Nafiza sedang asyik membaca novel dalam sebuah aplikasi novel online, ia sedang membuka novel yang berjudul "Abila Cinta Ku" (Mohon maaf jika ada kesamaan judul, cerita ini hanya fiktif belaka), kemudian ia kecewa. Nafiza telah menunggu kisah novel ini tamat dari 2 tahun yang lalu. Saat Nafiza pertama kali membaca novel tersebut, ia berpikir bahwa alur ceritanya menarik, ia pun amat bersemangat untuk terus membaca bab demi bab, kisah demi kisah novel tersebut. Novel ini diambil dari kisah nyata yang dialami oleh penulis novel itu sendiri. Novel tersebut bergenre roman tentunya, juga komedi.
2 tahun Nafiza menunggu lanjutan dari kisah novel tersebut, 2 tahun ia menunggunya dengan sabar. Kemudian Nafiza berpikir bahwa penulis novel ini mungkin malas untuk melanjutkannya kembali, atau sang penulis telah memindahkan novel nya ke aplikasi lain. Hanya soal waktu, Nafiza akan menemukan jawabannya, jawaban mengapa novel tersebut tak kunjung tamat.
***
Besok nya, saat pulang sekolah.
Nafiza sedang duduk di kursi shelter di depan sekolah. Tapi rupanya Nafiza tak duduk sendirian. Nafiza perlahan memutar kepalanya 90 derajat ke kiri, untuk mengetahui siapa yang sedang duduk di sebelahnya.
"Eh hai, Hans." Sapa Nafiza. Rupanya itu adalah Hans, teman sekelas Nafiza.
"Hai Nafiza." Sapa Hans balik. Hans terlihat sedang membaca cerpen lewat aplikasi novel online, aplikasi yang dibuka Hans sama dengan aplikasi novel online yang dimiliki Nafiza di HP nya.
"Hei, kamu sedang membaca apa?" Tanya Nafiza pada Hans.
"Oh ini. Ini cerpen 'Sang Peri Mimpi Baik', karya Rainhard Frealdo." Jelas Hans pada Nafiza.
"Ah, begitu rupanya. Omong-omong aku juga memiliki aplikasi itu." Ucap Nafiza.
"Wah benarkah! Kalau begitu aku sarankan kamu untuk membaca karya-karya Rainhard Frealdo. Saat ini ia telah menulis 6 cerpen. 'Sang Peri Mimpi Baik' adalah karya pertamanya, sekaligus cerpen yang mendapat 'like' terbanyak dari seluruh cerpen nya saat ini. Aku juga menyarankan kamu untuk membaca cerpen Rainhard Frealdo yang berjudul 'Piala untuk 'Ibu'', genre horor. Sepupunya Rainhard Frealdo pun bilang bahwa kisah tersebut amat amat amat seram. Dan satu lagi, kini Rainhard Frealdo telah menerbitkan sebuah novel yang berjudul 'Dunia Langit', aku sudah membacanya dan kisahnya seruuuuuuu banget, seolah aku berada di dunia Langit tapi nyatanya masih di bumi, haha... Dan jangan lupa juga untuk like seluruh karya Rainhard Frealdo, karena cerita nya seru-seru, oke Naf?" Jelas Hans panjang lebar.
"Oke Hans." Jawab Nafiza.
Mereka diam sejenak.
"O iya Hans, apa kau pernah membaca novel yang berjudul Abila Cinta Ku?" tanya Nafiza.
"Ya, saya pernah membaca novel itu. Aku menunggu lanjutannya hingga sekarang, selama 2 tahun aku menunggu dengan sabar. Kisah itu amat menarik, hingga aku tak bosan membacanya, apalagi itu diambil dari kisah nyata yang dialami oleh penulis novel itu sendiri." Jelas Hans.
"Aku juga sama Hans, sama-sama menunggunya selama 2 tahun. Apa kau tahu apa yang terjadi dengan penulis itu, Hans?" Tanya Nafiza penasaran.
"Entah lah, aku juga tak tahu." Jawab Hans.
Nafiza terdiam. Sampai sekarang Nafiza belum mengetahui jawaban atas hal ini, jawaban mengapa novel tersebut tak kunjung tamat. Nafiza amat penasaran dengan lanjutan kisah tersebut, apalagi Hans.
***
Nafiza tengah berjalan, menuju rumahnya.
Suasana komplek sepi, udara nya dingin. Entah kemana semua orang yang tinggal di komplek ini, apa mereka sedang keluar, atau di dalam rumah masing-masing?
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Nafiza melihat seorang laki-laki dewasa sedang berdiri tepat di tengah jalan, mukanya terlihat penuh darah! Dan dibelakang laki-laki itu ada sebuah mobil yang melaju ke arah laki-laki itu, jarak antara laki-laki dengan mobil tersebut kisaran 1 meter!
"PAK, AWASSSSS!" Seru Nafiza.
Tapi hal mengejutkan terjadi, mobil tersebut menembus badan laki-laki itu! Laki-laki itu terlihat sedang tersenyum, lalu menatap Nafiza, kemudian laki-laki itu menghilang!
Tunggu, apa!
Nafiza jelas-jelas melihat ada laki-laki di sana. Sebentar, apa mungkin laki-laki tadi adalah orang yang sedang mengendarai mobil itu ya? Ah, sepertinya laki-laki yang berdiri di tengah jalan sebelumnya hanya perasaan Nafiza saja. Nafiza pun melanjutkan perjalanan.
***
Malam harinya.
Nafiza mematikan lampu kamar, membuat seluruh kamarnya diselimuti kegelapan. Nafiza pun beranjak tidur, karena esok ia harus kembali sekolah.
1 menit kemudian, pintu depan rumah Nafiza terdengar seperti diketuk kencang. Nafiza terkejut seketika. karena penasaran, Nafiza membuka pintu kamarnya perlahan, melangkah menuju pintu depan yang sebelumnya diketuk kencang. Dengan gemetar Nafiza memegang gagang pintu itu, lalu membukanya.
Nafiza terkejut, ia melihat sebuah kain hitam di atas lantai teras, tepat di dekat pintu depan rumah. "Ini kain milik siapa?" Tanya Nafiza pada dirinya sendiri. Nafiza mencoba melihat ke arah jalan, tak ada siapa-siapa. "Lebih baik aku ambil kain ini saja ke dalam kamarku." Ucap Nafiza. Nafiza mengambil kain itu, masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu depan rumah, menguncinya, dan kemudian masuk ke dalam kamarnya. Nafiza menyimpan kain hitam tersebut di dalam lemari pink miliknya. 10 detik kemudian ia beranjak tidur.
Belum tertidur dengan nyenyak, pintu kamar Nafiza tiba-tiba berderit pelan, membuat Nafiza kembali terbangun. Nafiza menoleh ke arah luar kamarnya, tak ada siapa-siapa. Nafiza pun menutup pintu kamarnya.
Saat Nafiza membalikan badan, Nafiza amat terkejut, kain hitam yang sebelumnya ia simpan di lemari, telah terbang tepat di depan matanya, jaraknya 500 cm dari tempat Nafiza berdiri! Kain tersebut menghampiri Nafiza, menutup mukanya, seluruh mukanya! Ikatan kain tersebut amat kuat. Nafiza mencoba membuka kain itu, sia-sia. Nafiza kemudian mencoba teriak minta tolong, hei, seperti ada tangan yang menghalangi mulut Nafiza untuk berteriak! Nafiza tak dapat melihat tangan tersebut. Tiba-tiba hal paling mengejutkan terjadi, mata Nafiza mengeluarkan darah! Bagaimana itu bisa terjadi! Nafiza pun merasa amat ketakutan, suasana "horor" menghampiri dirinya saat ini. 15 detik kemudian Nafiza terjatuh, lalu pingsan, di tengah-tengah kamarnya yang gelap.... nan gulita.
***
Di tengah tak sadarnya Nafiza, ia sedang melihat suatu kejadian... yang dialami seseorang. Nafiza amat terkejut, seseorang itu adalah penulis novel "Abila Cinta Ku", Nafiza mengetahuinya lewat foto profil penulis novel tersebut.
Sang penulis tengah menyebrang di tengah ramainya mobil dan motor. Ketika hendak menyeberang, ia tak sengaja menabrak sebuah mobil yang melaju dengan amat kencang, tak lama kemudian ia pun meninggal dunia...
Abila, istrinya, menangis keras ketika mendengar kabar bahwa suaminya telah tiada. Abila terlihat seperti tak terima akan kejadian yang sebelumnya menimpa sang suami. Abila pun mengingat kembali pada saat Abila dan suaminya masih pacaran, mereka menjalani hari indah bersama, canda tawa bersama, seperti isi dari novel tersebut, suaminya menulis seluruh cerita bersama Abila pada saat masih pacaran dengan detail, membuat pembaca tersihir, tak bisa lepas dari novel tersebut.
***
Nafiza melepas kain hitam yang terikat di wajahnya, berhasil! Saat Nafiza berhasil membuka kain hitam tersebut, ia melihat sosok di depannya, dan itu adalah penulis novel "Abila Cinta Ku". Awalnya Nafiza amat kaget akan hal yang barusan ia alami, tapi kemudian ia mencoba membiasakannya.
"Terima kasih telah menunggu dengan sabar, nak. Berkat kesabaran yang kamu miliki membuatmu bisa melihat diriku."
***
Besoknya, saat Nafiza masuk ke dalam kelas.
"Hai Naf, kamu tahu tidak?" Tanya Hans. Hans sedang duduk di kursinya.
"Tahu apa?" Tanya Nafiza, pura-pura tak tahu.
"Cerita novel Abila Cinta Ku dilanjutkan kembaliiii, dan novel tersebut kini telah tamat, Naf!"
Nafiza tersenyum pada Hans.
"Emm, apa kau sudah tahu tentang hal itu?"
"Iya, Hans"
Nafiza memberitahu segalanya pada Hans. Ketika Nafiza memberitahunya, Hans seolah tak percaya, berpikir bahwa apa yang Nafiza ucapkan hanyalah khayalan Nafiza belaka.
***
Sang penulis novel tersebut menyuruh Nafiza untuk melanjutkan cerita itu. Nafiza pun masuk ke akun milik sang penulis itu, lalu masuk ke menu novel Abila Cinta Ku. Nafiza mengetik cerita sesuai dengan yang disebutkan oleh sang penulis novel aslinya. Setelah selesai, penulis novel itu mengucapkan terima kasih untuk yang kedua kali pada Nafiza, kemudian pergi ke tempat yang tenang, jauh dari jagad raya...
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain di bawah ini ya :) 👇🙏
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏