namaku wanko himiko panggil saja aku miko, aku membuat banyak ramuan sihir tapi ada satu ramuan yang istimewa.
hari ini di malam yang gelap dan dingin, hujan mengguyur sangat lebat, aku tinggal sendiri sejak kematian keluarga ku, aku yang hanya berdiam diri di rumah sambil menonton film horor agak sedikit ketakutan, dan tiba tiba tanpa peringatan , dan aku lihat ada seorang laki laki di depan pintu, apa dia seorang perampok pembunuh atau seorang Pria mesum?, pria itu mendatangiku aku yang ketakutan sampai tidak bisa bergerak apalagi berteriak, lalu saat cahaya lampu mengenai pria itu terlihat jelas wajah tampan nya.
"nona apa kau nona Miko,,,,,?" tanya pria asing itu kepada ku, aku langsung menjawab ya aku Miku siapa kau, dia memberitahu ku namanya dan keperluan nya " aku akan perkenalkan dulu diriku namaku adalah hokai katori panggil saja aku katori, aku disini ingin meminta nona Miko membuatkan ku sebuah ramuan keabadian", ramuan keabadian adalah salah satu ramuan tersulit dalam proses pembuatan maupun barang, tapi untuk apa ramuan ini?.
saat itu juga aku bertanya memangnya untuk apa dia menginginkan nya ternyata itu adalah keinginan orang lain dan dia hanya menyampaikan, tapi. aku bilang kepada katori bahwa ramuan itu adalah ramuan yang sangat Sulit di buat, dan dari mana dia tau kalau aku adalah pembuat ramuan sihir, lagipula ramuan keabadian hanya keluarga ku yang tau cara membuat nya, "nona Miko aku tau bahan dari ramuan ini sangat Sulit di temukan aku akan membantumu membuat ramuan ini" ucap katori dengan tegas,mau bagaimana lagi jika ku tolak dia akan membunuhku karena aku belum mau mati jadi aku terima keinginan nya itu dengan terpaksa.
aku dan katori terpaksa tinggal bersama karna katori tidak punya tempat tinggal selama belum mendapatkan ramuan itu, keesokan harinya aku bangun pagi dan pergi ke loteng untuk mencari resep dari ramuan keabadian itu, setelah beberapa saat mencari akhirnya buku ramuan keluarga ketemu, kenapa buku itu bisa ada di loteng Karena seminggu yang lalu aku ada ujian sekolah jadi tidak sempat membuat ramuan.
di dunia kami pembuat ramuan adalah pekerjaan yang paling dihormati tapi tidak banyak orang yang bisa membuat ramuan seperti diriku, setelah mengambil buku mantra itu aku lalu pergi ke dapur untuk memasak menu sarapan tapi aku sudah melihat katori memasak disana, "selamat pagi nona miko" hahh wajahnya sangat tampan, aku yang biasanya sarapan sendiri kali ini aku sarapan bersama orang yang baru aku kenal.
karena ujian sudah selesai dan aku mendapat jatah libur sekolah selama dua Minggu aku jadi bisa membuat ramuan ini tanpa khawatir dengan sekolahku, di pagi hari aku dan katori sudah mulai pergi ke hutan untuk mencari bahan bahan bahan ramuan keabadian.
kami mulai dari bahan pertama yaitu bunga lili laba laba biru yang langka, tapi ternyata keberuntungan sedang baik kepada ku aku malah menemukan banyak bunga lili laba laba biru di tengah hutan, setelah mendapat kan bunga itu kami pergi mencari buah taiyo disebut taiyo karena buah ini bewarna kuning cerah seperti matahari, dalam empat hari kami berdua sudah menemukan hampir semua bahan yang diperlukan, hanya tinggal satu bahan yang belum kamu temukan yaitu mutiara Nehan yang bukan ada di laut dalam tapi ada di danau paradaisu.
kami pergi ke danau untuk mendapatkan mutiara itu dan kami harus menyelam jauh hingga ke dasar danau yang dalam itu dan kami akhir nya menemukan kerang yang menghasilkan mutiara Nehan kami berdua langsung mengambil nya dan pergi secepat nya agar tidak ada orang yang mengejar kami, setelan semua bahan ditemukan kami mulai meracik ramuan itu, dan ternyata berhasil tapi tiba tiba seseorang yang tidak ku kenal menerobos masuk ke rumah, dan dia ternyata salah satu orang dari atasan katori.
" nona himiko maaf telah merusak pintu mu, aku adalah urusan orang itu, apakah ramuan keabadian itu sudah selesai di buat" orang itu berkata dengan sangat hormat dan tenang kepadaku dan aku menjawab ya sudah siap, aku lali lalu aku memberikan ramuan ini kepada nya, tapi tanpa peringatan dia tiba tiba-tiba menusuk ku darahku langsung mengalir, "Mohan kau bilang setelah mendapat kan ramuan itu aku tidak perlu membunuh nona Miko tapi kenapa kau" kata katori Dengan perasaan marah, katori apa kau belum paham juga jika aku tidak membunuhnya maka dia bisa saja memberikan ramuan ini kepada orang lain .
orang asing itu pergi dari rumahku sedangkan katori masih bersamaku dengan perasaan panik sedih dan marah, "Miko bagaiman caraku membantu ku pasti ada ramuan yang bisa menyembuhkan lukamu aku akan mencari nya" , itu adalah kali pertama nya memanggilku tanpa kata nona dan aku menyadari sesuatu bahwa katori adalah teman masa kecilku dulu, saat katori berhasil menemukan ramuan aku sudah sekarat karna kehabisan darah, dan aku tidak bisa meminum ramuan itu.
tapi katori memaksaku meminum ramuan itu, dia tau aku tidak bisa memimumnya dengan kondisi seperti ini jadi dia meminum ramuan itu dan meminumnya kepada ku dengan cara menciumiku agar ramuan itu bisa ku telan, dan lukaku seketika pulih dan ku kembali sadar, sejak hari itu katori tidak lagi bekerja untuk orang itu dan katori malah tinggal bersama ku untuk menjadi asisten ku dan untuk menjaga ku.
jangan lupa like dan komen ya#