Malam pergantian tahun adalah malam yang di nanti bagi sebagian orang. Untuk sekedar berkumpul dengan teman ataupun keluarga. Begitu juga halnya dengan arnold, diana,atika, jesika,william,dan johan. Mereka adalah para sahabat lama yang jarang bertemu.intinya mereka berencana mengadakan reuni dengan mendaki gunung. ingin melihat, menikmati sunrise di negri di atas awan, julukan dari pendakian sikunir bersama teman-temannya.
Johan dan william yang menyiapakan rencana nya agar terlaksana dengan baik,dengan memulai survei tempat dan penginapan sebelum mendaki.
Hari yang dinanti pun telah tiba, johan menyiapkan mobil,william dan arnold menyiapkan alat-alat keperluan mendaki.
Mereka memutuskan akan berangkat pukul 7.00.pagi hari agar sampai dipenginapan tepat waktu.
Perjalanan di mulai dengan johan yang menjadi driver nya,william disampingnya,
Diana,atika,dan di ikuti jesika,arnold paling belakang.
Rumah johan yang menjadi titik temu berkumpulnya mereka.karena rumahnya lebih dekat dari rumah teman-teman yang lainnya.
Jarak yang di tempuh kira-kira memakan waktu 4-5 jam dari penginapan sampai puncak pendakian sikunir.
Karena tahun baru penginapan full,tapi untugnya johan dan william sudah memesan terlebih dahulu sebelum pemberangkatan.
Di perjalanan yang panjang mereka di sambut dengan pemandangan perbukitan yang indah,paronama alam hijau dengan awan dan kabut putih menyelimuti sajak-sajak perbukitan, dan hawa dingin terus berhembus membuat mereka riuh tak henti-hentinya takjub.
Sebelum sampai puncak tempat penginapan di tengah perjalanan mereka berhenti di rest area yang sudah di sediakan di pinggir jalan, mereka di suguhi dengan pemandangan yang tak kalah takjub untuk dilihat.
Merekapun beristirahat ,diana dan atika sibuk mengambil view yang bagus memotret setiap sudut pemandangan memalalui ponselnya.
Jesika dan arnold sibuk ngobrol ntah apa yang di diskusikan mereka.
Sedangkan johan dan william menikmati secangkir kopi dan rokoknya di tempat yang sudah di sediakan di rest area itu. Dengan memesan dan nantinya akan di siapkan ,seperti cafe coffee,tapi ini lebih ke warung kopi dengan rumah-rumah gubug berjejer mennghadap ke hamparan awan,berasa duduk di atas awan.
Setelah puas dengan pemandangan yang ada dan merasa lelahnya hilang,mereka pun melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya di penginapan mereka turun dari mobil,mereka mengambil barang-barang yang telah dibawanya,membawa masuk satu persatu.
Dengan perasaan senang meraka tak sabar untuk mendaki.
Jaket yang tebal wajib mereka pakai,karena hawa dingin di pegunungan siap mereka hadapi.
"Eh gimana kalo kita jalan-jalan dulu diluar" ajak atika
"Iya bener ajak johan ,william sama arnold juga tuh biar seru"
Sahut diana antusias
Jesika yang sibuk dengan ponselnya cuma mengangguk angguk menimpali obrolan atika dan diana tanda ngikut saja.
"Halo! johan,gue sama anak-anak mau jalan liat pemandangan sore,lo sama yang lain ikut ya?"
"Iya,tik,gue ngak ikut gue mau rebahan dulu dech capek gue,william sama arnold tu mau keluar"
"Ok"
Tutup atika
Mereka keluar berlima jalan-jalan sore menikmati suasana yang dingin.
Hilir mudik orang bersliweran dari kendaraan bermotor,mobil maupun pejalan kaki.
Selain mereka banyak juga pengunjung lain yang akan mendaki untuk menikmati pergantian tahun.
Didekat penginapan mereka , ada acara pelepasan lampion,yang konon katanya acara itu setiap tahun di adakan didesa itu.
Untuk menghormati para leluhur dimalam pergantian tahun. Konon jika bisa menerbangkan lampion sampai tinggi orang yang menerbangkan akan tercapai semua mimpinya.
Dengan cerita itu banyak antusias warga lokal maupun pendatang antusia mengikuti acara pelepasan lampion di malam pergantian tahun.
Atika dan teman-temannya pun ikut sibuk membeli lampion untuk di terbangkan nanti,padalah mereka akan mendaki,tidak mungkin bisa ikut menerbangkan,yang penting ikut partisipasi beli.
"Berapa pak satu"
"30ribu neng"
"3 ya pak"
Diana,atika dan jesika membawa lampion masing-masing.
"Lo percaya gituan" william tanya diana.
"Gue si percaya ngak percaya,buat seneng-seneng aja, punya lampion siapa tau nanti bisa nerbangin.
jawab atika.
"Woy,! Balik yuk!
Ajak ronald.
Akhirnya mereka kembali ke penginapan untuk mempersiapkan pendakian.
"Sialan lo ar,ngapain lo bawa-bawa ginian" william menenteng plastik yang berisi kon***m
"Huss!! buat jaga-jaga will,siapa tau kedinginan haha"
"Anjriit lo, Ar. johan tau habis lo "
Arnold buru-buru merebut plastik yang di pegang william,memasukannya kedalam tas,saat melihat johan masuk kamar.
"Udah siap semua"
Johan memastikan persiapan pemberangkatan.
"Siap!!" Jawab serentak saat mereka telah berkumpul di depan penginapan.
Sebelum masuk area pendakian ada post,yang mana post itu memeriksa semua barang yang dibawa.
Dan memberitahukan tata tertip mendaki.
Sampailah di puncak,para lelaki memasang tenda dan perempuan menyiapkan api unggun dan makanan untuk mnghangatkan malam.
"Dimana jesika dan arnold?"
Cemas johan, karena cuma meraka berdua yang tak terlihat batang hidungnya saat berkumpul di depan tenda"
"Kayaknya tadi mereka berdua barengan".jawab atika
"Jangan-jangan"..
"Jangan-jangan ,apa will" desak johan.
William pun meceritakan apa yang diketahui william tadi.
"Sial!! arnold.. cari mereka berdua"
Dengan cepat johan mencoba mencari keberadaan arnold dan jesika. Di ikuti william ,atika dan diana.
Malam yang gelap mereka terus menelusuri semak-semak untuk menemukan mereka.
Ada seklebet sosok lewat.
"Tik gue takut,lo tadi liat ngak"
"Iya din,gue liat"
"Kemana si mereka gelap-gelap gini".
"Bangsatt lo ar!!
Terdengar suara johan dari balik pohon menghajar arnold.
"Lo ngak denger aturan tadi. Dilarang kencing sembarangan"
"Gua ngak kencing han,tanya jesika"
Jesika yang sibuk merapikan baju dan rambutnya yang berantakan.
"Lo juga jess mau-maunya dikadalin arnold"
Emosi johan
jesika yang berdiri di bantu atika dan diana.mereka kembali ke tenda.
"Sialan lo will.lo bilang ke johan"
"Gue terpaksa ar, lo si. Pake kencing ngak ngajak-ngajak, gue juga pengen" mereka tertawa di dalam tenda.
"han,maafin gue ya, Gue malu sama lo"
"ngak usah minta maaf sama gue jess, minta maaf sama diri lo sendiri,lo kalau mau gituan jangan disini jess, gue takut terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan".
"Iya han,gue minta maaf"
"Gue juga minta maaf tadi bentak lo"
05.00 matahari dari balik gunung muncul memperlihatkan hamparan awan putih yang indah..
Puncak Gunung terlihat jelas. Para pendaki berseru memotret dari semua sudut pandang mengabadikan semua moment.
Begitu juga atika, diana ,jessika,arnold,johan dan william mengabadikan suasana negri di atas awan melupakan kejadian tadi malam.
***** trimakasih *****