"Oh Bryan.. kenapa sih lo itu cakep banggeett.."
"Oppa Chang Wok, your so handsome"
"Subhanallah. . Gus, kamu adalah ciptaan Tuhan yang sempurna."
Ungkapan ketiga gadis belia kala menatap ponsel mereka masing-masing yang menampakkan foto para idola masing-masing.
Ya, selera setiap orang berbeda-beda, begitu pula dengan kekaguman mereka terhadap seseorang yang tentu saja berbeda.
Tapi meskipun berbeda mereka tetap berteman baik kok, gak saling mencibir kesukaan masing-masing.
"Girls.. bias gue ada film baru donk, ih ga sabar deh mau liat drakornya," Tifa menunjukkan ponselnya pada wajah kedua sahabatnya.
"Oh ya, apa?" Risa menoleh sekilas pada Tifa yang kembali sibuk menatap layar ponselnya.
"Yang pastinya Oppa Chang Wook bakal kelihatan keren disanaa... uunch," ukar Tifa menciumi ponselnya sendiri hingga membuat Sani meringis melihatnya.
"Ya ngefans sih ngefans ya Tif, tapi emang harus sampe cium-cium hape gitu yah?"
"Ahahhahah.. maklum San, dia itu lagi kasmaran, halu tapi, ahahahhh." Ucap Risa sambil tertawa terbahak.
Tifa mengerucutkan bibirnya, "kayak kamu enggak aja sih Ris."
"Tapi aku nggak separah kamu juga kali,"
"Sudah, sudah.. jangan jadi berdebat hanya karena idola dunia maya, mereka aja nggak mengenal kita, masak kita bela-belain debat sih.."
"Iya Bu Ustadzah.." ujar kedua sahabat Sani berbarengan, lalu mereka kompak menghambur memeluk sahabatnya itu.
"Sayang Sani.. kamu itu selalu bijak. Nggak akan membiarkan peedebatan terjadi,"
"Ya kan emang-" ucapan Sani terpotong sebelum ia menyelesaikannya.
"Lebih baik tinggalkan perdebatan meskipun kamu benar kan?"
"Nah.. pinter Risa."
"Wuah jelas donk-" Risa sudah hampir saja melonjak dari duduknya sampai Sani kembali mengingatkannya.
"Tapi jangan menjadikan kamu sombong kalau di puji,"
Tifa terkikik membuat Risa mematutkan bibirnya.
"Sudah, sekarang kita istirat. Sudah malam lhoh ini,"
Pagi harinya, ketiga gadis tersebut mengikuti kajian subuh. Seorang ustadz memberikan tausiah mengenai keteladanan Rasululloh SAW.
Mereka mendengarkannya dengan seksama hingga dari awal hingga selesai.
Selepas mendengarkan kajian tersebut, ketiganya menyadari, bahwa tak ada manusia yang sempurna melainkan Baginda Nabi Agung Muhammad SAW.