Angin berdesir disebuah negeri bunga mawar. Harum bebungaan yang berada di setiap sudut kota semerbak menusuk hidung siapapun yang berjalan di tengah kota. Hiruk pikuk mulai terlihat di kaki istana kerajaan. Para bangsawan, pelaut, rakyat biasa, semuanya bercampur walaupun mereka sebenarnya membeda-bedakan.
Sebuah kerajaan yang damai tanpa ada perselisihan dengan negeri lain.
Tetapi, kerajaan yang aku tinggali ini. Tidak bisa mengakrabkan diri dengan bangsa penyihir pemakan manusia. Kami menyebutnya 'Penyihir Vampir'. Cerita rakyat yang beredar mengatakan, bahwa penyihir ini mendapatkan kekuatan dengan meminum darah manusia. Itulah mengapa di sebut vampir. Darah yang mereka minum dapat membuat mereka abadi.
'Apa yang indah dari keabadian?'
Namaku Rui. Aku satu-satunya putri yang ada di kerajaan ini. Orang-orang mengatakan bahwa hidupku pasti mulus layaknya kaca yang ku gunakan sebagai vas bunga lily di kamarku. Namun,
'Aku putri yang dibuang'
Istana yang aku gunakan bukan istana utama. Tapi istana Wisteria yang berada di ujung. Lama kelamaan aku dilupakan.
•••
Angin masuk melalui jendela yang tengah dibuka oleh seorang pelayan. Cahaya mentari hangat merambat sedikit demi sedikit dan menghangatkan ruangan yang awalnya sangat dingin.
Srakkk....
Tirai satu persatu dibuka perlahan dan seorang gadis terlihat nyenyak di atas ranjang empuknya.
"Nona, sebaiknya anda segera bangun,"
Putri dengan rambut selayaknya bunga Lily itu membuka matanya. Matanya seperti lemon yang gemerlapan layaknya berlian.
Istana yang megah walaupun dia dilupakan, pengasuh yang tidak pernah meninggalkannya, dia juga tidak kekurangan harta. Namun,
'Aku ini putri yang selalu mendapat kesialan'
Ya, aku selalu tertimpa kesialan. Minggu lalu saat sedang minum teh di halaman, anjing sialan milik istana sebelah mengobrak-abrik meja teh ku. Dua hari lalu gaun yang baru saja dibeli terbakar perapian. Kemarin aku tersandung akar pohon dan wajahku terbentur tanah.
Dan hari ini...
GEDUBRAKKKK....
Aku tersungkur saat bangun dari tempat tidur.
"A-anda baik-baik saja?"
Yang membantuku berdiri ini adalah Anne, dia pengasuhku. Aku ingin sekali mengetahui isi pikirannya.
•••
Rui mengganti baju tidurnya dengan gaun santai karena cuaca hari ini lumayan terik. Rambutnya ditata rapi dan pita besar mengikat sebagian rambutnya di belakang.
"Anne, siapkan satu set teh dan manisan di halaman"
"Nona, anda harus sarapan dulu,"
Ia tidak mendengarkan saran dari pengasuhnya dan malah langsung pergi ke halaman belakang.
Di halaman belakang ada sebuah taman kecil dengan berbagai bunga tumbuh di sana. Sebuah bangku dan meja tergeletak manis di bawah pohon wisteria yang tengah berbunga dengan lebatnya.
Angin menerbangkan rambutnya yang mulai berantakan. Dia tidak peduli tata krama seorang bangsawan. Kaki mungilnya berhenti di sebuah dinding tebal nan tinggi yang memisahkan istana nya dengan perbatasan negeri seberang.
"Nona, teh anda sudah siap!"
Teriakan Anne membuatnya berbalik. Angin kencang mengembangkan rok nya.
"Anne, kau membawa manisan?"
Ucapnya seraya berlari menuju bangku minum teh nya.
"Apa ada kabar dari tunanganku?"
Tanya Rui membuka suara setelah keheningan panjang.
"Maaf, sepertinya tidak ada,"
Jawab pengasuhnya dan membuat putri satu ini menghela napas.
'Satu lagi kesialanku adalah tidak pernah mendapat kabar dari tunanganku sendiri. Padahal aku sering membaca di buku bahwa tunangan itu akan menjaga satu sama lain dan tidak pernah terpisah'
Ketika sedang melihat awan di atas, ia melihat secarik kertas yang beterbangan ke sana kemari. Kemudian mendarat di dahinya.
"Nona?"
Ia langsung mengambilnya dan melihat isi dari kertas tersebut.
"Anne, lihat! Apa ini sebuah surat cinta!?" girangnya dan membuat Anne memasang wajah tidak percaya.
Rui langsung membaca kertas tersebut. Isinya adalah peta. Ia pun langsung menunjukkan pada Anne dan membuatnya terkejut.
"Nona, ini peta menuju kastil milik penyihir vampir,"
Jawaban dari pengasuhnya membuat ia bergidik ngeri. Namun matanya menunjukkan rasa penasaran yang begitu dalam.
"Kastil mereka tidak jauh dari sini kan? Tinggal melewati celah yang berada di dinding besar itu?"
Rasa keingintahuan nya membuat dia mengesampingkan rasa takutnya tadi.
"Nona, anda tidak boleh keluar dari istana ini,"
Ucap Anne dengan rasa khawatir. Karena, tidak ada yang boleh menyebrangi negeri walau pun sudah memiliki izin dari kerajaan.
Kalian ingin memilih mati atau mengobati rasa penasaran itu?
Percakapan Tuan putri dan pengasuhnya selesai dan malam yang panjang tiba. Rui tidak bisa tidur. Dia masih penasaran dengan negeri yang disebut sebagai negeri kematian itu.
Malam yang panjang. Tuan putri yang manis itu mengganti gaun tidurnya dengan gaun berkerah tinggi dengan lengan panjang dan rok selutut. Dia memakai sepatu boot dan mengikat pisau lipat di pahanya.
Syal dan jubah hitam dia pakai menutupi wajahnya. Ia tahu bahwa malam hari di manapun suhu nya sangat dingin. Tidak ada yang mau beraktivitas di malam hari.
"Maaf, Anne. Aku ingin mencari tahu apa yang ada di ujung peta ini"
Ucapnya seraya keluar dari kamar nya yang hangat. Ia mengendap endap keluar dari istana sendirian. Semua berjalan mulus sampai..
"Sudah saya bilang anda tidak boleh keluar malam-malam,"
GYAAAAA...
Pengasuhnya memergoki nya yang ingin kabur dari istana.
"Anne, aku hanya ingin jalan-jalan" jawabnya melantur.
"Tidak ada nona muda yang berjalan jalan di malam hari begini"
Tuan putri yang malang. Dia putus asa. Namun, ia tersenyum dan menyentuh dahi Anne dengan jarinya.
"Dewa, buat dia tidur"
Cahaya menyilaukan keluar dan seketika Anne dibuat tidur. Rui pun berlari meninggalkan istananya melewati celah dinding yang bolong. Hanya muat untuk tubuhnya. Di balik dinding besar dan tinggi itu ada tebing besar menjulang tinggi dengan kastil besar di atasnya. Sekeliling gelap gulita dan dipenuhi dengan kelelawar. Sangat mengerikan. Tuan putri kecil kita gemetaran.
Ia mengeluarkan api dari tangannya. Kekuatan ini adalah berkat dewa. Kekuatan suci milik penerus kerajaan. Tidak ada yang tahu kekuatan tuan putri yang dibuang' ini. Jika rakyat tahu maka dia akan jadi pewaris tahta dan bisa mengganggu para pangeran.
Rui langsung berjalan menyusuri bawah tebing yang sangat curam. Kemudian ia menemukan tangga yang menuju kastil di atas. Secarik kertas di sakunya ia keluarkan dan terus berjalan mengikuti apa yang ada di dalamnya.
Satu persatu anak tangga ia lewati. Rasa penasaran membuatnya menaklukkan gelapnya negeri penyihir itu.
"Sepertinya masih jauh. Tebing ini sangat tinggi, kalau aku jatuh pasti akan langsung mati," gumamnya seraya menengok ke arah bawah. Benar saja, tebing yang tengah ia lewati tingginya bahkan sampai ujung tidak kelihatan. Jalan yang lewati bahkan hanya selebar lima puluh sentimeter. Mengerikan.
"Ah, lupakan saja. Aku harus tahu apa arti dari peta ini,"
Kaki kecil dari tuan putri ini melangkah lagi. Namun tiga langkah ke depan, pijakan yang ia pijak runtuh dan kakinya terkilir. Ia pun jatuh. Api di tangannya lenyap, jubahnya terbang lepas darinya. Sesaat ia berpikir bahwa itu adalah akhir dari hidupnya.
"Aku akan mati?" ucapnya dalam hati.
WAAAAAA.....
Teriakannya bergema dari tebing curam itu. Sekelebat bayangan hitam melintas di depannya.
"Lho, ada gadis manis yang datang kemari~"
Suara seorang anak laki-laki seumurannya dengannya bergema dan membuat Rui melebarkan matanya. Jubah hitam legam menyelimuti nya dan kecepatan jatuhnya berkurang dan dia terbang seraya digendong oleh sosok yang sama sekali tidak ia kenal.
"Gadis kecil seperti mu mau apa di tempat ini?"
'Apa dia malaikat?'
Pandangannya mulai kabur. Hal terakhir yang ia lihat hanyalah rambut indah berwarna keunguan. Kemudian ia benar benar tidak sadarkan diri.
•••
Vampire witch castle. Orang-orang menyebutnya seperti itu untuk istana yang menjadi pemimpin dari negeri penyihir. Kastil yang berada di atas tebing itu sangat suram dan gelap.
Hanya lima orang yang menghuni kastil besar itu. Kelima orang ini adalah penyihir terhebat dengan kekejaman yang luas biasa. Dari kelima krang tersebut, ada satu yang merupakan pemimpin dari mereka. Pemimpin itu adalah penyihir terhebat dengan rupa seperti anak-anak.
BRAK!!!
Pintu kastil yang amat besar itu dibanting sekuat tenaga dan membuat keempat lelaki yang tengah menikmati makanan di atas meja terkejut.
"Rei~ Aku membawa ratu untuk kalian,"
•
•
•
Bersambung ke bagian kedua~ akan dirilis tanggal 1 Juni 2021 dengan judul yang sama