Namaku Lisa, aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahku adalah seorang pegawai negeri dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya menghabiskan waktunya di rumah.
Tidak ada yang bisa di banggakan dariku. Wajahku tergolong biasa saja dengan kulit sawo matang, badan sedikit gemuk dengan tinggi 159 cm yang membuatku terlihat sangat bulat.
Awalnya hidupku biasa saja, aku menghabiskan waktu dengan kuliah, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman kampus.
Terlihat Normal dan tampa masalah, namun kenyataan nya aku hampir gila karena sebuah peristiwa yang pada akhirnya merubah hidupku dan menjadikan aku seperti sekarang.
Semua bermula ketika aku duduk di bangku kelas 2 SMA dimana saat itu aku bertemu dengan seorang pria yang menurutku sangat baik.
Pada awalnya aku tidak pernah meresponnya, aku hanya membalas pesannya sekedarnya saja. Tapi dia terus saja mengejar ku bahkan mencari tahu tentangku dari saudara-saudaraku.
Hingga akhirnya kami resmi menjalin sebuah hubungan.
Pada tahun tahun pertama kami menjalin hubungan semua berjalan dengan semestinya. namun di tahun ke tiga dia mulai menuntut banyak hal. Mulai dari hal hal kecil yang awalnya aku anggap remeh hingga semakin hari semakin membuatku sadar bahwa dia hanya memanfaatkan ku saja.
***
Sudah dua tahun sejak pertemuan kami dan sudah 2 tahun juga hubungan kami. Aku yang telah lulus bangku SMA memutuskan untuk berkuliah di luar kota.
Bukan tanpa alasan, hal itu aku lakukan untuk meyakinkan perasaanku dan juga mengejar impianku untuk mencari ilmu di tempat yang jauh dari kampung halaman.
Aku memberi tahu pria itu kalau aku akan mengambil pendidikan di luar kota dan dia awalnya sempat menolak karena alasan takut hubungan kami terkendala.
Tapi aku berusaha meyakinkannya hingga saat keberangkatan ku pun tiba. Dimana hari sebelumnya aku menyempatkan diri untuk bertemu dengannya meskipun aku harus berbohong dengan orang tuaku dan mengatakan akan keluar menemui temanku.
Saat itu dia menangis, dan aku sebagai gadis yang masih sangat polos begitu hanyut dalam tangisannya sehingga mengira dia benar-benar mencintaiku dan takut kehilangan.
Tapi itu tidak berlangsung lama. Di mana saat aku telah 2 tahun berada jauh darinya kami mulai bertengkar dan hal yang mengejutkanku adalah perkataan yang keluar dari mulutnya. Dimana dia mengatakan hal hal kasar bahkan menyumpahi ku dengan mudahnya.
Beberapa kali aku masih berusaha memakluminya dengan berfikir mungkin begini hubungan jarak jauh. Tapi lama kelamaan hal itu semakin sering bahkan dia tidak segan lagi mengatakan aku wanita murahan dan menuduhku berselingkuh.
Yang di mana kenyataannya dialah yang sedang menjalin hubungan diam diam di belakangku.
Banyak orang yang telah memperingatkan ku tentang hal itu. Tapi aku memilih untuk memaksakan diri diam dan seolah tidak tahu apa apa dengan tujuan membuat diriku bosan dengan kelakuannya agar nanti ketika berpisah aku tidak lagi mencarinya karena memang sudah muak.
Suatu hari aku memasang aplikasi di ponselnya tanpa sepengetahuannya. Dimana dengan aplikasi itu aku dapat melihat pesan dan panggilan di ponselnya bahkan lokasi yang dia tuju.
Dan dari sanalah aku mendapatkan banyak bukti tentang hubungan yang dia lakukan dengan wanita lain.
Hal itu membuatku sangat terpukul hingga aku memacu motorku tanpa arah dan tujuan sambil menangis sepanjang perjalanan.
Saat sudah merasa tenang aku memutuskan untuk kembali ke kost dan saat itu sudah jam 12 malam. Dimana aku sangat jarang bahkan hampir tidak pernah keluar hingga larut malam kecuali ada acara kampus.
Ibu kost ku yang sangat dekat denganku bertanya tapi aku hanya bilang kalau aku lapar dan cari makan hingga ke tengah kota. Ia saat itu kampusku terletak agak jauh dari pusat kota sekitar 1 jam perjalanan jadi perlu waktu lama memang.
Tapi karena kejadian itu pula yang membuatku tidak begitu saja percaya padanya. Kami bertengkar hebat bahkan aku meminta untuk mengakhiri hubungan kami.
Tapi dia enggan untuk melakukannya dengan terus meminta maaf. Aku memaafkannya meskipun semuanya tidak lagi sama.
***
Hari kelulusanku pun tiba aku sangat senang karena aku berhasil meraih predikat cumload dengan usahaku dan apa yang sebelumnya aku alami tidak mengganggu pendidikan ku. Meskipun tidak sepenuhnya.
Setelah lulus aku mendapat pekerjaan di sebuah media penyiaran di kota tempat aku berkuliah. Aku tanpa pikir panjang langsung mengambilnya.
Aku bekerja sangat keras hingga beberapa kali aku jatuh sakit sampai tidak bisa bergerak dan saat itu tidak ada yang mengurusku.
Bagaimana tidak pekerjaanku saat itu bisa tergolong berat untuk anak baru di tempat itu. Dimana aku harus membuat berita, mengedit berita, dan membaca berita, bahkan aku harus mengerjakan pekerjaan yang lain padahal saat itu mereka tidak ada kesibukan dan lagi aku harus mencari berita di lapangan dimana lokasinya terkadang sangat jauh hingga membutuhkan waktu tempuh 2 jam dari tempat itu.
Sebenarnya tidak menjadi masalah, namun aku yang seorang wanita dan di tambah seorang diri tanpa bantuan rasanya itu sangat sulit. Karena semua hal harus aku lakukan sendiri.
Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaan itu dan memilih kembali ke kotaku.
Baru saja 2 minggu aku kembali aku kembali bertengkar dengan pria itu. Kali ini hanya karena aku telat membalas pesannya dan mengangkat panggilan darinya.
Hal itu membuatku semakin stress dan ingin mengakhiri hidup. Karena merasa semua tidak ada gunanya.
Tekanan yang aku dapat tidak hanya dari dia namun juga orang tuaku aku tidak tahu harus melakukan apa. Seolah semua yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan.
Namun pada sebuah titik pada akhirnya aku memberanikan diri untuk mengambil keputusan bahwa aku akan berpisah dengannya.
Semua itu terjadi saat dia mulai menentang dan tidak menyukai hobi ku. Dimana aku adalah seorang fangirl yang menyukai dunia per kpopan.
Hal ini sudah lama namun aku menyembunyikan darinya. Sampai masa dimana aku sangat depresi dan ingin mengakhiri hidup lalu memutuskan untuk terang terangan memperlihatkan hal itu padanya.
Ia memang hal sepele, dia tidak menyukai hobi ku namun anehnya dia terus menginginkan aku mengerti apa yang dia suka.
Bukankah itu terdengar lucu ?.
Malam itu aku sedang panik karena seseorang me retas ponselku dan satu satunya yang ada di pikiran ku hanya dia karena semua orang yang aku kenal sudah aku jauhi karena dia.
Aku menelponnya berkali kali tapi ternyata apa yang aku dapat hanya semakin membuatku sakit hati.
"Halo, yang aku gak tau harus menghubungi siapa lagi. Ponsel ku di retas dan aku gak tau harus gimana"
Tapi tidak ada jawaban sama sekali darinya. Hingga aku kembali menegurnya.
"Halo kamu dengar kan yang aku bilang ?" ucapku dengan nada panik hingga terdengar nada bicaraku meninggi.
"Ia aku denger, terus aku harus apa ? itu kan salahmu bukan urusanku. Lagian itu paling karena kamu download macam macam aplikasi pencari jodoh dasar cewek murahan" ucapnya dengan dingin.
"A apa ? kamu dengan mudahnya mengatakan itu padaku ? padahal sudah jelas kamu yang berkali kali selingkuh di belakangku tapi kamu mengatakan aku murahan setelah semua yang aku lakukan ke kamu ?"
"Terus kamu mau apa? mau putus silahkan" ucapnya.
"Mau ku kamu bilang ? itu mau kamu ok kalau itu yang kamu mau aku bakal terima"
Aku pun mematikan panggilan itu. Aku menutup kepala ku dengan bantal dan menangis sekencang kencangnya di tengah malam.
Perasaanku sangat hancur saat itu. Bagaimana bisa dia berbicara dan menghinaku seperti itu, bukankah jika memang dia ingin berpisah tinggal mengatakannya dengan baik toh aku pasti akan menerimanya. Tidak perlu harus menghinaku seperti itu. Apalagi setelah semua aku lakukan untuknya.
***
2 minggu setelah perpisahan ku dengan pria itu dia pun menikah dengan seorang wanita. Dimana menurut orang orang dia sama sekali tidak berpacaran dengan wanita itu.
Tapi mendengar hal itu aku tidak percaya karena aku tahu pria seperti apa dia dan keluarganya. Lalu sekarang mereka menyebar berita kalau pernikahan itu tanpa berpacaran ? itu sangat konyol.
Bukan tanpa alasan aku meyakinkan itu, sebab beberapa hari setelah aku mengakhiri hubungan dengannya dia memposting fotonya dengan seorang wanita di sebuah tempat wisata. Meskipun wajah wanita itu tidak terlihat tapi begitu orang orang memperlihatkan wajah istrinya aku langsung tau bahwa wanita di foto itu adalah dia.
Aku mengabaikannya dan tidak ingin ikut campur lagi. Dan bagiku saat ini aku hanya ingin memperbaiki kehidupanku dan mimpiku yang sudah dia hancurkan sebelumnya.
Aku tidak ingin lagi mengurusi apapun tentang dia. Aku hanya ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya dan untuk sementara aku pada akhirnya memutuskan untuk menutup hatiku dari pria manapun sampai nanti aku benar benar siap memulai cerita baru kembali.