Saat pintu terbuka, ternyata tidak ada seorangpun di luar, hanya ada sebuah lorong kosong dengan lampu agak redup tanpa sedikitpun tanda kehadiran seseorang.
Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam selimut dan tidur sambil membaca doa.
Hingga akhirnya pagi pun tiba. Setelah mandi dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan, aku merasa penasaran dengan wanita di kamar sebelah, karena sejak aku terbangun tak sedikitpun suara terdengar dari kamar sebelah, padahal dengan tembok yang begitu tipis bahkan suara berjalan pun dapat terdengar.
Aku memberanikan diri untuk melihat melalui lubang kecil yang sebelumnya aku gunakan, namun anehnya dari lubang itu tak terlihat apapun seperti ruang gelap yang hitam. Lalu bukankah tadi malam aku dapat melihat ke dalam ruangan sebelah melalui lubang ini?
Di tengah kebingungan tiba-tiba suara hp ku berdering membuatku terkejut. Ternyata Krystal (bukan nama sebenarnya) teman lama ku yang sekarang telah pindah ke kota M ini. Orang tua kami adalah sahabat sejak kecil, maka tidak heran jika kami juga berteman, hanya saja setelah lulus SMA keluarga Krystal memutuskan untuk pindah karena alasan lebih dekat dengan tempat kerja ayahnya.
Oh iya, namaku Hazel dan aku adalah seorang mahasiswi dari salah satu PTS di kota B.
"Hazel!!!" teriaknya dengan gembira. "Krystal, wah udah lama banget"
"Iya Zel, oh iya om tante bilang kamu lagi liburan ya di kota ini? Gimana kalo aku ajak kamu jalan-jalan, aku itu paling tau spot-spot bagus buat foto di kota ini". "Oke, kalo gitu kita janjian ya ketemu di salah satu cafe terkenal di kota ini, katanya cafe Caféla keren banget" ucapku
"Oke deh, kalo gitu aku tunggu disana ya kebetulan Caféla lumayan deket dari rumah aku" ucap Krystal. "Oke deh"
Akhirnya aku menghabiskan waktu seharian dengan Krystal mengunjungi beberapa tempat wisata yang memang keren-keren.
Tepat jam 7 sore akhirnya kami memutuskan untuk pulang. "Zel, kamu sendirian ya di hotel?". "Iya Tal, temenin aku dong. Aku yang pamitin deh ke om sama tante" ucap ku yang memang merasa agak ogah untuk tidur sendiri.
"Ya elah Zel, kenapa ga tidur di rumahku aja?" ucap Krystal. "Ih, sayang tau aku udah pesen kamar itu buat 2 malem" ucapku dengan wajah menyesal.
"Ya udah deh kalo gitu aku ikut kamu aja" ucap Krystal yang membuatku tersenyum bahagia. Ya kalau memang ada yang aneh dengan kamar sebelah paling tidak ada Kristal bersamaku.
Aku merasa aman bersama Krystal ada alasannya. Krystal adalah salah satu anak yang lahir dengan kemampuan spesial, ya orang-orang menyebutnya indigo atau semacamnya.
"Kamar ini?" tanya Krystal dengan wajah aneh sambil menunjuk ke pintu kamarku 665. "Iya, ini kamarnya. Ya udah yuk masuk" meski aku paham Krystal terlihat aneh, aku hanya berpura-pura biasa saja untuk menghilangkan ketegangan.
"Tal, aku mandi duluan ya. Di situ ada minuman kok kalo haus ambil aja. Ada cemilan juga" ucap ku sambil menekan tombol on remot tv. "Oke" jawab Krystal seraya melihat sekitar.
Sekitar jam 8 malam kami berdua memutuskan untuk menonton TV sambil menceritakan masa-masa momen bahagia dan kekonyolan kami di masa lalu. Ya memang berniat bercerita sambil menunggu kantuk datang.
Tiba-tiba aku merasa seperti hawa kamar menjadi lebih dingin, aku melirik Krystal yang tiba-tiba terdiam tanpa kata padahal sebelumnya dia sedang asik bercerita dengan riang.
Saat ini aku mengerti, pasti ada sesuatu yang tidak bisa kulihat di kamar ini hingga membuat sahabat dengan kemampuan spesialku ini terdiam tiba-tiba.
"Tal...". "Sttt...!" saat akan berbicara tiba-tiba Krystal menahanku. "Tutup telinga kamu" lanjutnya.
Awalnya aku merasa bingung tapi tiba-tiba aku terkejut karena suara gedebuk yang berulang-ulang menggema di kamarku.
Seperti suara benda keras yang di pukulkan ke tembok. Ya, itu suara dari kamar sebelah.
Dukkk! Dukkk! Dukkkk!
Suara itu terus menggema, sampai saat rasa penasaranku muncul, akhirnya aku memutuskan untuk turun dari kasur...
Lanjut part 3 ya