namaku sakuto sakura, orang orang sering menyebut ku si gadis gila.
sebutan sigadis gila ini pertama kali aku dapatkan saat SD, sebenarnya sejak kecil aku sering bicara sendiri bukan karena aku indigo tapi sebenarnya aku hanya berbicara dengan diriku sendiri, aku emiliki imajinasi aktif yang kuat, sampai Samapai aku bisa membayangkan suara dari objek hayalanku itu, dalam pikiran ku pun terbagi menjadi dua satu aku dan satu dia, walau keduanya sama sama aku kendalikan.
imajinasi aktif milikku ini membuat ku bisa mengendalikan mimpiku sendiri, tapi jika ini tidak terkontrol dan aku terlalu asik berkhayal aku akan sulit untuk tidur, saat disekolah aku selalu dijauhi semua teman temanku, bahkan mereka menyuruh murid baru untuk menjauhi ku aku mulai geram dengan tindakan mereka, saat ini aku duduk di bangku 2 SMA, dengan sikapku yang ramah dan sepertinya lemah aku selalu di bully oleh teman temanku.
karena aku tidak memiliki teman di sekolah aku selalu bicara sendiri dengan objek hayalanku, imajinasi aktif ku ini juga aku tuangkan dalam karya karya ku, dirumah aku dikenal sebagai pribadi yang ramah baik tegas dan mudah bersosialisasi, tapi disekolah aku jadi seperti gadis cupu dan itu bukan gayaku, satu tahun berlalu ada beberapa bekas luka yang tertinggal akibat bully an mereka, hari hari aku lalui dengan sabar, saat kelulusan ada sebuah acara yang diadakan sekolah.
dari beberapa lomba dan pertandingan, saatnya aku mengungkapkan identitas ku yang sebenarnya, mereka pikir aku akan ikut dalam halhal tidak menyenangkan seperti cerdas cermat, tapi diam diam aku mendaftar ke lomba olahraga, teman teman sekelas ku terkejut saat pagi itu aku datang ke sekolah dengan jaket jins rok pendek dan rambut tergerai, dandanan ku bagaikan gadis berandalan, aku pergi ke ruang ganti dan brukk sebuah bata hampir mendarat di kepalaku, untung saja aku berhasil menghindari nya.
setelah itu mereka orang orang yang suka sekali mencelakai ku, langsung melabrak ku di ruang ganti mereka bilang dengan penampilan saja yang berubah tapi kelinci tetaplah kelinci, mereka membuat ku semakin jengkel aku langsung menampar nya pllaakk, "hellloo dengar ya kalian sudah membuat ku muak, jika kalian masih ingin hidup maka pergi dari sini setelah mencium kakiku" mereka tampak terkejut dengan perkataan ku.
dan aku melihat ekspresi wajah ketakutan mereka yang sangat jarang terlihat, hanya dengan satu tamparan aku bisa menjinakkan mereka, mereka tidak pernah lagi menggangu ku dan melukai ku, rasanya cukup nyaman jika tau hasilnya akan seperti ini maka aku lakukan sejak awal saja, tapi sebutan yang mereka berikan kepadaku tetap sama aku masih saja dipanggil sebagai si gadis gila tapi aku tidak peduli dengan hal itu karna aku tidak gila.
jangan lupa like dan komen ya#