Hari ini tepat 3 tahun setelah kepergianmu, Dan aku masih setia mengunjungimu setiap senggangku.
"Hai Sagara ini aku maitsa, Gak terasa ya, Udah 3 tahun kamu pergi". Aku bergumam sendirian sambil sesekali mengusap sebongkah batu putih bertuliskan namamu yang sudah mulai ditumbuhi lumut.
Sagara, Dia adalah laki laki hebat yang menjadi cinta pertama dan terakhirku.
"Sagara,kamu tau?, Putra kita sangat mirip denganmu. Apalagi saat ia tersenyum", Suaraku mulai bergetar.
"Sagara, Aku merindukanmu, amat merindukanmu"
Semua memori masa lalu melintas begitu saja di kepalaku.
Hari dimana kita dipersatukan oleh janji suci pernikahan, Hari dimana aku melihat senyummu mengembang setelah tau kabar kehamilanku dan hari dimana aku merasa hancur sehancur hancurnya. Disaat usia kandunganku memasuki 6 bulan, Kamu malah mengalami kecelakaan hebat dan pergi meninggalkan aku dan bayi yang belum lahir itu dalam sesaat. Aku ingat kata terakhirmu, "Jaga anak kita dan besarkan dia dengan kasih sayang dan buat dia menjadi pribadi mandiri". Air mata ini lolos begitu saja, dibarengi hujan lebat yang seolah olah mengiringi tangisanku.
"Ah baiklah aku pulang dulu, Saat senggang aku pasti akan mengunjungimu lagi, Aku selalu berdoa semoga Suatu hari nanti kita akan dipersatukan lagi, Di alam tempatmu berada saat ini".