Ya, Tuhan ... malam ini Aku merasa sangat kedinginan. Kini aku terkulai tak berdaya, aku sendiri tanpa satu orang pun yang menemani. Hanya ada Engkau yang 'tak pernah bosan menemaniku sampai aku mampu.
Kau meopangku, menggendongku samapai aku benar-benar mau menapakan kakiku.
Kini di malam yang begitu sunyi, aku sendiri. Peluk Aku Tuhan ... hangatkan tubuhku hingga aku merasa nyaman di detik terakhir ku.
Jika saat ini aku pejamkan mata untuk terakhir kalinya, sampaikan kata terakhirku ... katakanlah pada ibuku, "aku menyayanginya sampai detik terakhirku." Katakanlah pada ayahku, "cintai dan jagalah apa yang masih ada. Setia lah pada ibuku untuk selama-lamanya.
Katakanlah pada kakakku, "jagalah adikku jangan sampai seperti aku dalam keadaan seperti ini, sendiri." Katakanlah pada adikku, "lakukan apa yang ingin kamu lakukan jika itu membuatmu merasa nyaman dan bahagia. Katakanlah pada sahabatku, "mereka adalah yang terbaik bagiku."
Katakanlah pada cintaku, "Aku selalu setia menanti hadirmu tuk temani aku. Katakanlah pada Bumi Mu, "semayamkan aku di tempat yang paling indah akan taman bunga yang menyebarkan beribu wewangian." Katakanlah pada langit Mu, "taburkanlah bintang dan terangilah dengan cahaya bulan agar aku tidak merasa kesepian di kala malam. Cahaya matahari dikala siang agar aku merasa hangat. Akupun merindukan rintik-rintik air hujan, indah akan pelangiMu yang membuatku tahu akan warna-warni dunia."
Katakanlah pada angin, "bawa aku terbang ke tempat paling tinggi." Katakan pada air, "bawa aku untuk mengarungi indahnya riak ombak mu."
Katakanlah pada api, "leburkan aku hingga menjadi abu, hanyut terbawa air, terbang terbawa angin dan menjadi satu akan keindahan kehidupan Mu."
Katakanlah kepada neraka Mu, "mampukah aku menghadapinya melalui setiap pengguguran dosa yang telah aku lakukan?!" Katakanlah pada surga, Mu, "layakkah aku bersemayam pada kemegahannya?!"
Aku pasti merindukan kicau burung, bau khas tanah dikala hujan. Aku bahagia akan bumi dan langit Mu Tuhan. Aku bangga akan ampunan dan keadilan Mu.
Hangatkanlah aku akan kasih sayang Mu. Ingin aku melihat paras Mu, merasakan genggaman tangan, Mu, gemulai keindahan, Mu.
Perlahan tubuh ini ini sudah tak bergerak. Namun, aku masih bisa merasakan kehangatan akan hadir, Mu yang menyerupai hangat mentari pagi. Kau begitu harum bagai bunga di seluruh dunia.
Inikah saat ku pergi?
Cahaya terang datang menghampiriku. Aku tahu mereka hanya titipan, karena Engkau satu pemilik ku.
End
by Bulu_Angsa