Adik kecilku, tak terasa kini kau sudah beranjak dewasa..
Aku masih ingat jelas, wajahmu yang imut dan lucu saat keci dulu.
Aku masih ingat kala kamu merengek dan menangis meminta ini itu.
Aku masih ingat saat-saat aku menggendongmu agar lekas tidur saat ayah dan ibu bekerja mencari uang untuk kita.
Bertahun-tahun kita lalui dengan suka dan duka, kita berbagi tawa dan canda.
Terkadang berebut mainan dan makanan adalah hal yang biasa, tapi kita akan berbaikan lagi setelahnya.
Sekarang kita sudah sama-sama dewasa, bahkan kau sudah merantau ke negeri sana untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Berusaha membahagiakan kami semua.
Kamu yang mencari uang, aku yang mengurus orang tua.
Hati-hatilah kamu disana.
Ku jaga dari sini dengan doa.
Doa agar kamu selalu baik-baik saja disana.
Doa agar kamu menjadi orang yang berhasil, dan mampu membanggakan orang tua kita.
Tak ada yang mampu ku ucapkan selain terimakasih banyak adikku.
Aku selalu menyayangimu..
Ku tunggu kepulanganmu..
Ku tulis sepucuk surat ini dengan air mata berderai menahan rindu..
Jagalah dirimu selalu adikku..