Semua terasa sesak dan tak berdaya. Mendengar hal baik hanya akan membuatku semakin bingung untuk menghadapinya.
Lari
Lari dan lari
Ingin ku berlari dan tidak pernah berhenti.
Keinginan yang tinggi hanya membuatku semakin iri pada kehidupan yang telah terjadi
Begitu banyak hal yang terjadi dan membuatku hanya bisa terdiam dan tak bergeming di tempat ini.
Aku terlalu takut untuk memberitahukan bahwa aku tidak mampu menghadapi semuanya.
Semua terasa nyaman di hidupku.
Kesunyian tanpa ada orang lain di sisiku.
Q terlalu takut melakukan hal baru yang harusnya menjadi tantangan untukku.
Hanya karena satu kata " sial" membuatku takut hingga saat ini untuk maju. Aku takut membuat orang yang dekat denganku sial dan terluka.
Mungkin untuk sebagian orang kata-kataku ini hanya dilebih-lebihkan saja.
Satu kali aku merasa " ya sudah mungkin ini hanya kebetulan
Yang kedua " mungkin ini ujian"
Dan yang ketiga " apakah ini benar adalah kesialan.
Sudah banyak air mata yang jatuh tak bersisa.
Hanya menyisakan luka dan kesedihan semata.
Mungkin untuk sebagian orang aku adalah orang yang baik- baik saja. Tapi kenyataannya " aku hanya lah pengecut. Yang hanya bisa terdi dan tidak ingin pergi kemana-mana. Dan takut terluka.
Aku hanya pengecut yang hanya bisa mengandalkan orang lain untuk melindungiku dari bahaya.begitu lah aku.
Tanpa ada yang tau aku mejadi wanita yang pengecut.
Aku dulu bukan lah wanita pengecut seperti ini.
Aku dulu bukan orang yang suka berdiam diri di ruangan dan menyukai sepi.
Tapi kini semua berbeda aku lebih suka sendiri.
Aku lebih suka sepi.
Aku lebih suka menyendiri.
Aku lebih suka tidak ada orang yang peduli.
Itu lah aku.
Dan ini adalah kisah aku
Perkenalkan namaku Dina (nama samaran)
Aku memiliki ketakutan terhadap hal baru yang sangat berlebihan dan membuat orang lain rugi karena ku.
Tadiny aku bukan orang seperti itu.
Aku dulu gadis yang ceria.
Banyak teman
Pintar
Dan tentuny suka kebebasan.
Semua berubah ketika aku pergi untuk melanjutkan sekolahku di tempat yang lebih jauh.
Aku jauh dari ayah dan ibuku
Aku kira setelah aku sekolah jauh dari ayah dan ibuku membuatku semakin pintar dan bebas. Akan tetapi semua itu hanya angan-anganku saja.
Disana aku tidak lah dianggap anak oleh mereka. Oh ya aku sekolah dan tinggal bersama paman dan bibiku.mereka memiliki 2 anak laki-laki.
Semua pasti berfikir kalau aku diberi kasih sayang bukan. Jawabannya awalnya iya tapi semakin jauh semakin buruk.
Aku di perlakukan tidak seperti anak-anak seharusnya yang harusnya di sayang dan di jaga.
Semua itu terjadi karena pamanku menginginkanku. Dia menyukaiku dan tak ingin aku dekat dengan lelaki lain. Aku mendapatkan kekerasan seksual darinya. Aku hanya bisa diam karena takut di pukul dan di tendang pergi. Karena posisiku aku menumpang ayah dan ibuku di luar kota untuk bekerja. Aku takut malam itu sangat takut. Suara yang tadinya ingin ku teriakkan terhenti di tenggorokanku. Tapi malam itu bibiku melihat kelakuan suaminya dan mereka berantem hebat.
Kedengarannya q yang salah karena aku tidak bisa berkata-kata . Karena pada saat itu aku masihlah anak- anak yang tidak mengerti artinya di pegang2 oleh orang lain.
Taukah kamu apa yang terjadi padaku selanjutnya. Paginya suaminya memarahiku habis-habisan mengatakan kenapa aku begitu. Aku masih ingat waktu itu waktunya aku sekolah dia memukul wajahku dengan tangan besarnya. Hingga wajahku ini berwarna biru dan bibirku bengkak tak bersisa. Aku menangis tersedu-sedu.
Dan mengeluarkan kata-kata kasar padannya
Tapi tetap dia memukulku.
Lalu setelah dia puas memukulku dia bertanya padaku " apakah aku akan sekolah " dan aku pun mengangguk.
Aku berangkat sekolah menggunakan sepedaku. Kukayuh sepedaku dalam perjalanan aku hanya menangis hingga kesekolah.
Sesampainya kesekolah q terjatuh di depan pintu dan menangis.
Dan teman sekelas ku berkata " biarkan dia bangun sendiri nanti dia lumpuh"
Ya itu pelajaran dari guru kami
Aku berdiri dan begegas duduk di kursiku
Teman depanku berkata padaku
" Apa yang terjadi pada wajahmu"
Aku hanya menjawab aku terjatuh dari sepeda
Tapi dia tidaklah percaya padaku
Karena tidak mungkin jatuh dari sepeda tapi sampai begitunya.
Sepulang sekolah aku langsung pulang dan pamanku seperti tidak melakukan apapun padaku.
Ku kira dia udah insaf.
Tapi ternyata semua berlanjut
Dari mengintipku
..
Dan ketika aku marah dia balik marah padaku memukulku dan berkata padaku hal yang tidak baik.
Di rumah itu q tidak bisa apa- apa
Bahkan bibiku melakukanku hal yang sama
Dia berkata " apakah kamu tinggal di rumah ini hanya untuk menghancurkan keluargaku"
Anak siapa yang mau di perlakuka. Seperti itu.
Jawabannya tidak ada bukan.
Tidak ada yang membelaku bahkan memelukku di saat itu. Mereka semua takut pada pamanku.
Aku hanya bisa diam dan meratapi nasibku sampai kapan aku begini. Aku kesini untuk sekolah bukan untuk merasakan bogem yang sakit ini.
Semua membuat aku ingin pergi bahkan aku pernah membenturkan kepalaku ke tembok dan berharap aku segara mati saja.
Tapi aku masih ingat dengan ayah dan ibuku
Mereka pasti sedih bukan kalau aku begini.
1 tahun berlalu
1 tahun aku lalui dengan penderita.
Dan di tahun ke 2 aku sekolah disana aku minta pindah ikut ayah dan ibuku tapi mereka belum tahu kelakuan paman dan bibiku.
Dan mereka menolak untuk mengajakku pergi.
Kukira semua berlalu tapi.
Semua berlanjut hingga aku lulus SMP disana.. banyak hal yang tidak kutulis kan .
Aku pernah kabur dari rumah itu tapi tetangkap lagi oleh pamanku.
Dan parahnya dia pernah memukulku dengan sapu hingga patah padahal aku tidak melakukan apapun.
Psikopatnya dia .
Dia akan berlagak baik di depan orang tapi ternyata berhati iblis.
Ini lah ceritaku
Cerita 3 tahunku melalui sakitnya dipukul dan di siksa hingga saat ini aku takut pada laki- laki.
Bahkan aku tidak bisa melanjutkan percintaan karena takut. Ini lah ketakutan terbesarku.
Setelah pindah bersama ayah ibuku kukira semua berlalu. Tapi ternyata ada yang menyiksaku lagi.
Iya guruku sendiri
Dia berkata padaku bahwa " namaku pembawa sial"
Ini lah kenapa aku takut untuk melaju .
Karena aku takut orang lain sial karena ku
cerita acak-acakan karena tidak profesional
TAMAT