Hari selasa bertepatan dengan dari Kesaktian Pancasila, di mana kegiatan sekolah diliburkan. Untuk mengisi waktu libur, Suci bangun di pagi hari untuk menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah dengan suaminya di rumah Ibunya, karena Suci dan Toha belum memiliki rumah sendiri.
"Pak, bangun! adzan subuh sudah berkumandang" ucap Suci, pelan. Suci membangunkan suaminya yang terlihat masih tidur nyenyak.
"Emmm, iya Bu! jam berapa sekarang?" tanya Toha sambil mengucek-ucek matanya.
"Sudah jam empat lebih sepuluh menit, Pak!" terang Suci kepada Toha.
"Iya, Bu! sebentar!" sambung Toha mengerjabkan matanya berkali-kali dan menatap jam dinding.
Sambil menunggu suaminya beranjak dari tempat tidurnya, Suci membersihkan diri mandi dengan sabun wangi dan menggosok giginya dengan pasta gigi yang baru dibeli semalam. Setelahnya, Suci mengambil air wudu dan mempersiapkan diri untuk menjadi ma'mum dari suaminya.
"Tunggu saya, Bu!" ucap Toha pelan, sambil membawa handuk ke kamar mandi.
"Baik, Pak!" sahut Suci tersenyum.
Sholat subuh berjamaah telah dilaksanakan Suci dan Toha dengan kusyuk, Suci mencium punggung tangan suaminya dan dibalasnya oleh Toha mencium kening istrinya yang masih menggunakan mukenah.
"Apa kegiatan liburan hari ini, Pak?" tanya Suci sambil mengemas mukenahnya.
"Kita mencuci pakaian ya, Bu!" sahut Toha memberikan ide.
"Setelahnya?" sambung Suci menautkan kedua alisnya.
"Menjemur pakaian, Bu!" celetuk Toha sambil melipat sajadah berwarna biru tua.
"Lalu apalagi, Pak?" ucap Suci terus bertanya.
"Beli sarapan" jawab Toha tersenyum.
"Kita sarapan di rumah atau di alun-alun, Pak?" Suci menyernyitkan keningnya.
"Di rumah, Bu!" jawab Toha, pelan.
"Oh, kirain mau ke alun-alun hiks hiks" celetuk Suci tertawa. Toha pun hanya tersenyum sambil memeluk Suci, Suci membalas pelukan erat suaminya.