Pada Suatu hari di sebuah desa bernama Garlam hidup seorang anak laki-laki bernama Mack. Umurnya baru berusia 12 tahun. Dia adalah seorang anak laki-laki yang sangat rajin dan dia adalah cucu dari seorang ahli bela diri terkenal di negaranya namanya adalah Arantir. Suatu hari ketika Mack sedang bermain kakeknya memanggilnya “Mack, kemarilah sebentar kakek ada yang mau kakek bicarakan kepadamu.” Mack pun menjawab “Baik, kek saya segera kesana.”. tak disangka ternyata kakeknya mengajak Mack masuk kedalam ruang latihan bela diri kakeknya dan dia pun terkejut. “Ingatkah kamu waktu berusia 9 tahun kamu ingin mempelajari tentang ahli bela diri? Karena Ayahmu tidak tertarik terhadap ilmu ini maka sudah saatnya kamu mempelajarinya untuk meneruskan generasiku” kata Arantir. Mendengar kata kakeknya dia pun terkejut bercampur dengan kebahagiaan “Benarkah kek? Akhirnya aku dapat mempelajarinya! Terima kasih kek!” kata Mack. “namun, kakek juga akan mewasiatkan kamu salah satu dari tiga teknik bela diri paling hebat di dunia, setelah kamu mempelajarinya pelajarilah minimal satu dari dua lainnya karena mempelajari dua saja dari ilmu ini sudah dapat menjadikanmu seorang ahli bela diri ternama di dunia!” tanpa ragu Mack pun menjawab “saya siap bagaimanapun keadaanya kek!” sang kakekpun menunjukkan teknik-teknik dasar dan teknik rahasia itu, melihatnya Mackpun terkejut karena kakeknya pun bisa membelah pohon dengan hanya satu tebasan, namun tekadnya sudah kuat sudah kuat untuk menjadi seorang ahli bela diri dunia.
Dua tahunpun sudah berlalu dan Mack sudah dapat mempelajari teknik yang diajarkan oleh kakeknya, dan pada saat itu juga Mack minta izin kepada kakeknya bahwa dia akan mencari teknik dari yang diceritakan oleh kakeknya pada saat itu “Kek, mungkin sudah saatnya bagiku untuk mempelajari teknik rahasia tersebut, doakan aku selalu kek” kata Mack. “kau mendapatkan doa dariku nak, jadilah petarung terhebat di dunia!” jawab kakeknya. Dan pada saat itu juga mack sudah mulai berkeliling dunia untuk mendapatkan informasi bagaimana cara mendapatkan teknik itu, dan akhirnya daipun berhenti di sebuah desa untuk beristirahat sejenak. Dan pada malam hari di sebuah kedai tak sengaja dia mendengarkan percakapan dari dua orang yang mengatakan bahwa pada tanggal 18 september akan diadakan pertarungan di sebuah arena di negara China dan tak disangka hadiahnya adalah gulungan tentang ajaran bela diri yang kakek ceritakan kepadanya. Termotivasi atas perkataan orang tersebut diapun bergegas untuk pergi ke China.
Hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba dan pertarungan tersebut telah dihadiri dari ribuan seorang ahli bela diri dari berbagai negara, ini adalah kompetisi dan Mackpun tidak segan-segan mengalahkan mereka semua. Pertandingan tersebut memiliki aturan yaitu tidka boleh membunuh karena itu termasuk diskualifikasi, dan mereka hanya boleh menjatuhkan lawannya. Mackpun bertarung dan akhirnya, dia mencapai babak final. Kejadian yang tak disangka olehnya, ternyata musuhnya kali ini adalah teman dekat mack waktu masih kecil, mackpun berada dalam kebingungan karena dialah teman dekat satu-satunya. Temannya pun berkata “Mack, ingat! Ini adalah kompetisi, mau tidak mau jika kamu ingin menjadi seorang ahli bela diri dunia kau harus melawanku! Hadapi aku Mack!” mendengar kata temannya Mackpun akhirnya bertarung dengannya dan tidak disangka Mackpun memenangkan pertandiangannya dan mendapatkan gulungan tersebut.
Setelah mendapatkan gulungan tersebut dia langsung mempelajarinya dan akhirnya, diapun menjadi seorang master dalam bela diri dunia dan mendapatkan title sebagai “The Grand Master of Martial Arts.”