Rabu ,
8 januari 2019 pukul 16.15 sore
Hari bertemu dengannya
pekerjaan selesai dan jamnya untuk pulang . kala itu rintik hujan turun atau dengan sebutan gerimis , dengan keadaan wajah tidak secerah biasanya dan sangat terlihat lelah, kacamata sedikit basah karena kaca helm tidak tertutup .
helm biru yang memiliki stiker namaku dibelakangnya dan motor metic biru yang selalu menemani pergi pulang aku bekerja, hujan tidak mampu membasahi badan hanya wajah dan kacamata yang hampir sedikit basah karena kaca helm tidak ditutup . sangat segar ketika mengendarai motor dengan merasakan semilir angin ditambah sedikit rintik hujan tanpa menutup kaca helm .
Saat itu lampu lalu lintas berwarna merah seperti biasa ketika berhenti aku selalu saja memerhatikan orang-orang yang menyebrang jalan atau keadaan sekitar yang ramai dengan melihat pasangan orang yang mengobrol keras, yang berbicara melalui handphone atau mendengar suara dentuman musik dari angkutan umum sedikit waktu untuk membersihkan kacamata dari rintik hujan , sesekali aku tersenyum dengan pengendara lain yang menatap kearahku .
aku tidak menyadari disamping motorku yang berhenti terdapat mobil yang membuka jendela nya dan terdapat seseorang pria yang memerhatikanku mungkin saja , aku tidak terlalu pede dengan itu , aku perhatikan dari kaca spion memang benar seseorang pria mungkin seumuran denganku sedang duduk di kursi sebelah kemudi mobil .
Seseorang yang memakai kacamata dan kemeja kotak-kotak , dia tetap menatapku dan tetap tersenyum kearahku . meskipun agak sedikit canggung aku tetap memberikan senyum kearahnya .
hingga lampu lalu lintas berubah menjadi hijau aku tidak mengambil pusing dan menjalankan motorku , tanpa berpikir lagi aku merasa hanya karena diperhatikan dan lagi wajahnya yang menatap dan tersenyum kearahku semua orang memang ramah pikirku begitu .
sedikit menjauh dari mobil itu aku melihat dari kaca spion motorku dia masih tetap menatapku dengan tatapan sendu ketika aku sudah agak menjauh . ya pasti semua orang berpikir itu hanya sebuah tatapan sekilas tidak akan terulang kembali apalagi banyak orang .
9 Januari 2019 di jam yang sama
Bertemu dengannya lagi
Hari yang lebih melelahkan ketika semua pekerjaan menumpuk dan tidak beraturan membuatku sedikit agak murung dan bahkan tidak seramah biasanya. ya moodku yang selalu membuat semua orang salah paham padaku wajah yang tidak berekspresi inilah semua orang beranggapan aku jutek aku pemarah atau yang lainnya .
Sore itu tidak hujan bahkan langit sangat cerah dan Mentari masih sangat menyinari membuat wajahku sedikit berkeringat ya wajahku terlihat sangat mengerikan jika kulihat di kaca spion motorku , bahkan aku harus menutupi wajahku dengan masker .
lagi-lagi jalanan sangat macet membuatku terlihat sangat kesal , dan aku hanya ingin cepat-cepat sampai rumah dan beristirahat aku sedikit mengebut karena lampu lalu lintas yang hijau tetapi jarak beberapa meter lampu berubah menjadi merah membuatku harus berhenti mendadak dan dengan kesalnya mobil di dibelakangku sedikit menabrak motor bagian knalpot motorku sehingga aku sedikit oleng .
bukankah benar-benar hari yang sangat buruk lagi-lagi aku harus menggerutu di dalam hati. tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang duduk di belakang jok motorku kukira itu hanya mobil tadi yang menabrakku menabrakan mobilnya lagi tetapi ketika kulihat di kaca spion benar-benar terlihat seseorang memakai topi Dan kacamata , lampu lalu lintas kembali menyala hijau aku tidak sempat menepikan karena jika aku menepikan motorku di tengah-tengah lampu hijau itu akan membuat seluruh klakson kendaraan berbunyi.
beberapa meter dari lampu lalu lintas aku menepi dan menghentikan motorku dan mencoba turun lalu menatap seseorang itu wajahnya sangat tidak asing dan aku harus terlihat seramah mungkin meskipun moodku sangat buruk
" kenapa naik ke motor saya, saya bukan ojek " ucapku sambil membuka masker .
dia hanya menatapku sambil tersenyum dengan mata yang agak sedikit melengkung . aku menunggu dia menjawab tapi dia tetap diam dan tetap tersenyum .
"maaf , saya bertanya . mengapa kamu naik ke motor saya , saya bukan ojek . lain kali kamu bisa bertanya dulu sebelum naik "
Setelah dia turun dari motorku , akupun menaiki motor kembali tetapi dia malah menahan memegang pegangan jok belakang motor ku diapun ikut naik kembali . astaga benar-benar hari yang sungguh sangat buruk . mengapa semua orang sungguh sangat menyebalkan diwaktu yang sama batinku
dengan sangat berat hati akupun turun kembali dan berbicara lagi padanya
" saya akan pulang . tapi kamu malah naik lagi ke motorku , apa kamu ingin saya antar ? "
Dengan matanya yang berbinar dia merespon tapi hanya mengangguk-anggukan kepala saja.
" Diantar kemana? "
dia hanya menunjuk kearah mobil yang berjarak hanya beberapa meter dariku, kulihat mobil itu mobil yang tadi menabrakku di lampu lalu lintas.
akupun hanya mengiyakan saja. aku kendarai motorku sampai kedepan mobil itu berada.
"sudah sampai, saya akan pulang. kau bisa turun "
dia turun dari motorku dan menatapku lagi dan mengangguk-angguk , apaan hanya respon begitu dia tidak mau berbicara terimakasih? sungguh menyebalkan.
beberapa detik menstater motor setelah motorku akan melaju tetapi dia malah memegang tanganku, aku menatap wajahnya dia sepertinya akan berbicara aku menunggu beberapa detik masih tetap tidak berbicara dengan mematikan motor , semenit kemudian aku melepaskan tangannya tetapi pegangannya sangat kencang dia tidak mau melepaskannya dia masih menahanku lalu membuka masker wajahku dan dia berbicara
"Aku tidak salah , bisakah kamu tersenyum padaku seperti kemarin? "
kupikir dia akan berterimakasih tetapi yang kuharapkan salah.
akupun sedikit tersenyum dengan canggung dan diapun sedikit melonggarkan pegangannya pada tanganku. akupun memasang kembali masker dan melambaikan tangan padanya untuk segera pulang.
motor sudah kulajukan , dia masih kulihat di kaca spion , dia masih menatapku dan melambai kan tangannya.
kudengar dia berteriak
"terimakasih perempuan kemarin " masih tetap melambaikan tangan sedikit agak men jingkrak-jingkrakan kakinya.
cowok aneh tetapi membuatku ingin tersenyum.