Suatu hari, ada seseorang perempuan dewasa bernama Martini yang tengah berjalan menuju kamar anaknya. Nama anaknya adalah Jennifer, umur 15 tahun, kelas 1 SMA. Jennifer terkenal sering mengurung diri di kamar dan mengkhayal berbagai hal-hal unik oleh keluarganya. Saat itu Martini amat kesal melihat anaknya yang telah ber jam-jam tak kunjung keluar dari kamar.
"Eh, nak, kenapa kau tak keluar dari kamarmu itu, ibu kan harus melihat apa yang kau lakukan!" Ketus Martini.
"Loh, kenapa harus?" Tanya Jennifer, tak terima.
"Aduh kau ini, kan sebelumnya ibu sudah bilang, ibu harus melihat apa yang kau lakukan. Ibu takut kau akan melakukan hal-hal berbahaya."
Jennifer menggeleng, "Aduh, ga ada yang berbahaya kok Bu!"
"Ya tapi kan ibu ga liat, ayo kamu keluar sekarang!" Perintah Martini.
"Heh Bu, apa ibu berasal dari masa lalu, lalu ibu memasuki mesin waktu menuju masa depan, menuju tahun ini, sehingga ibu tak tahu bagaimana sikap gadis remaja zaman sekarang yang LAYAK!" Jennifer benar-benar menolak apa yang diperintahkan ibunya. Entah bagaimana Jennifer dapat berkata seperti itu, kemungkinan besar kalimat barusan adalah hasil khayalannya.
Martini amat terkejut mendengar kalimat anaknya barusan, kemudian ia terdiam sejenak, lalu tersadar kembali.
"Heh, macam-macam saja kau ini. Kau lihat sendiri, kau terus mengkhayal karena terus saja berdiam diri di kamar. Ayo, sekarang kamu keluar, kamu bantu Ibu!" Martini semakin kesal.
Jennifer pun keluar dari kamarnya, dengan amat terpaksa, ia tak suka diperlakukan seperti ini oleh ibunya.
Martini kembali terdiam, mengingat masa itu.
***
Ya, Martini memang berasal dari masa lalu, ia juga menggunakan mesin waktu!
Sebenarnya lebih dari itu, Martini adalah sang penemu mesin waktu!
Tapi mesin waktu yang Martini ciptakan bukan membawanya menuju masa lalu, tapi justru sebaliknya, masa depan... ya, masa depan!
Martini menciptakan mesin waktu pada tahun 1985, saat umurnya masih 14 tahun. Jangan tanya bagaimana Martini memiliki pengetahuan untuk menciptakan benda yang terlampau hebat itu, karena bisa-bisa kisah ini akan menjadi novel yang membosankan jika dijelaskan. Martini ciptakan benda tersebut dengan diam-diam, tanpa diketahui oleh orang tuanya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, juga kurang perhatian pada Martini. Mesin waktu yang Martini ciptakan juga membuat umur seseorang berubah, bertambah sesuai antara tahun pemakaian mesin waktu itu dengan tahun yang akan dikunjungi. Contohnya seperti ini, si "A" memakai mesin waktu tersebut pada tahun 2000 di umurnya yang ke-20, si "A" ingin pergi menuju tahun 2020. Ketika si "A" telah sampai di tahun 2020, umurnya akan bertambah, sesuai dengan jarak saat ia memakai mesin waktu dengan tahun yang si "A" kunjungi. Jarak antara 2000 dengan 2020 adalah 20, otomatis umur si "A" bertambah menjadi 40 tahun, karena 20+20 sama dengan 40.
Ya ampun, kenapa sudah seperti belajar matematika saja ya. 😂
Ya sudah, kita lanjut ke cerita.
Saat Martini selesai menciptakan mesin waktu, ia pun merasa lega karena benda ciptaanya telah selesai dibuat. Martini mengelap keringat, mulai menghubungkan mesin tersebut dengan dirinya. Ia pun mulai menekan puluhan tombol untuk mengaktifkannya. Ia mengatur tahun di mesin tersebut ke tahun 2020.
Hal luar biasa terjadi.
Petir-petir bermunculan, membentuk hologram jam dinding romawi, jarumnya berputar maju. Beberapa detik kemudian, mesin waktu itu mengeluarkan sinar putih, menyilaukan mata. Martini merasakan tubuhnya mengambang, pusing, bergetar...
***
Martini melihat sekitar.
Dia pun amat gembira.
Ia benar-benar berhasil melakukannya.
Ia melihat tubuhnya sendiri, ia bukanlah lagi perempuan remaja berumur 14 tahun, ia sekarang telah berumur 49 tahun. Suasana di sekelilingnya juga benar-benar berubah. Lihatlah, bangunan-bangunan, dan berbagai hal lainnya sangat sangat sangat berbeda dengan tahun 1985,
Tetapi Martini menyadari sesuatu...
Ia tak tahu bagaimana cara untuk kembali ke tahun 1985!
Mesin waktu yang Martini buat tidak ada di sekitarnya. Ia terjebak di tahun ini, tahun 2020!
Martini benar-benar panik tak karuan, sebelumnya ia benar-benar tak memikirkan cara untuk kembali . Ia...
"Hai, Martini. Aku dari tadi mencari-cari engkau, oh istriku " Sapa seorang laki-laki dewasa. Di samping laki-laki itu berdiri seorang perempuan remaja berumur 15 tahun.
Martini terkejut seketika. Apa yang laki-laki itu bilang barusan, istriku?!
Astaga, Martini sebenarnya belum siap untuk merasakan hidup berkeluarga. Ia benar-benar rindu masa remaja, masa bahagia baginya.
Penyesalan menghampiri Martini, jika ia tak menciptakan mesin waktu itu secara diam-diam tanpa diketahui oleh orang tuanya, hal ini tak akan terjadi.
Maka dari itulah Martini bertekad untuk selalu mengawasi anaknya. Martini tak mau Jennifer bernasib sama dengan dirinya, menciptakan suatu hal atau benda yang berbahaya, yang membuat anaknya terjebak, seperti dirinya sendiri.
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain di bawah ini ya :) 👇🙏
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏