Di sebuah kost, Ivan berjalan menuju ruang kamarnya. Pintu terbuka setelah dirinya memutar kunci itu. Kemudian Ivan masuk ke dalamnya. Ruangan sangat gelap. ia pun langsung mencari stop kontak, lalu menyalakan lampu.
Lampu menyala terang. Ivan meletak barang bawaannya dan...
Seorang perempuan berada di depan matanya kini.
"Hoiii ! siapa kau?!" tanya Ivan pada orang yang ada di depannya.
"Hola¡ Maaf mengejutkanmu." kata perempuan itu dengan mengangkat sebelah tangannya layaknya menyapa.
"Hola hola apaan! Kau membuatku kaget tau!" Ivan murka.
"Aku kan sudah meminta maaf."
"Tapi jangan seperti ini caranya."
"Aku sudah meminta maaf bung." saut perempuan itu berulang kali.
"Jangan lakuin hal seperti ini. Kamu ini !"
"Ya me disculpé, idiota!" kata perempuan itu dengan suara tinggi.
Ivan terdiam seketika dan tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan perempuan itu.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau bilang barusan." ujar Ivan tak paham.
"Aku sudah menggunakan bahasa yang kau paham, namun tetap saja kau tidak berceloteh."
cakap perempuan itu sembari menghela nafas.
"Aku terbawa suasana. Karena keterkejutanku sebelumnya."
"Baiklah. Tapi jika kamu tetap ngomong terus tanpa rem, aku akan marah."
"Kenapa kamu yang marah? Seharusnya aku yang marah."
"Jangan memulai lagi, Mengerti?" tegas perempuan tersebut.
"Jadi apa maumu? Kenapa datang kemari?" tanya Ivan padanya.
Perempuan itu berdiri dan mendekat ke arah Ivan.
"Aku kesini tentu ada maksud. Dan aku tahu bahwasannya kau tidak mengenaliku."
"Langsung saja ke intinya." kata Ivan yang ingin tahu tujuan lawan bicaranya.
Perempuan itu lalu mengeluarkan sebuah kertas dari dalam sakunya. Dan memberikannya pada lelaki bernama Ivan tersebut. Ivan melihat isi dari kertas itu dan menyadari satu hal.
"Sekarang kamu masih ingin marah?" tanya perempuan itu.
"Ti..Tidak." kata Ivan dengan gagap.
"Sekarang sudah bisa?"
"Bisakah kamu memberiku waktu?"
"Waktu? Ya, aku bisa memberimu waktu untuk minggat dari sini." tekan si perempuan asing tersebut.
Ivan mulai berkeringat dan berpikir bagaimana cara mengatasinya.
"Aku tidak punya waktu untuk berlama-lama."
Perempuan itu mendekatkan telapan tangannya ke Ivan. Dia meminta tagihan yang selama ini ditunggak oleh lelaki tersebut.
"Jangan-jangan kamu tidak punya uang di dompetmu? Begitu?"
"Benar." kata Ivan sambil menunduk.
"Baiklah."
Tatapan perempuan itu tampak sinis. Dan seketika perempuan tersebut bergerak dengan cepat.
"Kau tidak akan mau mengeluarkan uang di dompetmu ini kan?"
"Ta..Tapi itu tabunganku!"
"Tabungan?" Tatap perempuan itu sebelah mata.
"Ya. Aku baru saja ingin membeli sesuatu selepas ini."
Dengan senyuman tipis, perempuan itu berkata.
"Lupakan keinginanmu, bayarlah tagihan kost kepadaku." ucapnya dengan rasa puas.
"Gracias" lanjutnya berterimakasih.
Perempuan itu pergi meninggalkan Ivan di dalam ruang kamarnya. Sekarang Ivan harus mengubur keinginan yang sudah di damba-dambanya sejak lama.
"Baru saja aku mau membeli ponsel keluaran terbaru! Sialan kau gadis spanyol!"
Ivan menangis karena telah kehilangan uang yang sudah ditabungnya belakangan ini.
-----SELESAI-----