Hay, nanti bukanya malam malam Minggu kan? kebetulan besok sekolah libur, bagaimana jika nanti malam kita ke gunung untuk melihat Arunika.
"Put, nanti malam naik gunung yuk!" ajak Lia dengan suara memohon.
"Ide yang bagus tuh, pergi dengan siapa saja ?" jawab putri.
"Hanya kita berdua saja" jawab Lia dengan penuh semangat.
Malam pun tiba tepat pukul 20:00 WIB,aku menunggu Lia tepat ditempat yang telah kita sepakati, di sana banyak pendaki-pendaki yang ingin mencari pengalaman sekaligus melihat Arunika, selain kita berdua. Waktu pun terus berjalan semua pendaki sudah mulai
melakukan perjalanan, tinggal tersisa aku seorang aku mencoba menghubungi Lia tapi ternyata tiada jaringan disana, sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 23:45 WIB.
"Lia,kamu dimana? kenapa kau tidak kunjung datang?"kata putri dengan suara bingung,cemas dan khawatir sambil berjalan kesana kemari.
Tiba - tiba ....................
"P u t r i " teriak Lia dengan suara pelan sambil memegang pundak putri dari belakang.
"eh,Lia...kenapa baru datang?kemana saja kamu?"tanya putri dengan perasaan marah bercampur lega karena akhirnya Lia datang.
"hehehe,maaf tadi ada sedikit kendala" jawab Lia dengan suara bercandanya.
"udah,ayo berangkat sekarang keburu pagi nanti"kata putri sambil berjalan menuju pose pemberangkatan.
Ditengah perjalanan, aku teringat kejadian saat Lia yang tiba-tiba berada di belakangku,aku terus bertanya-tanya didalam benakku sayangnya aku tidak berani bertanya pada Lia, karena dari tadi dia terus diam tanpa suara seperti boneka berjalan. Semakin lama... Semakin hening...bulu kudukku sampai berdiri.
krik...krik...krik...
Suara hewan malam yang terus berbunyi, membuat suasana menjadi semakin mencengkeram. Ingin sekali aku menengok kebelakang tapi ada semacam perasaan yang menahan untuk tidak menengok kebelakang,aku hanya dapat terus berjalan ke depan berharap menemukan pendaki lain. Setelah berjam-jam kita berjalan akhirnya kita sampai ke pos kedua,putri dan Lia memutuskan berhenti sejenak untuk beristirahat.
"Li,kemana para pendaki yang lain ya?kenapa sepi sekali disini?"tanya putri dengan rasa penasaran yang tinggi.
"mereka sudah pergi"jawab Lia dengan suara yang sangat pelan
"ah, apa? maksudmu mungkin mereka sudah melanjutkan perjalanan?"tanya putri
namun Lia hanya menganggukkan kepalanya tanpa berbicara sedikitpun.
Setelah cukup istirahat kamipun melanjutkan perjalanan.
Ditengah perjalanan aku merasa ada sesuatu yang aneh, entah itu dengan Lia atau dengan tempatnya. Satu jam setelahnya tiba-tiba aku mendengar seperti suara sinden yang diikuti iringan musik gamelan, semakin keatas semakin terdengar jelas alunan gamelan itu aku berhenti dan berniat kembali turun karena aku tidak berani melanjutkannya lagi,tapi............ saat q berbalik badan,Lia yang dari tadi ada di belakangku tiba-tiba menghilang begitu saja seketika suasana menjadi sangat hening.
"Lia........Lia..........kamu dimana? tolong apakah ada orang disini...........tolong aku...........tolong.........."teriak putri dengan suara yang lantang dan sangat ketakutan sambil berlari dan terus berlari tiada henti.
tiba.....tiba........
Aku melihat seseorang yang sedang berdiri di atas batu besar, sambil mengayunkan tangan, seperti sedang memanggilku aku berjalan mendekatinya dengan harapan dia dapat membantuku.
Namun..........saat aku mendekatinya sosok itu menghilang begitu saja,aku berlari dan terus berlari hingga akhirnya aku menyadari bahwa aku tersesat,tidak tahu harus kemana lagi hanya berharap semoga pagi cepat datang.
ketika akui berhenti sejenak, tiba-tiba aku mendengar ada seseorang yang sedang memanggil-manggil nama ku.
"Putri........ putri.......... putri..........kemarilah" (suara yang sangat lembut)
"Siapa? siapa disana? tolong aku........siapa disana ?"teriak putri dengan suara yang sedikit terbantah-batah
Aku ketakutan dan berlari sampai akhirnya aku tergelincir dan terjatuh hingga akhirnya aku pingsan. Ketika aku membuka mata hari sudah siang dan aku berada di sebuah rumah kecil, ternyata aku berada di rumah seorang juru kunci gunung di sana,dia melihatku pingsan di tengah hutan tadi pagi dan memutuskan untuk membantuku dan akan mengantarkan ku kembali ke pos dimana kami pertama kali berangkat.
Sampai di pos
Tiba-tiba aku menerima pesanan dari Lia,dia meminta maaf karena kemarin tiba-tiba ada hal mendesak yang tidak bisa di tunda, sehingga dia tidak jadi ikut ke gunung.
Aku yang membaca pesan itu pun bertanya-tanya
"jika Lia ada di rumah,yang kemarin bersama ku menaiki gunung siapa?"
TAMAT