahnya selalu di utamakan dan di percepat, agar dia bisa pulang lebih awal dan menyiapkan langkah berikutnya untuk mencari keluarganya yang hilang.
Bukannya semakin menjauh atau bosan, Karma malah semakin nekat untuk menerobos masuk ke dalam rumah Satan secara diam-diam untuk menguak jati diri Satan yang sebenarnya.
"Mari kita lihat.. Apa yang dia sembunyikan di tempat sekecil ini," Karma mengendap-endap.
Satu persatu ruangan Karma masuki hingga sampailah pada ujungnya di kamar Satan. Baru beberapa saat setelah membuka pintu kamar Satan, Karma menemukan buku hitam yang tersembunyi di dalam baju Satan.
Perlahan Karma mencoba mengangkat baju Satan, dan perlahan juga tubuh Satan mulai terlihat. Meski sedikit memalukan, Karma terus mencoba untuk fokus mengambil buku itu.
*Puk!*
"Kyah.."
Secara tiba-tiba Satan membalikkan tubuhnya mengarah Karma dan memeluknya jantan seperti guling. Pelukan Satan terasa kuat, sampai-sampai Karma merasa lemas dan akhirnya tertidur bersebelahan dengan Satan.
Esok harinya, sinar matahari mulai menyoroti wajah Karma. Perlahan Karma terbangun dan membuka matanya. Saat Karma menengok ke sampingnya, Karma melihat Satan menatap tajam wajahnya.
"Sedang apa kau?..," Geram Satan.
"Eh? Ya.. itu eum..," Karma kebingungan
*Step!*
Dengan cepat, Karma langsung merebut buku itu dari dalam baju Satan dan langsung membukanya. Satan sempat ingin merebitnya kembali namun gerakannya terhenti setelah melihat ekspresi wajah karma.
"Nama ini.., Ini kan Ibu guru sama Bapak kepala sekolah, oh jadi mereka itu orangtua kamu..," Ucap Karma
"Apa?," Terdiam.
"Yah, mereka itu wali kelas di kelas A2 dan satu lagi kepala sekolah kita kan... namanya sama persis lagi..," Jelas Karma.
"APAAHHH???!!!!!"
---TAMAT---