Sowon, Eunha, Yuju, Umji, semua orang di dunia ini suka SinB. Kecuali Yerin.
Yerin selalu risih sama tatapan SinB. Mungkin maksudnya gak seperti itu, tapi keliatannya kalau SinB gak suka sama Yerin.
Dulu, orang-orang bilang Yerin yang paling cantik. Tapi, sekarang kata-kata pujian itu semuanya beralih ke SinB.
Percayalah, semua orang gak bakalan nunjukin gimana perasaannya secara langsung terang-terangan. Kaya Yerin gini contohnya.
Yerin rasa kalau SinB itu berubah dari sahabat jadi musuhnya. Yerin gak suka sama tatapan mata SinB. Risih.
"SinB sekarang makin cantik aja." kata Sowon.
"Banyak yang berubah dari SinB." kata Eunha.
Semua orang pasti mau terlihat sempurna di mata orang lain, pasti pengen jadi pusat perhatian.
"Yerin. Lo kaya SinB dong, pasti lo juga bakalan keliatan cantik." kata Yuju.
"Iya. Sekarang lo jadi keliatan kek yang kurang terperhatikan gitu." kata Umji.
SinB cuma diem perhatiin Yerin. Yerin bener-bener kesel sama SinB. SinB merebut semuanya dari Yerin.
***
Malam ini Yerin diam-diam datang ke apartemen SinB.
SinB lagi tidur jadi Yerin harus hati-hati supaya gak ketahuan.
Perlahan Yerin naik ke kasur samping SinB. Yerin menaiki tubuh SinB dengan gerakan yang lambat, di balik punggungnya ada pisau yang Yerin bawa.
Tiba-tiba SinB membuka mata. SinB tentu terkejut tiba-tiba ada Yerin di atas tubuhnya.
"Yerin lo mau ngapain?!"
Yerin menahan leher SinB ketika berontak. Yerin bersiap untuk menusuk SinB.
"Jangan Yerin!"
Yerin tersenyum. "Lo ambil semuanya dari gue!"
"Gue gak-"
Dengan gerakan kilat Yerin menusuk mata SinB sambil tertawa.
"HAHAHA RASAIN LO!"
SinB tak bisa melawan. Kedua matanya terasa sangat sakit saat ditusuk pisau oleh Yerin.
"Orang-orang sekarang lebih liat lo dibanding gue. Lo jadi pusat perhatian! Biar gue buat lo semakin cantik dengan goresan-goresan pisau ini di wajah mulus lo! HAHAHA."
***
Semenjak kejadian di apartemen, SinB jadi buta. Orang-orang kembali memuji Yerin. Yerin tersenyum menang.
"Mau ngelawan lo sama gue?"
SinB menggelengkan kepala.
Setiap ada orang yang nanya tentang wajah SinB, Yerin selalu mengancam, jadi SinB gak berani buat ngomong jujur.
"SinB. Wajah lo sekarang kok berubah." kata Umji.
"Wajah lo kenapa? Kaya habis di siksa." kata Yuju.
"Luka goresannya pasti dalem banget, ya?" kata Eunha.
"Pasti sakit tuh. Kejadian awalnya gimana tuh sampai bisa gitu?" kata Sowon.
Yerin memainkan kuku panjangnya ke kulit tangan SinB dari bawah permukaan meja.
"Emm... a-ap-apartemen gue kemasukan maling."
"Malingnya berani banget sampai melukai korbannya." kata Sowo.
"Terus gimana? Pada saat itu lo lagi ngapain? Tahu ada maling dari mana?" kata Eunha.
Kuku Yerin seakan mau merobek kulit tangan SinB.
"Gue gak bisa banyak ngomong. Gue masih kesakitan."
***
Cuma kamu sama Tuhan yang tahu tentang perasaanmu. Banyak kok yang gak keliatan, gak cuma perasaan aja. Jadi, hati-hati, ya.
Selesai.
kpop lagi kan castnya.