Rumah kecil dengan penuh keheningan, tergambar dalam kehidupan Remaja ini. Dia tinggal seorang diri, dia tidak memiliki teman, dia tidak memiliki saudara, ayah dan ibunya telah meninggal beberapa tahun lalu. Layaknya seseorang yang di kucilkan orang banyak, Remaja satu ini benar-benar tidak dianggap dalam kehidupan khalayak luar.
Ense adalah nama panggilannya, usianya saat ini adalah 18 tahun. Rambut hitam dan mata yang agak sipit. Meski dia memiliki pekerjaan yang layak di hotel lantai 100, namun semua kehidupan yang kini di alami dirinya itu telah membuatnya sering menangis. Orang sekitar dan teman sepekerjaannya pun memberinya julukan sebagai "SAD BOY".
Pada suatu waktu Ense diminta atasannya untuk mengumpulkan berkas-berkas penting di dalam gudang. Saat suasana kantor tengah tenang, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat kencang.
"AAAHHHHH!!"
Teriakan itu membuat panik seisi kantor. Semua pegawai serentak lari mengikuti suara teriakan itu. Security yang pertama kali mendengarnya, tentu saja sudah berada di tempat asal suara teriakan.
"ADA APA INI?! ADA APA?!," Ricuh para Pegawai.
"ADA KECOA!! MENJAUH KAU!! HIKS," Ense bercucuran air mata.
Jawaban Ense tentu membuat semua orang kecewa, terutama Security yang sudah lelahnya terburu-buru berlari dari lantai 100 sampai lantai 1. Saking kesalnya, Security itu membanting topinya sendiri ke aspal.
Bukan hanya itu kejadian yang membuat Ense ketakutan. Namun, masih ada banyak hal yang bisa membuat Ense merasa sedih dan ketakutan, diantaranya...
"Stok makanan habis..," Mata Ense berkaca-kaca dan perlahan mengeluarkan air mata.
"Wah... Dompet kosong..," Keluar air mata.
"Ada yang pacaran ya...," Patah hati.
"Ada yang putus...," Ikut sedih.
Dan masih banyak lagi seperti misalkan barang miliknya rusak karena dirinya sendiri maka dia menangis. Serangga, hewan, tumbuhan, bahkan sampai boneka sekalipun, kalau mereka terlihat di sakiti maka Ense akan menangis.
Banyak orang beranggapan bahwa Ense adalah orang yang sedang sakit jiwa. Banyak orang yang sudah berbaik hati kepada Ense dan memberinya rawat kejiwaan secara gratis. Namun dokter-dokter itu juga menyatakan jawaban yang sangat tidak diinginkan, yaitu "Ense Normal, dan tidak memiliki kelainan jiwa"
Lantas, apakah sebenarnya yang di alami Ense sampai bisa di anggap normal oleh dokter? Apa yang membuatnya jadi berperilaku seperti demikian itu?
Ternyata jawaban dari Ense sangatlah sederhana dan sulit dimengerti oleh para pendengarnya yaitu "Hanya ingin".
---TAMAT---
Apakah kalian menyadari, bagaimana caranya Security itu bisa yang pertama kali mendengar teriakan Ensey? Sedangkan mereka ada di lantai 100.
Jawabannya, biarlah menjadi Misteri.