Seorang gadis meringkuk di kasur berukuran king size dengan sprei berwarna salem dengan meremas baju di bagian perutnya. Matanya terpejam namun raut wajahnya meringis seperti mehan sakit.
"Ssshhh..." desisnya.
Tiba-tiba seorang lelaki tampan masuk ke dalam kamar tersebut dan mendekatinya, ia menyentuh kening gadis tersebut, "tidak panas," gumamnya.
"Sayang, kamu kenapa?" disibaknya selimut yang membungkus tubuh gadis itu dan betapa terkejutnya ia melihat bagian bawah gadis tersebut terdapat noda darah yang lumayan banyak.
"kamu..?" lelaki itu menghentikan pertanyaannya setelah melihat si gadis mengangguk pelan.
Lelaki itu tersenyum tipis, diraihnya tubuh gadis yang merupakan istrinya itu ke dalam gendongannya. Membawanya ke kamar mandi, lalu ia dudukkan di atas closed.
"Bisa sendiri?" tanyanya lembut.
Istri mungilnya mengangguk pelan, antara menahan sakit dan malu.
"Kamu bersih-bersih dulu ya, aku siapin yang lainnya. Kalau udah selesai, panggil aja.." setelah mengatakan kalimat itu, sang suami keluar menuju dapur untuk membuatkan ramuan atau semacam jamu untuk istrinya.
Rutinitas seperti sudah biasa di lakukannya semenjak mereka menikah 6 bulan yang lalu. Setiap bulan pada tanggal yang hampir selalu sama, istrinya akan mengalami nyeri hebat saat kedatangan tamu bulanan. Dan ia dengan telatennya mengurus sang istri tanpa merasa terpaksa ataupun risih.
Tak menunggu lama, jamu yang ia racik sudah siap. Begitu juga dengan sup yang juga sudah di siapkan oleh sang asisten riumah tangga. Ia kembali ke kamar dan meletakkan nampan yang berisi asupan milik sang istri itu di atas nakas, lalu ia menuju walk in closed untuk menyiapkan pakaian dan keperluan lainnya milik pujaan hatinya itu.
"Mas.." samar-samar ia mendengar suara lembut memanggilnya, ia segera menuju tempat dimana sang istri berada.
"Udah?"
Gadis itu mengangguk, "tapi itu.." ucapnya lirih dengan menunjuk pakaian kotornya yang masih berserakan di lantai kamar mandi.
"Nggak usah di pikirin, nanti aku beresin." Sang suami kembali menggendong gadis mungil itu ala bridal style dan mendudukkannya pelan di kasur. Dengan telaten dan penuh kelembutan ia memakaikan pakaian ganti istrinya tersebut.
Mata sang gadis meremang, berkaca-kaca, kemudian luruh begitu saja melihat betapa besar cinta dan perhatian yang di tunjukkan lelaki itu padanya.
"Hey, kenapa? kok nangis.."
Sang gadis hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terisak.
"Apa Mas ada salah? maafin Mas ya," ucap sang suami khawatir.
Tangis si gadis pecah seketika, ia merentangkan tangannya hendak memeluk sang suami. Dengan senang hati pria itu menyambutnya ke dalam dekapannya, membenamkan kepala sang istri ke dalam dadanya.
"Maafin aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, maafin aku cuma bisa nyusahin kamu selama ini Mas.. "
"Ssstt.. kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, kamu itu istriku, tanggung jawabku. Sudah sepantasnya kita saling membantu dan ada untuk satu sama lain, jadi jangan pernah berkata seperfinitu lagi, oke?" gadis itu kembali mengangguk menurut.
"Udah siap, udah cantik.." ucao sang suami setelah selesai memakaikan pakaian dan menyisir lalu memakaikan bando di kepala istrinya.
"Makasih Mas,"
"Sama-sama sayang," di kecupnya lembut kening sang istri.
"Silahkan ramuannya, dimakan terus di minum sampai habis, biar cepet sembuh." Ia meletakkan nampan yang di bawanya tadi ke hadapan sang istri lalu mulai menyuapinya perlahan.
"Aku akan selalu berusaha untuk menjadi istri yang terbaik untukmu Mas, aku akan selalu berusaha untuk sembuh.." gumam gadis itu dalam hati.
Salam manis dari pasangan ter uuuuncch..
Senja & Andra