Hidup selalu menyimpan kenangan, seperti diriku yang tak pandai untuk membenci diriku sendiri. Apa yang ada di kepalamu menghancurkan semuanya. Seharusnya engkau tak perlu mengingat setajam ini. Dan sekarang kau mencabik-cabik perasaanmu dengan tatapan yang berlinang air mata.
Seharusnya engkau tak perlu mengejar ingatanmu. Melukai diri sendiri, menghancurkan segalanya. Kau bahkan tampak tak bersedih meski angin tlah mengusikmu. Engkau begitu dingin hingga engkau mencintai dalam bentuk kebencian.
Mengapa engkau begitu rapuh dengan hati yang begitu keras. Sekuat apapun engkau menahan, ingatan kan menjadi tetesan air yang mencairkan isi hatimu. Terlalu cepat melupakan adalah anugerah. Biarkan semua berjalan tanpa keputusan yang merugikan. Dan mungkin, kau diberi ingatan untuk melupa, tetapi engkau di berikan cinta untuk hidup.