Ketika semesta sedang tidak berada di pihak mu maka bercerminlah. Cermin adalah teman yang sesungguhnya. Jika kau sedih maka ia akan ikut menangis. Goeun selalu memandang cermin di kamarnya setiap hari ia bercermin. Bercerita seakan ada teman yang mendengarkan, padahal cermin itu benda mati. Seperti kata-kata yang sering kita dengar. Tentang roda kehidupan yang akan terus berputar. Sekarang dibawah tapi esok kita berada diatas.
Perasaan Goeun kali ini sangat senang, bahagia. Tapi ia tak bisa meninggalkan kebiasaan bercerminnya. Datanglah Goeun kedepan cermin untuk melihat dirinya dengan senyuman lebar cermin itu tentu mengikuti gerakan Goeun. Tersenyum lebar hingga matanya menghilang. Tapi, tiba-tiba dicermin memperlihatkan Goeun yang berekspresi datar, cermin yang selalu mengikutinya ternyata sudah berhenti tersenyum. Dicoba senyum kembali hingga semua gigi terlihat, tapi cermin itu tidak mau mengikuti.
Cermin tetap memperlihatkan Goeun dengan wajah pucat tanpa ekspresi, sorot mata tajam menatap Goeun. Goeun berkedip tetapi ia tidak, coba tersenyum masih sama, kali ini Goeun mencoba untuk mengalihkan pandangannya ... tapi tetap sama tidak mengikuti.