Kembali menatap gundukan tanah yg sudah mengeras,duduk disebelahnya dan mengusap batu nisan yg bertulis jelas namanya,rindu.....
rindu untukmu selalu ada ayah......
"Hei ayah,, anak durhakamu kembali datang setelah sekian lama pergi" sapaan pertamaku kepadanya sambil terkekeh
Awan yg mulai gelap,rintik-rintik hujan mulai turun bersamaan dengan turunnya air mataku,berharap semua bisa di ulang, berharap kau bangun kembali tapi itu tidaklah mungkin
Ayah....
Aku mohon kembalilah,kami merindukanmu....
Tidakkh kau melihat sejak kepergianmu keluarga kita tidak se hangat dulu
Tidakkh kau merindukan kami, apa kau disana baik-baik saja ayah?
..........................
Hujan sudah mulai deras, bajuku sudah mulai basah namun,sangat berat untukku meninggalkan tempat ini
Dengan tangan yg bergetar aku menaburkan bunga,kutata rapi dan sambil mencabut rumput-rumput liar disekitar gundukan itu
"Ayah, apakh kau merindukanku?ah baik-baik kau tak akan rindu pada anak durhakamu ini bukan?" ucapku sambil terkekeh pelan
"Aku akan pulang,, minggu depan aku kembali lagi tapi aku tidak berjanji ayah"ucapku kembali sambil mengusap dan mencium batu nisan itu....
Aku berdiri dan berjalan meninggalkan area kuburan dengan air mata yg masih mengalir deras
berharap ia kembali
。。。。。。。
dalam sebuah kamar bernuansa merah,merah semerah darah
seorang gadis menangis pilu,gadis itu terlihat berantakkn.Setelah pulang dari area pemakaman
ia kembali merindukan sosok itu,sosok yg selalu menenangkannya dan yg selalu ada disampingnya.
"Ayah, tidakkh kau kasihan kepadaku kau meninggalkan ku saat aku belum bisa menerima semuanya ayah" ucapnya dengan suara bergetar
badannya sudah mulai melemah, nafas kembali tidak beraturan mata yg berkunang kunang
panik melanda, dengan cepat ia mulai menuju lemari,mengambil sebotol obat dan segera menelannya...
semenjak ayahnya meninggalkan dirinya,kesehatannya menurut penyakit itu kembali datang malah,semakin parah
............................
berharap bisa tidur dengan nyenyak aku memejamkan mata, di alam bawah sadar aku bertemu dengan ayah
"Nak,jangan pikirkan ayah jaga kesehatanmu nak lindungi keluarga kita"ucap ayah setelah itu ia memelukku dan menghilang bersamaan dengan kabut asap yg tebal
"ayah,"air mata kembali mengalir dipipiku, "AYAH"teriakku namun ia tak kembali lagi...
badanku melemah, kakiku serasa menjadi jely aku terduduk ke tanah nafas kembali sesak panik datang melanda.
Tersadar,dengan cepat aku membuka mata keringat dingin membasahi tubuhku bercampur dengan air mata yg sedari tadi mengalir. "itu hanya mimpi ya hanya sebuah mimpi" ucapku dalam hati.
tapi semua serasa nyata, bahkan hangatnya saat ia peluk masih terasa...
hahh,tuhan cabutlah nyawaku aku sungguh tidak bisa seperti ini....
selesai
thnk buat yg bca,,
kisah nyata ya?,, iya disini kisah gua sendiri
bye💤