Kejadian ini aku rasakan di kala aku menginap di tempat om ku, sewaktu aku menginap di rumahnya beberapa hari di sana, awalnya tidak ada hal aneh.
Rumah om ku sendiri bisa di katakan masih sederhana masih banyak hutan-hutan di sekelilingnya, jarang atara rumah satu dengan rumah yang lain masih sangat berjauhan yah bisa di katakan belum terlalu padat penduduk, lampu penerang jalan juga di saat itu masih minim hanya ada lampu dari pelataran rumah-rumah warga yang menerangi jalan minim sekali penerangan saat itu benar-benar suasana pedesaan yang masih minim penduduk,
Hingga suatu malam.
"Belum tidur Lan? ucap om ku kepadaku.
"Belum om sebentar lagi,"
"Ya sudah tidur jangan malam-malam,"
"Ia om" sahutku sambil mendengarkan musik di kamar.
Sambil mendengarkan musik aku mulai mengantuk dan tertidur, hingga tengah malam aku terbangun melihat celana ku penuh dengan darah, pada saat itu aku sedang datang bulan melihat darah yang bayak aku pun berinisiatif ke kamar mandi menganti pembalutku yang sudah tak mampu lagi menyerap dan membersihkan diriku.
Lalu aku pun bergegas ke kamar mandi sambil membawa pembalut yang baru, om dan tante sudah tidur di saat itu.
Kamar mandi sendiri terletak di luar rumah posisinya di luar dapur dan semuanya masih benar-benar hutan
Sesampainya di kamar mandi aku membersihkan bekas pembalut yang aku pakai memang sudah kebiasaanku seperti itu, sambil menyiram dan membersihkannya, aku tiba-tiba mendengar suara aneh suara seperti bebek yang sedang menyosor-yosor makannya di air.
"Suara apa itu kaya bebek lagi cari makan, tapi masa bebek malam-malam gini berkeliaran enggak takut di makan biawak atau ular" gumamku yang sedang berada di kamar mandi.
namun suara itu tak kunjung hilang sampai aku selesai menganti pembalutku yang kotor tadi, suara itu terdengar di dekat kamar mandi di selokan pembuangan limbah air.
Dengan sangat penasaran aku membuka pintu kamar mandi dan mencari asal suara itu, asal suara itu ada di belakang kamar mandi di selokan dengan pencahayaan dari lampu luar kamar mandi yang remang-remang aku pun mendatanginya.
Begitu kaget aku melihat sebuah kepala yang sedang menjilat-jilat di selokan bekas darah datang bulan yang aku bersihin tadi,
Aku panik dan langsung masuk, kepala itu mulai mengetahui ada yang memperhatikannya dan ia terbang di saat dia terbang aku mulai melihat jelas sosoknya, yang tanpa badan tapi organ dalam masih utuh dengan cahaya merah-merah semu,
Aku kembali masuk dan mengambil garam yang ada di dapur entah lah itu mitos atau fakta, nenek pernah bilang mahluk itu seperti kuyang takut dengan garam jadi aku berinisiatif me larutkan garam ke air lalu aku siram-siram ke selokan dan aku bersihkan juga supaya tidak ada darah yang tertinggal di sana,
Setelah selesai aku mulai kembali ke kamarku dan melanjutkan tidur, namun aku masih tidak dapat tidur karena masih terbayang-bayang sosok kuyang yang sedang menikmati darah kotorku di selokan.
Tamat
mampir yah ke novelku juga
persahabatan dunia lain terimakasih 🥰