Sudah cukup lama Anita hidup bersama sang kekasih yang merupakan suaminya. Hidup mereka dipenuhi kebahagian dan keserasian. Dengan berbagai momen dijalani antar mereka berdua. Di setiap pagi, Anita menatap lelaki yang berada di sebelahnya itu. Ranjang luas itu di isi oleh mereka berdua. Dan dunia serasa milik mereka berdua.
Namun, hidup pastilah tidak mulus. Ada saja hal-hal yang bisa terjadi tanpa sepengetahuan sekalipun. Kini Anita merasakannya.
Rasa yang dulunya mekar bak bunga, sekarang sudah berubah menjadi layu. Anita berbaring di lantai dengan bersandarkan buku. Ia memandang ke satu arah sambil merenungi nasibnya.
Sang kekasih sudah pergi meninggalkannya. Usai Anita mendapati kejadian yang tak disangka. Yaitu sebuah perselingkuhan yang sudah berangsur lama pula. Hati Anita sudah hancur dengan rasa sedih yang terus menyelimutinya.
Air mata mengalir keluar dan suara tangis yang terdengar jelas. Momen itu berlangsung lama hingga berhari-hari mempengaruhinya.
Setelah sekian hari, Anita pun sudah merasa membaik. Meski masih ada sisa memori tentang orang di masa lampau, tetapi Anita tetap harus kuat dalam menjalani hidup tanpanya saat ini.
-----SELESAI-----