Dinginnya udara pagi kian kian menusuk sela dinding rumah sederhana, memaksa raga yang terbaring telanjang dada harus beranjak meninggalkan tempat pembaringannya.
Raga yang gagah itu harus berhenti mengurai mimpi dan memulai kembali kenyataan hidupnya. Jhon dengan berat memaksa membuka kedua matanya, ia bergegas keluar dari rumah sederhananya.
"selamat pagi sayang" suara sayup tapi tegas terdengar dari dapur yang berasap mengepul, sosok wanita tua duduk di sana, ya itu adalah ibu dari Jhon, namanya Serli, dia berusia tak lagi muda, namun tetap berusaha menghidupkan api demi terisi meja makan mereka.