Namaku wulandari aku terlahir dari keluarga broken home mempunyai empat saudara memiliki darah keturunan jawa, aku memiliki kulit sawo matang dan berpenampilan seperti laki-laki orang bilang aku tomboy.
Aku mempunyai kemampuan yang orang lain tidak punya bisa melihat mahluk tak kasat mata, mengetahui kepribadian orang lain dari nama orang tersebut, entah ini kelebihan atau kutukan untukku.
Suatu malam aku bermimpi aneh aku melihat sebuh cahaya jatuh dari langit lalu aku mengambilnya setelah aku mengambilnya, aku melihat cahaya itu seperti bintang yang bersinar sangat terang dan aku kaget dan terbangun dari situ lah awalnya aku mempunyai kelebihan itu,
awalnya aku selalu ketakutan dan setiap ingin ke rumah teman-teman ku aku selalu melihat penghuni rumah tersebut.
Ada yang berbentuk wanita rambut panjang kadang mukanya menyeramkan kadang hanya putih pucat yah bisa di bilang kuntilanak, ada juga seperti bayangan hitam tinggi besar berbulu biasanya di bilang genderuwo, ada juga tubuhnya yang kaku seperti batang pisang namun dia di bungkus oleh kain putih yang di ikat di kepala, badan dan kaki jalannya pun meloncat-loncat wajahnya mengerikan kadang gosong, kadang bayak luka dan kadang luka dan kapas,
Aku sangat membenci dengan semua yang aku liat belum lagi setiap malam aku selalu bermimpi hal yang berbau horor.
Hingga suatu hari aku melihat siswa dari kelas sebelah waktu itu aku masih duduk di bangku SMP aku melihat di belakang siswa itu seorang wanita paruh baya di belakangnya sebut saja namanya yani,
Awalnya aku bertemu yani tidak merasakan seperti itu, tapi baru ini dia berbeda setelah dia tidak masuk sekolah, waktu itu dia ijin satu hari dan keesokan hari aku melihat dia selalu di ikuti oleh seseorang itu,
Yani temanku yang baik di sekolah walau kita berbeda kelas tapi dia selalu menghampiriku.
Di saat jam istirahat berbunyi yani seperti biasa mendatangiku.
"Lan ke kantin yuk," ucap yani.
Itu awalnya aku melihat seseorang di belakang dia.
"Ia kamu duluan nanti aku menyusul" kataku kepada yani.
"Ya udah aku duluan,"
Yani meninggalkan aku dan ke kantin duluan, antara rasa penasaran dan takut aku pun menghampiri yani.
"Lan sini" ucapnya
Aku menghampirinya yang duduk di kantin di ujung. lalu aku duduk di sampingnya wanita itu menatapku dengan wajah yang pucat dan melihat wajah yani dengan tatapan sedih.
Aku pun mulai bertanya kepadanya mengapa ia tidak masuk sekolah
"yan kemarin kamu kemana kok enggak masuk?"
"Maaf ya Lan aku enggak ngasih tau kamu," sambil meneteskan air mata.
"Lah kok sedih yan ada apa,"
"Kemarin ibuku meninggal Lan, kata dokter terkena serangan jantung aku sedih banget, dan masih belum siap di tinggalkan beliau Lan,"
"Aku pun terkejut berarti yang aku lihat itu adalah ibunya," gumam batinku.
"Sabar ya yan aku yakin kamu kuat kok," sambil memeluknya.
"Terimakasih yah Lan,"
"Sudah jagan sedih nanti ibumu ngeliat kamu ikut sedih" ucapku sambil memeluknya.
Aku ingat kata nenekku kata beliau jika ada orang yang meninggal sebelum 40 hari dia belum akan pergi dia akan mengikuti seseorang yang ia sayangi dan kadang masih berada di luang lingkup semasa orang itu masih hidup.
Tamat
semoga terhibur 🥰,ini cerpen pertamaku, mampir yah ke novelku persahabatan dunia lain terimakasih