Sajakku tak bahagia, sajakku juga begitu menipu. Ada ribuan luka yang tersembunyi dan terpendam hingga terlahir menjadi sebuah benci. Setiap detik terasa begitu menyiksa, namun tak juga. Hari - hariku indah, begitu indah sehingga aku tak ingin beranjak dari zona nyaman itu sendiri. Gelap namun terang, aneh bukan?
Tentu saja, kalimat itu bagaikan sinonim dari dimiliki namun tak dimiliki. Dia mencintaimu, dia senang mengenalmu, dia nyaman bersamamu, dia juga bahagia karena telah menghabiskan hari - harinya denganmu. Namun dia tak takut kehilanganmu. Mengapa?
Sama hal nya dengan cinta, kalimat sederhana itu tidak memiliki alasan, tapi, ataupun karena. Tidak ada penjelasan, cukup kalimat itu saja singkat padat dan jelas yang mengartikan banyak hal, namun tak ada yang bisa menjawabnya.
Sibuk juga bukan alasan yang tepat untuk menghindari sebuah kabar. Jika sudah bukan prioritas, maka sesenggang dan sesibuk apapun kabar itu akan mati.
jika senjamu telah hilang sepenuhnya, maka katakan padaku. Supaya aku tidak lagi menunggunya, dan kau akan aku beri jalan menuju rembulan yang terang.