This is history from quin marry, yang sedari dahulu menginginkan pangeran jack menjadi pasangan nya namun sayangnya, sang pangeran benar benar mati rasa terhadap siapapun itu.Ia lebih memilih menyendiri sudah banyak wanita yang datang kepadanya namun ia tetap saja bersikap dingin. Kepada sang wanita wanita tersebut.
"Ohh god Apakah aku bisa memiliki pangeran jack," ucap merry sambil ia berkaca melihat wajahnya yang molek dan agung."
Tokk...tokk...tokkk (suara pintu)
"Wah wah lihat,siapa yang berani mengetok pintu di saat aku sedang bercermin."
"Maaf ratu, aku jeni.Boleh kah aku masuk"
"Ohhh,,, ternyata kau jeni, ada apa pelayan ku"
"Maaf ratu, baginda raja memanggil anda untuk segera ke singasana nya."
"Aghh malas sekali aku kesana ada apa lagi sih jen.?"
"Entahlah katanya kerajaan kita kedatangan tamu, dari kerajaan fajar emas."
"Apaa... tamu kata mu? ini tidak mungkin aku harus segera menghias diri ku.?"
"Ta-tapi.. ratu ini sudah tidak sempat."
"Ohh ya ampun, mengapa semua nya mendadak, jeni apakah pangeran jack ikut?."
"Entahlah! dari tadi berada di kamar mu tepatnya aku hanya disuruh memanggil mu ratu."
"Ahh sudahlah."
"Ratu kalau begitu aku pergi dulu."
***
kemudian tibalah saatnya para tamu kerajaan datang, yaitu kerajaan Fajar emas dengan pangeran muda mereka yaitu pangeran muda Jack. sang ratupun keluar dari kamar nya dengan gaun merah maron,panjang dan berkilau yang di pegangi para dayang dayang nya. sepatu kaca yang bersinar seakan memantulkan cahaya matahari.Sampai nya di ruang pertemuan sang ratu duduk di samping pangeran jack.
"Yatuhan, apa ini mengapa jantung ku berdebar kencang? Apakah ini yang di namakan jatuh cinta pandangan pertama?, gumam sang ratu dalam hatinya, seketika ia juga mencuri curi pandangan dan melirik lirik sang pangeran.mengetahui hal itu pangeran melihat ratu marry
"Haa aihh,"dengan muka malu ia membuang muka.
Aku permisi untuk keluar , aku ingin mengelilingi kerajaan ini,"ucap pangeran jack." Ia pergi meninggalkan ruang pertemuan."
Pangeran jack berjalan keluar,meninggalkan orang orang yanga da di dalam ruang pertemuan tersebut.kemudian sang ratu bangkit berdiri.
"Aku juga ingin keluar,"ucapnya sambil meninggalkan ruangan.
"Hooi pangeran tunggu aku,"teriak sang ratu merry kepada pangeran.
Pangeran menoleh,"hah mengapa kau ikut juga?"
"Aku akan berkeliling dengan mu."
"Ohh"
"Hah dingin sekali kau pangeran, sungguh sangat cuek,"ucap ratu merry dalam hatinya
Mereka ber2 pun mengelilingi kerajaan
"Aku akan keluar untuk berjalan jalan."
"Pa...pangeran jack tidak boleh."
"Mengapa kau melarang ku.?"
"Di luar bukan tempat mu,di luar hanya rakyat jelata kau tak pantas untuk kesana,"ucap merry kesal.
"Prajurit buka pintu gerbang nya! Aku ingin keluar."
"Taa...tapi pangeran sebaiknya anda disini."
"Aku perintahkan buka!"
"Yasudah sana kau pergi, ucap ratu merry yang membelakanginya."
Akhirnya pintu gerbang pun di buka, ia berjalan jalan di pusat kerajaan. Melihat lihat orang berjualan.
To....to..tolonggg.... teriak seorang wanita, wanita itu berlari menghampiri pangeran jack. Ternyata ia di kejar oleh orang jahat yang ingin merampok duitnya.
***
Disisi lain ratu merry merasa khawatir dengan pangeran jack di luar sana
"Prajurit buka kan pintu nya aku ingin keluar,"perintah ratu merry.
"Ratu kau tidak boleh keluar,kau harus tetap disini."
"Aku tidak perduli!."
"Buka pintunya sebelum aku marah," ucap ratu merry dengan nada tinggi.
Akhirnya pintu gerbang kerajaan di buka ia keluar, berjalan melewati orang orang yang ada di pusat kerajaan, setiap kali ia berjalan ia selalu di puji oleh masyarakat
"Cantik sekali ratu merry,rambutnya yang panjang berkilau bak bintang yang bersinar di malam hari." Ia terus berjalan mengabaikan para masyarakat. Seolah olah pada saat itu ratu merry menjadi pusat perhatian para masyarakat. Gumam nya dalam hati," dimana pangeran itu."
***
Taklama ia berjalan akhirnya ia menemukan pangeran dengan seorang wanita yang memegangi tangan pangeran jack. Ia emosi melihat pemandangan itu dan mendatangi pangeran serta wanita tersebut
"Heyy wanita, siapa kau? Berani sekali kau memegang tangan pangeran jack."
"A..a-ampun ratu, maafkan saya,"sang wanita itu berlutut di hadapan sang ratu.
"Apa kau tidak sadar diri! Kau hanya rakyat jelata, harusnya kau punya malu."
Sementarara pangeran jack hanya melihati mereka ber2.
"Maafkan Hamba yang mulia. Ratu merry."
"Sudah bangkitlah,"ucap pangeran jack kepada wanita tersebut. Kau tak pantas berlutut di hadapan nya."
"Apaapaan ini!."
"Hayo bangkit," pangeran membantunya bangkit. Kau tak harus meminta maaf,apa lagi berlutut di hadapan orang yang kau panggil ratu. Sekarang pergilah perintah ku.
"Ta-tapi pangeran."
"Sudah pergilah"
Wanita itupun pergi
"Oyy tunggu siapa nama mu?"
"Ia menoleh, nama ku julios."
"Ohh,julios hati hati di jalan.jaga dirimu,"ucap pangeran sambil tersenyum tipis.
"Kurang ajar.! Wanita itu benar benar membuat ku marah, bahkan ia bisa membuat oangeran tersenyum,"gumam ratu merry dalam hatinya.
***
Mereka terus berjalan mengelilingi pusat kota kerajaan
"Merry, ucap pangeran"
"Melirik pangeran, apa kau mengajak ku berbicara?"
"Ya"
Tiba tiba anmda anak kecil yang menangis tak jauh dari hadapan mereka
Sang ratu merry lari menghampiri anak kecil tersebut, dengan lembut ia memeluk nya
"Heii anak kecil ada apa? apa yang terjadi?,"ucap ratu merry dengan lembut.
"To..tolong aku ibu ku di tahan oleh penjahat di hutan,"penuh air mata ia meminta bantuan sang puti merry.
"Baiklah kalau begitu mari kita kesana."
Sementara pangeran jack hanya berjalan santai, ia melihat suasana tersebut.
***
Sesmoainya di hutan
"Iibbbuuuuuuu...,"teriak sang anak histeris.
"Hoii kau laki laki yang berbadan kekar,lepaskan wanita itu"
"Ahahahahahaaha, hanya seorang wanita,lihat lah diri mu yang lemah, tak usah sok kuat." Ucap mereka mwngejek ratu merry.
"Beraninya kau berkata begitu,"sang ratu mulai marah dan mengaum mengamuk.
Ia melompat meninju muka salah satu sang penjahat, sehingga membuatnya ke skaitan.
Sang ibu tersebut berhasil bebas dari si penjahat tersebut.
"Sudah ku bilang jangan main main dengan ku," ucap ratu merry dengan mata tajam. Maju sini kalian semua.
Tiba tiba...
"Hoii laki laki yang di sana, aku adalah lawan kalian bukan wanita itu," ucap pangeran jack yang berada di ranting pohon, sang oangeran melompat. Menghajar habis habisan para penjahat
"Sudah ibu, dan adik kecil ini pergi saja sana. Ini terlalu berbahaya," ucap merry kepada mereka ber2.
"Terimakasih," ucap sang ibu dan anak itu serentak"
Merekapun pergi dari situ, sementara pangeran dan merry bertarung melawan penjahat. Akhirnya mereka ber2 menang walaupun sedikit luka luka, pangeran mengikat mereka dengan kekuatan nya.
"Marry kau hebat,"puji pangeran kepada sang ratu
"Ahhh kau bisa saja pangeran,"muka ratu merry merah karena pujian dari orang yang ia cintai, tiba tiba pangeran tertawa."
Ratu merry hanya senyum bahagia, setelah kejain itu sang pangeran pun berencana ingin mengajak sang ratu menikah.