aku memang seorang penyihir tapi bukan berarti aku tidak berhak bahagia.
namaku asuna, aku seorang penyihir keturunan dari sekte sihir hitam, aku tidak memiliki teman apa lagi keluarga, aku diansingkan dari desa, orangtuaku mati dibakar hidup-hidup oleh warga karna warga ketakutan kami akan berbuat kejahatan, dalam keluarga ku hanya aku yang berhasil selamat dari amukan warga.
karna rumahku dibakar dan orang tuaku tiada, aku terpaksa tinggal di sebuah kastil tua yang rumayan jauh dari desa, untuk membeli keperluan sehari hari aku harus berjalan jauh ke desa lain, karena aku tidak bersekolah aku hanya bisa mengandalkan ajaran yang diajarkan oleh orangtuaku dulu dan membaca buku buku peninggalan orangtuaku yang aku bawa saat kabur dari warga.
saat aku keluar dari kastil aku aku selalu memakai jubah besar bewarna hitam yang aku gunakan untuk melewati desa kelahiran ku ke tesa tetangga untuk bekerja, aku terus belajar mengembangkan sigirku tanpa bimbingan siapa pun, muangkin terasa sepi hidup sendiri tapi aku sudah biasa menjalani nya, hari ini ada seorang pemuda masuk kedalam kastilku tanpa diundang.
"tuan kenapa anda masuk ke rumah orang tanpa izin" tanyaku dengan memakai jubah besar itu untuk menutupi identitasnya ku "aku kira kastil ini kosong jadi aku masuk kedalam untuk berteduh" kata pemuda itu, benar juga yang ia katakan, karna diluar hujan lebat mungkin dia kemari untuk berteduh, aku mengijinkan nya untuk menetap disini satu malam.
"kalau begitu kau boleh menginap disini satu malam, aku akan menyiapkan kamarmu" kataku dengan wajah dingin, dia mengikutiku ke kamarnya telah aku siapkan, setelah mengantarnya ke kamar aku langsung pergi kembali ke ruang sihir ku, aku mulai menghafal dan mempelajari beberapa sihir peninggalan orang tuaku, tapi tanpa aku sadari pemuda itu melihat ku mempelajari sihir terlarang itu.
keesokan harinya dia pergi dari kastil ku, pemuda itu langsung pergi kembali ke desa, satu hari berlalu semua berjalan seperti biasa tapi tiba tiba segerombolan prajurit penjaga perbatasan desa datang ke kastilku mereka bilang akan membunuhku aku berlari panik mendengar hal itu, aku berlari hingga menabrak sebuah vas bunga, terjadi kejar kejaran di dalam kastil.
aku akhirnya terhenti di sebuah ruangan dan karna terpaksa aku menggunakan kekuatan sihir hitam yang aku pelajari para prajurit yang mengejar ku mati, dan hanya menyisakan seorang pemuda, pemuda itu yang semalam menginap di kastil ku, dia berjalan mendekati ku, dan mencoba menghibur ku tapi dia ternyata adalah dalang dari semua ini, dia menusukku dengan pedang yang sendari tadi dia sembunyikan.
apa penyihir yang tidak tau apa pun seperti diriku tidak berhak bahagia, lagipula bukan aku yang memutuskan terlahir di keluarga siapa dan keturunan siapa, jadi ini juga bukan kesalahanku terlahir di keluarga ini.
jangan lupa like dan komen ya#