"Astaga panasnya hari ini.."
"Kakak... Aku haus," Seorang anak kecil menarik baju kakaknya itu.
Teriknya matahari membuat keduanya merasa kehausan. Sang kakak berusaha mencari sumber mata air, tapi sayangnya setelah beberapa menit kemudian dia masih belum menemukan sumber mata air.
Mereka berdua sebenarnya bukanlah seorang kakak beradik, melainkan seorang pria pengembara dan seorang anak kecil yang tersesat berpisah dengan kedua orang tuanya.
Pria itu juga bukanlah seorang pria biasa. Dia adalah manusia yang dianugerahi dengan kekuatan lengan serigala. Orang-orang memanggilnya dengan julukan "Wolf Hands" Tapi anak itu memanggilnya dengan nama Mike.
Semakin lama panasnya terik matahari membuat anak itu jatuh pingsan. Mike pun menggendongnya dari belakang, dan kembali berjalan di atas pasir kuning yang sangat panas.
"Hey junior, bertahanlah. Kau pasti bisa," ucap Mike.
"Hmm.. oke.," Lemas anak itu.
Perjalanan mereka terus berlanjut sampai akhirnya menemukan sebuah Bar toko yang ramai dipenuhi banyak orang. Mike pun berjalan mendekati Bar tersebut. Sesampainya di depan Bar, orang-orang di sekitar menatap keduanya dengan tatapan asing. Mike tidak memperdulikannya dan terus saja berjalan memasuki Bar.
Perlahan Mike menurunkan anak itu dan mendudukannya di atas kursi Bar. Langsung saja pemilik Bar mendekati keduanya.
"Ada yang bisaku bantu tuan?"
"Tolong berikan anak ini minum," Mike menjawab sambil menghilangkan rasa penatnya.
Pemilik Bar pun pergi membawakan air minum. Tidak lama setelah itu, seseorang dengan tubuh kekar mendekati Mike dan menepuk pundak Mike dengan sangat keras.
*PUK!!*
"Hey kau! Berasal dari mana?"
"Saya pengembara," jawab Mike.
"Bagaimana dengan bocah ini?"
"Kami berdua pengembara"
Setiap pertanyaan yang di lontarkan padanya, Mike hanya menjawab dengan seperlunya dan tidak bertele-tele. Tetapi suasana perlahan berubah saat si Pria menggoda si Pemilik Bar.
"Nona.. Tolong ambilkan 2 botol bir anggur," Pria itu mengedipkan sebelah matanya.
Mike tersenyum kecil melihat tingkah pria itu, saat itu si Pria masih belum menyadari senyuman Mike yang meledek.
"Ini uangnya, sisanya buat kamu"
"Tapi ini kebanyakan Pak"
"Tak apa, ambil saja.."
"Pft..!," Suara Mike menahan tawa semakin jelas.
Merasa dirinya ditertawakan, Pria itu menarik kerah baju Mike dengan kencang lalu membentaki Mike. Mike terlihat santai dengan reaksi Pria itu yang terlihat konyol di depan matanya.
"APA YANG KAU TERTAWAKAN HAH?! BERANI JUGA KAU!!," Sentak Pria itu.
"Bro.. Kalau lu suka, kenapa tak langsung saja?," Mike memegang otot lengan Pria itu.
"Nyali lo kalah sama otot lu sendiri"
*Puk!* *Puk!* *Puk!*
Mike menepuk otot lengan Pria itu, belum cukup sampai situ. Mike juga menghina, dan meremehkan pria itu lewat ekspresi wajah. Merasa dirinya dihina, Pria itu murka dan mengangkat kerah baju Mike.
"MATI KAU!!"
*BRAK!*
"JANGAN BERGERAK!! SERAHKAN SEMUA YANG ADA DISINI!! CEPAT!!,"
Secara tiba-tiba, komplotan bersenjata itu membobol semua isi yang ada di dalam Bar. Termasuk si pemilik toko yang dijadikan sandera untuk melindungi diri.
"Hei Tot, mana nyali lo? Tu cewek di sandera loh," bisik Mike pada si Pria.
"HEI KAU!! LEPASKAN DIA ATAU-"
"BERISIK!! LO MAU GUA TEMBAK HAH?!!!,"
"Iya. Ampun pak.."
"TIARAP!!"
"Oke pak..," Pria itu pun perlahan tiarap.
"Nah kan... Ciut dia.. cuma gertakan mah, gua juga bisa...," Batin Mike sangat menyayangkan tingkah Pria itu.
Diantara semua orang yang ada di Bar, hanya Mike seorang yang masih tetap berdiri dan menatap tajam komplotan Penjahat itu.
"Kau tuli ya?! TIARAP!!," Sentak salah satu Penjahat.
Bukannya mendengar perkataan penjahat itu. Kini Mike malah mengeluarkan kemampuan kedua tangannya itu untuk menghajar para komplotan Penjahat.
Kuku yang ada pada jari Mike semakin mamanjang, dan tato yang ada di kedua lengannya mulai berubah warna menjadi merah menyala.
"Ayo.. Kita... Makan.."
*WHUS!*
Kecepatan Mike melampaui kemampuan manusia normal pada umumnya. Satu persatu penjahat, Mike lumpuhkan dengan sangat mudah. Para penjahat itu tidak sempat menyerang hingga mereka semua akhirnya dikalahkan.
"Kak.. Ada apa ini?" Anak itu baru saja tersadar dari pingsannya.
"Hanya ada semut kecil, tidak masalah.."
Anak itu kembali tidur, sedangkan Mike membawa keluar satu persatu penjahat dari dalam Bar. Saat Mike memasukkan mereka kembali ke dalam mobil mereka. Mike melihat ada dua orang yang sedang bersedih di dalam mobil itu.
Sore hari pun tiba, Anak itu terbangun dari tidurnya dan tanpa ia sadari. Semua orang telah kembali ke dalam posisi mereka masing-masing.
"Hei Junior! Lihat apa yang aku temukan ini!," panggil Mike dari belakang anak itu.
"Hmm..? Ibu? Ayah?. IBU!, AYAH!," Anak itu berlari mendekati kedua orang tuanya.
Mike tersenyum melihat anak itu bisa kembali bersama dengan kedua orang tuanya. Kini Mike kembali mengembara menjelajahi luasnya dunia untuk mencapai jati dirinya.
"Kak.. Terima-"
Belum sempat mengucapkan "Terimakasih". Mike sudah menghilang dari hadapan anak itu. Dalam hati Mike berkata...
"Bukan ucapan 'Terimakasih' yang kuinginkan, tapi kebahagiannya lah yang membuatku bahagia"
---TAMAT---